Spesialis Farmasi Nuklir
Mengembangkan Keahlian di Bidang Strategis Kesehatan Masa Depan
Integrasi Farmasi dan Teknologi Nuklir untuk Diagnosis dan Terapi Presisi
Program Studi Spesialis Farmasi Nuklir Universitas Padjadjaran merupakan program pendidikan profesi lanjutan yang dirancang untuk menghasilkan apoteker spesialis dengan kompetensi unggul dalam pemanfaatan bahan radioaktif untuk keperluan diagnostik dan terapi medis, khususnya dalam bidang kedokteran nuklir.
Program ini mengintegrasikan ilmu farmasi, teknologi nuklir, dan praktik klinis dalam satu kurikulum terpadu berbasis perkembangan radiofarmaka dan teranostik molekuler. Lulusan dipersiapkan untuk mampu mengelola seluruh siklus radiofarmaka, mulai dari produksi hingga aplikasi klinis, dengan menjunjung tinggi aspek keselamatan, efektivitas, dan kepatuhan regulasi.
Sebagai penguatan pembelajaran berbasis praktik, program ini didukung oleh jejaring fasilitas nasional: RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS), RS Kanker Dharmais Jakarta, dan Industri radiofarmaka berbasis siklotron.
Tujuan Program
Menjawab Kebutuhan Tenaga Ahli di Era Kedokteran Nuklir & Teranostik Molekuler, program ini bertujuan untuk:
- Menghasilkan apoteker spesialis farmasi nuklir yang kompeten, profesional, dan beretika dalam pengelolaan radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi berbasis radionuklida.
- Menghasilkan inovasi ilmiah dan teknologi radiofarmasi yang mendukung pengembangan radiofarmaka diagnostik dan terapeutik yang aman, efektif, dan berkelanjutan.
- Meningkatkan kontribusi program studi dalam pelayanan kesehatan masyarakat melalui penerapan farmasi nuklir pada kedokteran nuklir.
- Mengembangkan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur pendidikan farmasi nuklir berstandar internasional yang mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian.
Profil Lulusan
Decision Maker, Leader, Manager, Researcher, Communicator, Educator, Lifelong Learner, Care Giver.
Keunggulan
Pionir spesialis pertama di Indonesia. Kurikulum berbasis kebutuhan klinis terkini dan didukung praktisi berpengalaman langsung di bidang radiofarmaka.
Gelar Akademik
Spesialis Farmasi Nuklir (Sp.Farm.N). Pengakuan profesional oleh Kolegium Farmasi Indonesia dan Konsil Kesehatan Indonesia.
Struktur Kurikulum
| Kode | Nama Mata Kuliah | SKS |
|---|---|---|
| P21A01.0101 | Dasar-dasar Radiofarmasi | 2 (2-0) |
| P21A01.0102 | Peraturan di praktik radiofarmasi GMP radiofarmaka | 2 (2-0) |
| P21A01.0103 | Pengembangan Sediaan Radiofarmaka | 2 (2-0) |
| P21A01.0104 | Jurnal reading (Penyakit Jantung dan Infeksi) | 2 (0-2) |
| P21A01.0105 | Asuhan kefarmasian untuk terapi radionuklida | 2 (2-0) |
| P21A01.0106 | Stase 1 | 8 (0-8) |
| Kode | Nama Mata Kuliah | SKS |
|---|---|---|
| P21A01.0201 | Proteksi radiasi | 2 (2-0) |
| P21A01.0202 | Matematika Radiofarmasi | 2 (2-0) |
| P21A01.0203 | Jurnal Reading dan referat | 2 (0-2) |
| P21A01.0204 | Desain Radiofarmaka berbasis Generator | 2 (2-0) |
| P21A01.0205 | Stase 2 | 8 (0-8) |
| Kode | Nama Mata Kuliah | SKS |
|---|---|---|
| P21A01.0301 | Aplikasi Kedokteran Nuklir | 2 (2-0) |
| P21A01.0302 | Quality control produk radiofarmasi | 2 (2-0) |
| P21A01.0303 | Jurnal reading (Penyakit Endokrin) | 2 (0-2) |
| P21A01.0304 | Desain Radiofarmaka berbasis Cyclotron | 2 (2-0) |
| P21A01.0305 | Stase 3 | 8 (0-8) |
| P21A01.0306 | Seminar Usul Penelitian | 1 (1-0) |
| Kode | Nama Mata Kuliah | SKS |
|---|---|---|
| P21A01.0401 | Seminar Hasil Penelitian | 1 (1-0) |
| P21A01.0402 | Tugas Akhir | 2 (0-2) |
| P21A01.0403 | Karya Ilmiah (Jurnal Nasional ber-ISSN) | 2 (0-2) |
Penerimaan Mahasiswa Baru
Persyaratan Khusus:
Lulusan Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker dengan IPK minimal 2,75, memiliki STR aktif, serta menyertakan sertifikat kegiatan ilmiah bidang terkait (1 tahun terakhir).
Agenda Seleksi 2026:
| Pendaftaran | 27 Maret – 13 Juli 2026 |
| Ujian/Wawancara | 22 – 27 Juli 2026 |
| Pengumuman | 31 Juli 2026 |
