Program Studi Magister Farmasi | Fakultas Farmasi UNPAD
Fakultas Farmasi

Program Studi Magister Farmasi

Tentang Prodi

Program Studi Magister Farmasi Unpad bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, kompeten dan profesional di bidang farmasi, berdaya saing nasional dan internasional, dan memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Proses belajar mengajar di Program Studi Magister Farmasi menggunakan metode pembelajaran Student Centered Learning, Computer Based Learning dan Self Learning yang mengikuti standar Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi (APTFI) dan secara berkala melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum mengikuti tuntutan perkembangan profesi, baik di dalam maupun luar negeri. Metode e-learning juga telah diterapkan untuk beberapa mata kuliah.

Kurikulum yang diterapkan di Program Studi Magister Farmasi mengikuti standar kurikulum Perguruan Tinggi dan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi (APTFI), ditambah beberapa mata kuliah muatan lokal. Kurikulum ini secara berkala diubah setiap 5 (lima) tahun dalam suatu lokakarya perubahan kurikulum dan dievaluasi setiap tahun. Pendidikan di Program Studi Magister Farmasi terdiri dari 2 semester dengan beban studi 39 SKS. Gelar yang diperoleh bagi para lulusan adalah Magister Farmasi (Apt).

Prospek Kerja

Sampai saat ini Fakultas Farmasi telah meluluskan lebih dari 5000 orang farmasis dan apoteker yang tersebar di seluruh Indonesia dan bekerja di:

  1. Lembaga-lembaga Pemerintahan, termasuk Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
  2. Industri Obat, Obat Tradisional, Obat Veteriner, Kosmetika, dan Makanan Minuman
  3. Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta
  4. Pedagang Besar Farmasi (PBF)
  5. Apotek
  6. Laboratorium Klinik
  7. Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta
  8. TNI/POLRI
  9. Pekerjaan lain yang terkait

Visi dan Misi Program Magister Farmasi

Visi PSMF Fakultas Farmasi Unpad

Menjadi Program Studi Magister Farmasi Berkelas Dunia yang Berperan Aktif dalam Pengembangan Sains-Teknologi Kefarmasian Untuk Mendorong Inovasi Global yang Berdampak pada Masyarakat.

Keunggulan Visi

Keunggulan visi PSMF Fakultas Farmasi Unpad adalah penyelenggaraan pendidikan dan pengabdian pada masyarakat berbasis riset di bidang farmasi (Transformative Learning).

Tahapan Grand Strategy PSMF Fakultas Farmasi Unpad

  1. Periode 2007-2011: Menjadi Program Studi Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Magister Farmasi pada Tahun 2011.
  2. Periode 2012-2016: Menjadi Program Studi Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Magister Farmasi Berbasis Riset yang Berdaya Saing Nasional pada Tahun 2016.
  3. Periode 2017-2019: Menjadi Program Studi Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Magister Farmasi Berbasis Riset yang Berdaya Saing Regional pada Tahun 2019.
  4. Periode 2020-2024: Menjadi Program Studi Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Magister Farmasi Berbasis Riset yang Berdaya Saing Internasional pada Tahun 2024.

Landasan Visi

  1. Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unpad, yaitu Bina Mulia Hukum dan Lingkungan dalam Pembangunan Nasional.
  2. Sistem nilai RESPECT (Responsible, Excellent, Scientific Rigor, Professionalism, Encouraging, Creative and Trust).
  3. Nilai-nilai adiluhung budaya lokal dan budaya nasional dalam keragaman budaya dunia.

Misi PSMF Fakultas Farmasi Unpad

  1. Menyelenggarakan pendidikan magister farmasi terintegrasi riset dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai kebutuhan masyarakat pengguna (stakeholders).
  2. Menyelenggarakan program magister farmasi berkelas dunia yang berperan aktif dalam pengembangan sains-teknologi kefarmasian untuk mendorong inovasi global yang berdampak pada masyarakat.
  3. Menyelenggarakan proses pembelajaran magister farmasi dengan memanfaatkan tata kelola serta jaringan kerjasama dengan berbagai institusi di tingkat nasional maupun internasional.
  4. Membentuk insan akademik magister farmasi yang menjunjung tinggi keluhuran budaya lokal dan nasional dalam keragaman budaya dunia.

Tujuan PSMF Fakultas Farmasi

Menghasilkan sistem pendidikan magister farmasi terintegrasi riset dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai kebutuhan masyarakat pengguna (stakeholders).

Informasi Penerimaan

Kenali lebih jauh Program Studi Magister Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran klik link disini.

Fakultas Farmasi

Informasi Penerimaan

Daya Tampung

Setiap Angkatan 180 Orang
Komposisi Jalur SNMPTN 25% ยท SBMPTN 50% ยท SMUP 25%

Distribusi Jalur Penerimaan

  • SNMPTN: 25% atau sekitar 45 orang
  • SBMPTN: 50% atau sekitar 90 orang
  • SMUP: 25% atau sekitar 45 orang
Fakultas Farmasi

Layanan Akademik

Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran menggunakan Sistem Kredit Semester dalam penyelenggaraan pendidikannya. Penyelenggaraan pendidikan atas dasar sistem kredit semester ini dapat memberi peluang untuk:

  1. Mahasiswa yang cerdas dan giat belajar dapat menyelesaikan studi lebih singkat;
  2. Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya;
  3. Penyelenggaraan sistem evaluasi mahasiswa yang sebaik-baiknya.

Pengertian Dasar

Beberapa pengertian dasar yang digunakan dalam sistem kredit semester dijelaskan di bawah ini.

Semester merupakan satuan waktu terkecil yang digunakan untuk menyatakan lamanya proses kegiatan belajar-mengajar suatu program dalam suatu jenjang pendidikan. Penyelenggaraan program pendidikan suatu jenjang lengkap dari awal sampai akhir akan dibagi ke dalam kegiatan semesteran, sehingga tiap awal semester mahasiswa harus merencanakan tentang kegiatan belajar yang akan ditempuhnya pada semester tersebut.

Satu semester setara dengan kegiatan belajar sekitar 16 (enam belas) minggu kerja, dan diakhiri oleh ujian akhir semester. Satu tahun akademik terdiri dari dua semester reguler, yaitu semester gasal dan semester genap.

Satuan Kredit Semester (SKS) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan:

  1. Besarnya beban studi mahasiswa;
  2. Besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa;
  3. Besarnya usaha yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, baik program semesteran maupun program lengkap;
  4. Besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar.

Beban Studi adalah jumlah SKS yang ditempuh mahasiswa pada suatu semester tertentu, sedangkan Beban Studi Kumulatif adalah jumlah SKS minimal yang harus ditempuh mahasiswa agar dapat dinyatakan telah menyelesaikan suatu program studi tertentu.

Waktu studi kumulatif adalah batas waktu maksimal yang harus ditempuh mahasiswa dalam menyelesaikan studinya di suatu program pendidikan. Untuk Program Studi Magister Farmasi, jumlah SKS yang harus ditempuh 35 SKS yang dijadwalkan untuk masa studi dua semester dan maksimum empat semester.

Ketentuan Satuan Kredit Semester

Kegiatan Kuliah

Satu SKS kegiatan kuliah ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu selama satu semester, yang terdiri atas 1 jam (50 menit) perkuliahan terjadwal, 1 jam (60 menit) kegiatan terstruktur di luar kelas, dan 1 jam (60 menit) kegiatan mandiri.

Kegiatan Seminar

Kegiatan penulisan laporan PKPA, dan sejenisnya pada dasarnya mengacu pada kerja lapangan.

Kegiatan Laboratorium

Satu unit credit untuk aktivitas laboratorium diatur menjadi setara dengan 170 menit kerja laboratorium dijadwalkan, disertai dengan kegiatan terstruktur di luar laboratorium yang direncanakan oleh staf pengajar terkait, termasuk diskusi dan menulis laporan setiap minggu selama satu semester dan kegiatan mandiri.

Kerja Lapangan, Skripsi, Penelitian, dan Magang

Satu unit kredit untuk kerja lapangan, kerja klinis dan kegiatan serupa ditetapkan setara dengan beban kerja 170 menit kegiatan terjadwal per minggu selama satu semester. Satu SKS untuk penulisan skripsi, kegiatan penelitian, dan laporan magang pada dasarnya mengacu pada kerja lapangan.

Proses pembelajaran dilakukan dengan metode student centered learning (SCL). Penerapan metode ini disesuaikan dengan kebijakan masing-masing prodi, meliputi pembelajaran berbasis masalah, role playing, simulasi, studi kasus, presentasi, kuliah mini dan diskusi kelompok.

Fakultas Farmasi

Laboratorium

Fasilitas Laboratorium

A. Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi

Memiliki laboratorium dan kepala laboratorium sebagai berikut:

  1. Laboratorium Teknologi Farmasi: Dr. Yoga W. Wardhana, M Si
  2. Laboratorium Farmasetika: Arif Budiman, Ph.D

B. Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal

Memiliki laboratorium dan kepala laboratorium sebagai berikut:

  1. Laboratorium Sintesis dan Kimia Medisinal: Dr. Nyi Mekar Saptarini M.Si., Apt
  2. Laboratorium Analisis Dasar โ€“ Fisikokimia: Dr. Rimadani Pratiwi, Msi

C. Departemen Biologi Farmasi

Memiliki laboratorium dan kepala laboratorium sebagai berikut:

  1. Laboratorium Farmasi Bahan Alam: Ferry Ferdiansyah Sofian, Ph.D.
  2. Laboratorium Mikrobiologi โ€“ Bioteknologi farmasi: Dr. Tina Rostinawati, M Si
  3. Laboratorium Biologi Sel & Molekuler: Riezki Amalia, Ph.D

D. Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik

Memiliki laboratorium dan kepala laboratorium sebagai berikut:

  1. Farmakologi: Gofarana Wilar, Ph.D., Apt
  2. Laboratorium Farmasi Klinik: Dika Pramita D., M Far.

Fungsi Laboratorium

Laboratorium yang ada di semua Departemen Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran selama ini memiliki tiga fungsi:

  1. Sebagai sarana penunjang pembelajaran (praktikum) untuk program S-1.
  2. Sebagai sarana untuk melaksanakan tugas akhir mahasiswa dan penelitian-penelitian dosen.
  3. Sebagai sarana layanan pengujian sample/produk dari permintaan masyarakat.

Pendayagunaan Laboratorium

Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi (FTF)

Laboratorium Formulasi dan Teknologi Sediaan Solida secara berkala sudah melayani pengujian UJI DISOLUSI produk farmasi dari mitra (TELKOM, tahun 2015). Gabungan laboratorium yang ada di Departemen FTF juga sudah mengembangkan kerja sama sebagai berikut:

  1. Pelatihan produksi obat & kosmetik
  2. Kerjasama produksi obat dan suplemen hewan
  3. Kerjasama produksi sediaan kosmetik
  4. Kerjasama ba be, TDM
  5. Layanan uji klinik kosmetik, keamanan kosmetik, mutu kosmetik
  6. Layanan pengembangan formulasi ekstrak terstandar

Departemen FFK

  • Laboratorium Kimia Klinik dapat melayani pemeriksaan parameter-parameter biokimia darah seperti kadar glukosa, kolesterol, trigliserida, ureum, kreatinin, asam urat dll.
  • Laboratorium Farmakologi dapat melayani pengujian aktivitas farmakologi dan uji toksisitas.

Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal

Laboratorium AFKM bersama dengan laboratorium FTF secara berkala menguji sampel dari PT Telkom berupa pengujian disolusi dan analisis kadar zat dalam sediaan. Selain melakukan pengujian sampel dari PT Telkom, laboratorium di Departemen AFKM juga secara berkala bersama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) menerima sampel dari Trans TV, Kepolisian Sektor Bandung dan Tasikmalaya, serta analisis sampel dari Universitas lain seperti Sekolah Tinggi Farmasi Bandung.

Laboratorium-laboratorium di Departemen AFKM bersama-sama mengembangkan strip indicator untuk pemeriksaan bahan berbahaya dalam produk makanan, jamu dan kosmetik.

Departemen Biologi Farmasi

Sejak Tahun 2006 telah menyumbangkan hasil penelitian standardisasi ekstrak dalam pembuatan Farmakope Herbal Indonesia dan Suplemen Herbal, di antaranya:

  • Standardisasi ekstrak kulit batang sintok
  • Standardisasi ekstrak biji pinang
  • Standardisasi ekstrak akar alang-alang
  • Standardisasi ekstrak rimpang bengle
  • Standardisasi ekstrak rimpang temu lawak
  • Standardisasi ekstrak rimpang jahe
  • Standardisasi ekstrak umbi bawang putih

Laboratorium di Departemen Biologi Farmasi juga melakukan pengujian potensi antibiotik sampel dari PT Telkom dan dapat melayani pembuatan ekstrak serta pemeriksaan parameter standardisasi simplisia dan ekstrak. Gabungan laboratorium di Departemen Biologi Farmasi sedang mengembangkan bahan baku obat tradisional berupa ekstrak terstandar dari bunga rosela.

Fakultas Farmasi

Pedoman Pendidikan

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan

Dokumen Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Program Studi Magister Farmasi
Tahun Akademik 2025/2026

Dokumen ini memuat pedoman penyelenggaraan pendidikan untuk Program Studi Magister Farmasi Tahun Akademik 2025/2026. Pratinjau dokumen ditampilkan langsung melalui Google Drive.

Jika pratinjau tidak muncul, gunakan tombol di bawah untuk membuka dokumen langsung di Google Drive.