Back
SEKTRAD 2026

SEKTRAD 2026: Kolaborasi ISMAFARSI Priangan dan BEM Kemafar Unpad dalam Membangun Gerakan Mahasiswa Berbasis Kajian

20 Mei 2026

ISMAFARSI Wilayah Priangan menginisiasi program Sekolah Kajian Strategis dan Advokasi (SEKTRAD) 2026 sebagai wadah pelatihan dan kaderisasi strategis bagi mahasiswa farmasi di wilayah Priangan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM Keluarga Mahasiswa Farmasi Universitas Padjadjaran sebagai tuan rumah. SEKTRAD hadir untuk memperkuat kapasitas kader mahasiswa farmasi dalam memahami, mengkaji, dan menyikapi isu-isu strategis di bidang kesehatan dan kefarmasian secara kritis, sistematis, serta berbasis data.

Di tengah perkembangan isu kesehatan yang semakin dinamis, mahasiswa farmasi tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu membaca realitas sosial, memahami kebijakan, serta menyampaikan gagasan secara profesional dan bertanggung jawab. Melalui rangkaian kegiatan yang meliputi technical meeting, pematerian, penugasan kajian, penugasan poster kajian dan seruan aksi, hingga simulasi aksi pada main event, peserta dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi isu strategis, menyusun kajian ilmiah, serta mengembangkan gerakan advokasi yang terarah dan berdampak.

Kegiatan ini diikuti oleh hampir 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa farmasi umum di wilayah Priangan, kader ISMAFARSI, serta mahasiswa yang aktif dalam bidang kajian dan aksi strategis di institusinya masing-masing. Kehadiran peserta dari berbagai universitas menjadi bentuk nyata kolaborasi antarmahasiswa farmasi dalam membangun budaya gerakan yang lebih intelektual, adaptif, dan berkelanjutan.

Pre Event: Penguatan Isu Gender dan Gerakan Mahasiswa Berbasis Kajian

Rangkaian kegiatan SEKTRAD 2026 diawali dengan Pre Event 1 yang dilaksanakan pada 9 Mei 2026 secara daring dengan menghadirkan Daila Ardiswina Andini, S.Farm. sebagai pemateri. Pada sesi ini, peserta mendapatkan materi mengenai kesetaraan gender yang membahas pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif, meningkatkan kesadaran terhadap isu gender, serta peran mahasiswa dalam menyikapi ketimpangan sosial secara kritis dan empatik. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri.

Selanjutnya, Pre Event 2 dilaksanakan pada 15 Mei 2026 dengan menghadirkan apt. Muhammad Hildan Maulana, S.Farm. dan M. Zidan Syukarni sebagai pemateri. Pada sesi ini, peserta mempelajari materi mengenai pergerakan mahasiswa berbasis kajian, pentingnya kajian dalam gerakan mahasiswa, serta isu-isu kefarmasian terkini di Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup sejarah pergerakan mahasiswa farmasi, workflow pergerakan ISMAFARSI, jenis-jenis kajian seperti policy paper, policy brief, dan policy memo, hingga pembahasan isu kefarmasian seperti UU Kesehatan, D3 Apoteker, UKOMNAS Apoteker, serta penjualan obat di ritel modern.

Main Event: Advokasi, Manajemen Aksi, dan Simulasi Gerakan

Puncak kegiatan SEKTRAD 2026 dilaksanakan pada 16 Mei 2026 secara luring di Auditorium Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran dengan menghadirkan Muhammad Azriel Aulia sebagai pemateri utama. Pada sesi ini, peserta mendapatkan materi mengenai “Advokasi dan Manajemen Aksi” yang membahas konsep dasar kajian strategis dan advokasi, metode advokasi, aspek penting dalam gerakan massa, manajemen aksi, strategi negosiasi dan diplomasi, hingga evaluasi pasca aksi.

Pemateri juga menekankan pentingnya gerakan mahasiswa yang dibangun berdasarkan riset, data, dan strategi yang matang agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, gerakan mahasiswa diharapkan tidak hanya bersifat responsif terhadap isu, tetapi juga memiliki dasar argumentasi yang kuat, arah advokasi yang jelas, serta kemampuan untuk menawarkan solusi yang relevan.

FGD dan Debat sebagai Ruang Latihan Berpikir Kritis

Selain sesi pematerian, peserta juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dan debat antarkelompok mengenai isu sosial dan kemahasiswaan yang sedang berkembang. Pada sesi debat dengan mosi “Dewan ini menyesali normalisasi standar ganda di kalangan mahasiswa”, peserta diajak membahas fenomena perbedaan sikap dan perlakuan terhadap suatu isu berdasarkan kepentingan tertentu yang kerap terjadi di lingkungan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, peserta dilatih untuk menyusun argumentasi secara logis dan kritis, mempertahankan pendapat berdasarkan fakta, serta menyampaikan solusi dan pandangan secara komunikatif. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan public speaking, kerja sama tim, serta kemampuan analisis terhadap berbagai fenomena di lingkungan kemahasiswaan.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi, sesi tanya jawab, hingga simulasi debat yang berlangsung sepanjang kegiatan. Melalui seluruh rangkaian SEKTRAD 2026, diharapkan lahir kader mahasiswa farmasi yang kritis, adaptif, dan berintegritas, serta mampu menghadirkan gerakan berbasis kajian yang solutif dan berdampak bagi masyarakat maupun dunia kefarmasian.