Kurikulum yang diterapkan di Program Studi Profesi Apoteker mengikuti standar kurikulum Perguruan Tinggi dan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi (APTFI), ditambah beberapa mata kuliah muatan lokal. Kurikulum ini secara berkala diubah setiap 5 (lima) tahun dalam suatu lokakarya perubahan kurikulum dan dievaluasi setiap tahun. Pendidikan di Program Studi Profesi Apoteker terdiri dari 2 semester dengan beban studi 39 SKS.
Semester 1
| No | Sandi MK | Mata Kuliah | SKS |
| 1 | P12A.0112 | Studi Kasus Manajemen dan Regulasi Farmasi | 3 |
| 2 | P12A.0113 | Studi Kasus Pelayanan Kefarmasian | 2 |
| 3 | P12A.0114 | Studi Kasus Komunikasi dan Konseling | 2 |
| 4 | P12A.0115 | Studi Kasus Pengawasan dan Pemastian Mutu | 2 |
| 5 | P12A.0116 | Studi Kasus Farmasi Industri | 2 |
| 6 | P12A.0117 | PKPA Komunitas dan Kewirausahaan | 5 |
| 7 | P12A.0118 | PKPA Pelayanan Kefarmasian | 6 |
| Jumlah | 22 |
Semester II
| No | Sandi MK | Mata Kuliah | SKS |
| 1 | P12A.0209 | PKPA Industri Farmasi | 8 |
| PKPA Pilihan Wajib (dipilih 1) | |||
| 2 | P12A.0208 | PKPA Manajemen dan Regulasi Farmasi | 5 |
| 3 | P12A.0213 | PKPA Distribusi Farmasi | 5 |
| 4 | P12A.0210 | UKAI CBT Internal | 1 |
| 5 | P12A.0211 | Skill Laboratorium dan OSCE Internal | 2 |
| 6 | P12A.0212 | Ujian Komprehensif Apoteker | 1 |
| Jumlah | 17 | ||
| Total SKS | 39 |
Bentuk dan Metode Pembelajaran
| Kode Mata Kuliah | Nama Mata Kuliah | Bahan Kajian |
Metode Pembelajar- an |
Bentuk Pembelajar-an | Dosen |
| P12A.0112 | Studi Kasus Manajemen dan Regulasi Farmasi | Pendahuluan, Fungsi Manajemen, Struktur Manajemen, Syarat Manajemen, Blue and Red Ocean Principle, Value Management, Management Skills for Pharmacist, Penyusunan Cash Flow Budget, Kegunaan Cash Flow dan Studi Kasus, Akuntansi Keuangan Dilihat dari Sudut Pandang Manajerial. Penggunaan Rasio dalam Analisis Laporan Keuangan, Manajemen Persediaan dan Studi Kasus, Studi Kelayakan Pendirian Apotek, | Studi kasus, role play, simulasi, active learning, diskusi kelompok, kooperatif learning | Kuliah |
1. Auliya A. Suwantika, S.Si, Ph.D, Apt. 2. Dr. Mas Rahman Rustan, MM, Apt 3. Yogi Testiana, MM., Apt. 4. Muhardiman, S.SI., Apt. |
| P12A.0113 | Studi Kasus Pelayanan Kefarmasian |
Praktek Apoteker dengan paradigm baru, definisi dan ruang lingkup, kompetensi apoteker praktek paradigm baru, definisi dan ruang lingkup pelayanan kefarmasian, kompetensi apoteker praktek. Langkah-langkah menerapkan pelayanan kefarmasian, kunci kebutuhan pasien akan terapi obat, kategori problema terapi obat dan penyebabnya, metode-metode pengatasan problema terapi obat secara sistematik, peraturan tentang pelayanan kefarmasian, standar pelayanan di apotek dan rumah sakit, pedoman pelayanan di puskesmas, cara praktek farmasi yang baik, evidence Based medicine, penggunaan obat yang rasional, pelayanan swamedikasi, Pelayanan resep berdasarkan prinsip pharmaceutical care, monitoring terapi obat, evaluasi penggunaan obat, kasus-kasus klinis dengan pendekatan SOAP. PWDT cara pengatasan-nya secara sistematik. |
Studi Kasus, role play, simulasi, active learning, diskusi kelompok, kooperatif learning | Kuliah |
1. Dr. Sri Adi Sumiwi, MS., Apt.. 2. Dika Pramita Destiani, M.Farm., Apt. 3. Rina Winarni, M.Farm., Apt. 4. Cherry Rahayu, M.KM., Apt |
| P12A.0106 | Studi Komunikasi dan Konseling | Komunikasi interpersonal/konseling kepada individu, keluarga dan masyarakat dengan pokok-pokok bahasan : dasar komunikasi, komunikasi efektif, prinsip hubungan antar manusia, komunikasi interpersonal, keterampilan inti konseling apoteker, penerapan komunikasi interpersonal / konseling apoteker, dan keterampilan komunikasi dalam kegiatan kelompok | Studi Kasus, role play, simulasi, active learning, diskusi kelompok, kooperatif learning | Kuliah |
1. Dr. Keri Lestari, M.Si, Apt. 2. Aulia Iskandarsyah, M.Psi., M.Sc., Ph,D. 3. apt. Melisa Intan Berliana, Dr. Med.Sc. 4. dr. Insi, M.Si. |
| P12A.0107 | Studi Kasus Farmasi Industri | Pengembangan produk/ Product development, Pengawasan Mutu (QC), Scale up, Pengolahan/ Mesin dan Peralatan, Pengadaan dan Pengendalian Persediaan (PPIC), Registrasi Produk , cGMP , CPOB Indonesia, Peraturan & perundangan lain yang terkait, Safety, Health, Enviroment Management dan pengolahan limbah. | Studi Kasus, role play, simulasi, active learning, diskusi kelompok, kooperatif learning | Kuliah |
1. Dr. apt. Sriwidodo, M.SI. 2. Dr. rer.nat Anis Yohana Ch., M.Si., Apt.. 3. Damaris Hutapea, M.Si., Apt. 4. Drs. Basuki Hadi, MM, Apt. 5. Drs. Ariyono, MM., Apt. |
| P12A.0108 | Studi Kasus Pengawasan dan Pemastian Mutu | Konsep Mutu, Pemastian Mutu, Manajemen Mutu, Pelatihan Personil, Dokumentasi, Pengambilan contoh (sampling), Validasi, Penyelidikan Kegagalan/Penyimpangan batch, Inspeksi diri (self inspection), Penanganan Keluhan, Penarikan Obat Jadi dan Obat Kembalian, Penilaian Pemasok (Vendor Evaluation), Manjemen Resiko, Pengendalian Perubahan, Cara Penyimpanan dan Pengiriman Obat yang baik,Tinjauan Manajemen., Globalization and health, Sistem kesehatan Indonesia | Studi Kasus, role play, simulasi, active learning, diskusi kelompok, kooperatif learning | Kuliah |
1. Muchtaridi, Ph.D, M.Si.,Apt. 2. Dr. Evi Sylvia, Apt. 3. Drs. Basuki Hadi, MM, Apt. 4. Dr. Ida Musfiroh, M.Si.,Apt. |
| PKPA Komunitas dan Kewirausahaan (Apotek) |
Aspek Administrasi dan Perundang-undangan : aspek legal pendirian apotek dan praktik kefarmasian Studi kelayakan pendirian apotek Aspek pelayanan: alur, model, sistem control pelayanan. Asuhan kefarmasian: KIE dan promosi kesehatan, swamedikasi dan pelayanan residensial. Aspek Manajerial a. Perbekalan farmasi: perencanaan, seleksi, pemesanan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pengontrolan dan pelaporan. b. Pengelolaan obat rusak, pemusnahan obat narkotika dan psikotropika dan kadaluarsa. c. Pengelolaan sumber daya. Aspek Pekerjaan Kefarmasian a. Obat resep : skrining (admistratif, farmasetik, dan klinis), peracikan, penyiapan obat, dan etiket/aturan pakai, dan penyerahan disertai informasi obat. b. Obat non resep : penggalian informasi, penyiapan OTR, OWA, penyerahan disertai informasi obat. c. Pengarsipan dan dokumentasi (misalnya : resep, pencatatan PMR (Patient Medication Record), laporan-laporan, dsb). d. Monitoring penggunaan obat PMR (Patient Medication Record) Aspek Bisnis a. Permodalan b. Analisis keuangan c. Perpajakan |
Pembelajaran kooperatif, praktek, role play. | Praktek Lapangan | Dosen dari Fakultas Farmasi yang apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan juga preseptor dari bidang komunitas dan kewirausahaan di Apotek/klinik | |
| PKPA Industri |
1. Organisasi : Struktur organisasi industri yang efektif dan efisien. 2. GMP Seluruh aspek produksi dan pengawasan mutu terutama kualifikasi dan pengembangan personalia. 3. Sarana dan prasarana Mencakup bangunan, mesin dan peralatan dan fasilitas produksi lainnya termasuk sistem pengendalian udara (AHU), pengolahan air, dan prengolahan limbah padat maupun cair (BOD, COD, TSS, pH 4. Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan produk, pengembangan metode analisis, uji stabilitas, validasi, metode analisis, validasi proses, dan pengembangan kemasan (komposisi dan desain kemasan). 5. PPIC (Production Planning and Inventory Control) = Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan) Perencanaan produksi, permintaan pengadaan (purchasing request), pengendalian persediaan (inventory control) dan evaluasi produksi. 6. Pengadaan Pengadaan bahan baku, bahan pengemas, peralatan produksi dan kebutuhan industri lainnya. 7. Pengawasan mutu (Quality Control) Pengujian mutu bahan baku, bahan pengemas, produk antara (intermediate product) produk ruwahan (bulk product) dan produk jadi, termasuk IPC (in process control). 8. Produksi Proses penerimaan bahan awal, pengolahan (penimbangan, milling, pengayakan, pencampuran, pengeringan, granulasi, pencetakan, pengisian), pengemasan (pengemasan primer, sekunder, dan tersier) dan pengawasan dalam proses (IPC). 9. Pergudangan Jenis-jenis gudang termasuk pembagian area/ruangan (gudang : bahan baku, bahan pengemas, produk ruwahan, produk jadi, pelarut, psikotropik, label barang reject dan produk kembalian; area karantina, ruang sampling, ruang pendingin, penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dengan sistem FEFO/FIFO, pendistribusian dan penghitungan barang. 10. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 11. Sistem pemadam kebakaran, alat pelindung kebisingan, fasilitas kerja. 12. Peningkatan mutu secara berkelanjutan |
Pembelajaran kooperatif, praktek, role play. | Praktek Lapangan | Dosen dari Fakultas Farmasi yang bergelar apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan preseptor di Industri Farmasi | |
| PKPA Pelayanan Kefarmasian |
1. Organisasi Rumah Sakit dan Farmasi Rumah Sakit : Klasifikasi RS, Struktur organisasi RS, Panitia Farmasi dan Terapi/Komisi Farmasi dan Terapi, Struktur Organisasi Farmasi RS, Standar Pelayanan FRS, Akreditasi RS. 2. Pengelolaan Perbekalan Farmasi di RS: a. Perencanaan dan seleksi: anggaran obat, sistem perencanaan, pemilihan supplier b. Pengadaan: prioritas dan metode pengadaan c. Penyimpanan: tata-letak sistem pergudangan dan sistem penyimpanan d. Distribusi: sistem dan pengendalian distribusi 3. Sistem pengendalian mutu (audit internal) pada instalasi Farmasi Rumah Sakit 4. Model sistem pengendalian dan pelaksanaan pengendalian di IFRS 5. Peran Fungsional Apoteker : a. Pelayanan informasi obat dan konseling b. Panitia Formularium dan Terapi c. TDM (Therapeutic Drug Monitoring) MESO, interaksi obat dan patient safety (medication error) d. Penanganan obat-obat cytotoxic e. TPN (Total Parenteral Nutrition) dan IV-admixture f. DUE (Drug Utility Evaluation) dan RDU (Rational Drug Use) g. Produksi dan kontrol kualitas h. Farmakoekonomi i. Pelayanan farmasi rawat inap dan rawat jalan j. Pengendalian infeksi (misalnya, infeksi nosokomial) k. Pelayanan farmasi klinik lainnya l. CSSD (Pusat Sterilisasi Perlengkapan Medik=PSPM): ruang lingkup CSSD dan jenis sterilisasi b. Penanganan Limbah Rumah Sakit: penanganan limbah cytotoxic dan limbah IFRS yang lain |
Pembelajaran kooperatif, praktek, role play. | Praktek Lapangan | Dosen dari Fakultas Farmasi yang apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan preseptor di Rumah sakit | |
| PKPA Manajemen dan regulasi |
1. Organisasi Puskesmas 2. Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Puskesmas 3. Peran Fungsional Apoteker : a. Pelayanan informasi obat dan konseling b. Farmakoekonomi c. Pelayanan farmasi rawat jalan dan rawat inap d. Edukasi kepada masyarakat sekitar melalui penyuluhan dan poster |
Pembelajaran kooperatif, praktek, role play. | Praktek Lapangan | Dosen dari Fakultas Farmasi yang apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan preseptor di Pemerintahan | |
| PKPA Distribusi |
1. Pemilihan obat/bahan baku obat yang memenuhi persyaratan Quality, Cost, Delivery (QCD). 2. Pemilihan pemasok dalam menjamin safety dan efficacy obat/bahan obat yang diterima. 3. Pemilihan prosedur dan administrasi pembelian sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. 4. Pemilih personil pembelian yang memenuhi persyaratan 3B. 5. Membuat perencaan kebutuhan berdasarkan berbagai pendekatan Pola Penyakit/Pareto/Preferensi Konsumen. 6. Kompetensi Bidang Penyimpanan 7. Menjalankan prinsip FIFO dan FEFO dalam pergudangan., 8. Administrasi gudang yang memungkinkan kecepatan dan ketepatan pelaksanaan recall. 9. Mengembangkan administrasi obat/bahan baku obat yang menjamin keamanan dan kualitas. 10. Stok obat/bahan baku obat yang aman dengan memperhatikan lead time dan konsumsi. 11. Kompetensi Bidang Distribusi 12. Delivery Order, faktur dan faktur pajak. 13. Megadministrasikan piutang dan melaksanakan efektifitas penagihan. 14. Merencanakan distribusi obat kepada unit pelayanan dengan memperhitungkan kebutuhan unit pelayanan |
Pembelajaran kooperatif, praktek, role play. | Praktek Lapangan | Dosen dari Fakultas Farmasi yang apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan preseptor di bidang Distribusi Obat | |
| UKAI CBT Internal | Ujian internal dengan metode CBT (Computer Based Test) yang terdiri dari bidang Pharmaceutical Science/PS), Clinical Science/CS dan Social Behaviour and Administration/SBA) |
Dr. apt. Ida Musfiroh, M.Si. Apt. Dika Pramita, Apt. Rd. Bayu Indradi, M.Si. |
|||
| Lab Skill dan OSCE |
Lab skill diberikan dalam bentuk praktek pada 3 bidang yaitu : Pelayanan klinik, pembuatan dan Distribusi. Sedangkan OSCE merupakan evaluasi kompetensi ketrampilan mahasiswa sesuai dengan profesi apoteker di pelayanan, industri farmasi/pembuatan yang meliputi : Produksi, QC/QA, Rnd dan distribusi. Ujian ketrampilan metode OSCE diberikan dalam bentuk kasus maksimal dalam 9 stasion yang harus dikerjakan oleh mahasiswa. Penilaian dilakukan oleh asesor di setiap stasion dengan menggunakan rubrik penilaian yang terdiri atas actual mark dan global rating. |
Dr. apt. Ida Musfiroh, M.Si. Dr. apt. Sriwidodo, M.Si. Prof. apt. Nasrul Wathoni, Ph.D., M.Si. Dr. apt. Nyi Mekar Saptarini, M.Si. Apt. Dika Pramita, M.Farm dan Penguji OSCE Fakultas Farmasi |
