Back

Program Studi Sarjana Rekayasa Kosmetik

Program Sarjana Rekayasa Kosmetik dirancang untuk mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan berintegritas dalam pengembangan produk kosmetik yang aman, bermutu, dan berkelanjutan. Kurikulum kami mengintegrasikan dasar ilmu pengetahuan dan teknologi kosmetik dengan praktik laboratorium serta pengalaman langsung melalui kerja sama dengan industri dan pemangku kepentingan terkait. Mahasiswa akan dibekali keterampilan teknis dan manajerial yang didukung oleh tata kelola pendidikan yang baik (good governance). Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh kegiatan penelitian inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri. Lulusan program ini memiliki peluang karier luas sebagai formulator kosmetik, peneliti, quality control dan quality assurance, regulator, hingga wirausahawan di bidang kosmetik.

Mengapa Memilih Kami?

Interdisciplinary Excellence

Mengintegrasikan ilmu farmasi, kosmetik, dan manajemen bisnis

Future-Oriented

Fokus pada kosmetik halal dan ramah lingkungan, untuk mengembangkan produk berbasis bahan alami yang selaras kebutuhan masa depan.

Entrepreneurial Mindset

Mendorong mahasiswa untuk menjadi inovator dan wirausahawan di industri kosmetik

Strategi Pembelajaran

Project-Based Learning (PBL)

Simulasi pembuatan brand kosmetik secara menyeluruh, mencakup aspek regulasi, pemasaran, dan komersialisasi.

Fokus Green & Sustainable Cosmetics

Pengembangan bahan baku berbasis bioengineering (fermentasi mikroba), riset kemasan biodegradable, dan pengawet ramah lingkungan.

Kolaborasi Industri

Kerjasama aktif untuk program magang dan penelitian nyata.

Prospek Karir Lulusan

Formulator Kosmetik
Peneliti Kosmetik (Research & Development)
Quality Control (QC) & Quality Assurance (QA)
Regulatory Affairs Specialist (BPOM/Kemenkes)
Wirausaha di Bidang Kosmetik

Struktur Kurikulum

Dengan struktur kurikulum Sarjana Rekayasa Kosmetik, mahasiswa memiliki peluang untuk menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun (7 semester), dengan capaian pembelajaran yang terintegrasi mencakup aspek keilmuan, teknologi, industri, regulasi, dan kewirausahaan di bidang kosmetik. Durasi studi normal adalah 4 tahun (8 semester) dengan beban studi 154 SKS.

Tahun Pertama (Semester 1–2)

Pada tahun pertama, pembelajaran difokuskan pada penguatan landasan ilmu dasar (basic sciences) serta pembentukan karakter mahasiswa. Mata kuliah yang diberikan meliputi kelompok Mata Kuliah Umum (MKU) seperti Bahasa Indonesia, Pancasila, Kewarganegaraan, Agama, serta Olahraga, Kesenian, dan Kreativitas (OKK). Selain itu, mahasiswa memperoleh dasar keilmuan melalui Matematika, Biologi, dan Kimia, dan Fisika Dasar yang dilengkapi dengan kegiatan praktikum. Pada semester kedua, mahasiswa mulai diperkenalkan dengan dasar-dasar ilmu kosmetik melalui mata kuliah Kimia Analisis, Ilmu Kosmetik Dasar, Formulasi Sediaan Kosmetik, Anatomi dan Fisiologi, Mikrobiologi, Kimia Fisik, Fitokosmetik, serta Statistika, yang sebagian besar didukung oleh kegiatan praktikum untuk memperkuat pemahaman konseptual dan keterampilan laboratorium.

Tahun Kedua (Semester 3–4)

Pada tahun kedua, pembelajaran diarahkan pada penguasaan kompetensi inti di bidang formulasi, teknologi sediaan, bahan baku, dan analisis kosmetik. Mahasiswa mempelajari preparasi bahan baku kosmetik, khususnya berbasis bahan alam, serta teknologi formulasi berbagai bentuk sediaan kosmetik, meliputi sediaan likuid, semisolid lipofilik, dan semisolid hidrofilik, yang dilengkapi dengan kegiatan praktikum. Selain itu, mahasiswa dibekali dengan kemampuan analisis bahan kosmetik, pengembangan bahan baku, serta pemahaman mengenai Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), kesehatan kulit, dan estetika. Pada semester berikutnya, kompetensi mahasiswa diperluas melalui pembelajaran analisis instrumental, standarisasi bahan baku, bioteknologi, perawatan kulit dan tubuh, formulasi sediaan kosmetik solid, serta pengenalan kosmetika dekoratif dan kosmeseutikal.

Tahun Ketiga (Semester 5–6)

Pada tahun ketiga, pembelajaran menekankan pada aspek aplikasi ilmu dalam konteks industri, penelitian, serta regulasi kosmetik. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai metodologi penelitian, rekayasa proses sediaan kosmetik, stabilitas produk, klaim kosmetik, serta aspek keamanan kosmetik, termasuk pengembangan kemasan produk. Selain itu, mahasiswa mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pada semester enam, pembelajaran difokuskan pada aspek manajerial dan perilaku konsumen, meliputi customer market insight, manajemen kewirausahaan, sistem distribusi produk kosmetik, psikologi dan komunikasi kosmetik, serta komputasi kosmetik. Mahasiswa juga dibekali dengan kompetensi dalam penjaminan mutu, fasilitas produksi, sistem jaminan halal produk kosmetik, serta pengembangan produk dan bisnis kosmetik.

Tahun Keempat (Semester 7–8)

Pada tahun keempat, mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebesar ±20 SKS yang dapat berupa magang di industri kosmetik, lembaga penelitian, atau pengambilan mata kuliah pilihan di dalam maupun di luar program studi. Pada tahap ini, mahasiswa juga mulai menyusun proposal penelitian melalui mata kuliah seminar proposal. Pada semester akhir, mahasiswa menyelesaikan tugas akhir yang terdiri atas seminar hasil penelitian dan sidang sarjana komprehensif.

Gelar Akademik: Lulusan Sarjana Rekayasa Kosmetik akan mendapatkan gelar S.T. (Sarjana Teknik)

Jalur Masuk Program Studi Sarjana Rekayasa Kosmetik

Ada tiga (3) jalur masuk Program Studi Sarjana Rekayasa Kosmetik Fakultas Farmasi UNPAD, yaitu SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan seleksi mandiri yaitu Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP).