Nama Mata Kuliah : Pengantar Farmasi dan Etika
Kode Mata Kuliah : P10A.0201
Semester : Dua (II)
Bobot Mata Kuliah (SKS) : 2 (2-0)
Deskripsi Mata Kuliah
Secara keseluruhan mata kuliah pengantar ilmu farmasi berisi materi pendahuluan, profesi farmasi, pendidikan kefarmasian di Indonesia, pekerjaan kafarmasian dan kompetensinya, obat tradisional, obat dan pengembangan obat, perjalanan obat dalam tubuh, bentuk sediaan obat (BSO) dan disan BSO, BABE dan registrasi obat, struktur harga obat dan jalur distribusi obat, farmasi industri, farmasi perapotekan, farmasi rumah sakit, dan farmasi pemerintahan dan obat tradisional.
Capaian Pembelajaran Program Studi yang dibebankan pada MK
KK8. Memahami peraturan perundang-undangan dan artinya untuk praktik kefarmasian, urusan farmasetikal dan kesehatan masyarakat, khususnya mengatur penyiapan dan penyerahan sediaan farmasi dan produk terkait (“kuasi” obat, kosmetik, alat kesehatan, dan obat untuk regeneratif).
P2. Menguasai pengetahuan tentang manajemen farmasi, sosio-farmasi, hukum dan etik farmasi, teknik komunikas serta prinsip dasar keselamatan kerja.
KU1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang kefarmasian.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu:
Menjelaskan terminologi yang digunakan dalam herbal medicine serta pengertian dan ruang lingkup obat herbal,
Menjelaskan perkembangan obat herbal secara nasional dan internasional,
Mengidentifikasi, mengkarakterisasi, serta menstandarisasi bahan obat herbal baik dalam keadaan segar maupun yang berupa simplista,
Menjelaskan penggolongan obat herbal berdasarkan khasiat dan kandungan senyawa berkhasiat,
Menjelaskan aksi farmakologi kandungan tumbuhan obat,
Menyediakan berbagai bentuk sediaan obat herbal,
Menjelaskan ketoksikan, kontra indikasi, inkompatibilitas obat herbal,
Menjelaskan interaksi obat herbal dengan obat konvensional,
Menjelaskan cara reevaluasi dan reformulasi obat herbal,
Menjelaskan peran rasionalitas, intuisi, dan pengalaman dalam menyusun formula obat herbal,
Menyusun, mempresentasikan, serta mendiskusikan berbagai aspek obat herbal.
