Back
Inovasi Cantik.AI Unpad di ICI 2026 - FFUP News
Inovasi Cantik.AI Unpad di ICI 2026

Fakultas Farmasi Unpad Hadirkan Cantik.AI, Inovasi Personalized Cosmetic Berbasis Kecerdasan Buatan di ICI 2026

15 Mei 2026

Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) memperkenalkan terobosan baru di ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026: sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Cantik.AI yang mampu menganalisis kondisi kulit wajah secara individual dan merekomendasikan rangkaian perawatan yang dipersonalisasi. Inovasi ini menjadi sorotan utama partisipasi Fakultas Farmasi Unpad pada pameran yang berlangsung 6–8 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Diselenggarakan oleh Perhimpunan Pengusaha Kosmetik Indonesia (Perkosmi), ICI 2026 mengusung tema "The Leading B2B Exhibition for Cosmetic Ingredients, Packaging, and Technology in Indonesia." Bagi Fakultas Farmasi Unpad, ini merupakan keikutsertaan keempat di ICI dan kehadiran kedua di Innovation Zone.

Menurut Prof. Dr. Apt. Sriwidodo, M.Si., inisiator sekaligus koordinator pameran, partisipasi tahun ini mencerminkan komitmen institusi untuk mengikuti perkembangan global industri kosmetik sekaligus mempererat keterhubungan antara pendidikan tinggi farmasi dan kebutuhan industri.

Cantik.AI: Dari Pemindaian Wajah ke Rekomendasi Personal

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sorotan utama booth Fakultas Farmasi Unpad tahun ini adalah Cantik.AI, aplikasi yang dikembangkan oleh apt. Yokaniza Rindiantika N, S.Farm. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi face scanning untuk mengidentifikasi berbagai parameter kesehatan kulit, mulai dari tingkat hidrasi, pigmentasi, ukuran pori, hingga indikasi penuaan dini.

Berdasarkan hasil pemindaian tersebut, sistem secara otomatis merekomendasikan produk dan rutinitas perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap pengguna. Keunggulan Cantik.AI terletak pada integrasi teknologi digital dengan hasil riset akademik—produk yang direkomendasikan merupakan formulasi inovatif hasil pengembangan peneliti Unpad. Dengan demikian, aplikasi ini berpotensi menjadi jembatan antara penelitian laboratorium dan kebutuhan nyata masyarakat.

Spektrum Inovasi: Dari Nano Kosmetik hingga Sarang Walet

Cantik.AI menjadi puncak dari spektrum inovasi yang lebih luas. Bersama mitra strategis seperti Raycorp dan Quillacorp, Fakultas Farmasi Unpad menampilkan beragam hasil riset yang melibatkan kolaborasi lintas jenjang pendidikan—mulai dari Program Sarjana Farmasi, Sarjana Rekayasa Kosmetik, Magister Kosmetik, hingga Program Doktor Farmasi.

Dr. Apt. Soraya Ratnawulan Mita, M.Si. menjelaskan bahwa inovasi yang ditampilkan merupakan hasil kolaborasi pentahelix yang mencakup teknologi farmasi terkini, seperti:

  • Nano kosmetik dan fermented ingredient.
  • Ekstraksi terstandar dan teknologi DNA rekombinan.
  • Hilirisasi produk berupa skincare, hair care, patch, green cosmetic, edible cosmetic, hingga halal cosmetic.

Selain produk akhir, booth Fakultas Farmasi Unpad juga memamerkan bahan baku kosmetik inovatif—ekstrak tanaman, mineral laut terkonsentrasi, minyak sacha inchi, produk berbasis lebah, hingga sarang burung walet. Pengunjung turut diperkenalkan dengan layanan Laboratorium Kosmetik (Labcos), pusat konsultasi pengembangan merek yang mencakup penerapan CPKB, keamanan, standar mutu, dan klaim kosmetik.

Tidak hanya hadir sebagai peserta pameran, Fakultas Farmasi Unpad juga tampil sebagai pembicara pada sesi Seminar Universitas. Diwakili oleh Prof. Dr. rer. nat. Apt. Anis Yohana Chaerunisa, M.Si., topik "Eksplorasi Bahan Baku untuk Nano Kosmetika dengan Kearifan Lokal" memaparkan potensi bahan alam Indonesia dalam pengembangan nanoteknologi kosmetik.

Bagian dari Strategi Hilirisasi Unpad

Pengembangan Cantik.AI dan berbagai inovasi lainnya merupakan bagian dari program hilirisasi Universitas Padjadjaran yang didukung Kantor Sains dan Teknologi serta Direktorat Riset dan Hilirisasi Produk Unpad.

Direktur Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian pada Masyarakat (DRHPM) Unpad, Prof. dr. Nur Atik, M.Kes., Ph.D., menegaskan bahwa hilirisasi riset adalah langkah strategis untuk memastikan hasil penelitian benar-benar bermanfaat dan dapat diimplementasikan oleh masyarakat maupun industri.

Senada dengan hal itu, Dekan Fakultas Farmasi Unpad, Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika, S.Si., Apt., Ph.D., menyatakan pihaknya terus mengembangkan model hilirisasi berbasis kolaborasi pentahelix. Model ini melibatkan lima pemangku kepentingan—akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media—untuk mempercepat transformasi riset menjadi produk dan layanan yang bernilai guna.

Melalui penguatan kemitraan strategis, layanan laboratorium terstandar, dan pengembangan startup berbasis riset, Fakultas Farmasi Unpad berharap dapat mempercepat implementasi hasil penelitian ke dunia industri. Lebih dari sekadar memamerkan produk, kehadiran Cantik.AI di ICI 2026 menjadi sinyal arah baru: industri kosmetik Indonesia yang tidak lagi hanya bersaing pada formulasi, melainkan juga pada presisi, personalisasi, dan kecerdasan teknologi.