[Jatinangor, 13/10/19] BEM Kemafar Unpad melalui angkatan 2018 (Doxepin) Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) berkolaborasi dengan FK Unjani, Pradipa FKG Unpad,  IYPG (Indonesian Young Pharmacist Group) Jawa Barat, Swamedika Nusantara, KSR Unpad, dan PMI Kabupaten Sumedang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pengobatan Gratis Interprofessional Collaboration dan Donor Darah di Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dengan tema kegiatan  MACCIATO (Mari Cintai Paru-Paru With Doxepin). Doxepin disini adalah nama angkatan 2018 Fakultas Farmasi Unpad.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, PT. Detik Print, IYPG Jawa Barat, PMI Kabupaten Sumedang, dan pemerintahan Desa Cimekar yang diwakili oleh Kepala Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial), Ening Ruhyanda.

Kegiatan ini merupakan agenda rutinan yang dilaksanakan tiap tahun oleh Bem Kemafar Unpad yang ditugaskan kepada angkatan kedua termuda fakultas Farmasi Unpad sebagai pelaksana yang bertujuan sebagai ajang pembelajaran bagi mahasiswa farmasi unpad untuk memulai  bersosialisasi dengan masyarakat sebelum nantinya terjun langsung kepada masyarakat sebagai seorang apoteker yang dituntut harus bisa berkomunikasi yang baik dalam mengedukasi masalah kesehatan terkait pemberian informasi obat.

Ada berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan diantaranya ialah medical check-up yang terdiri atas uji kolesterol, uji asam urat, dan uji glukosa, konsultasi dengan dokter umum, konsultasi dengan dokter gigi, pelayanan resep, pelayanan informasi obat. Acara ini difasilitasi oleh tim dokter dan tim apoteker berpengalaman yang diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang cukup memadai. 

Selain dari rangkaian kegiatan pengobatan gratis, pada kesempatan ini terdapat juga kegiatan donor darah yang bertujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial khusus bagi orang yang sehat baik itu dari warga desa cimekar maupun dari mahasiswa Farmasi Unpad itu sendiri supaya lebih terdorong untuk berbagi dan membantu kepada sesama yang membutuhkan karena sedikit darah yang bisa kita sumbangkan akan berarti bagi kehidupan dan memberikan harapan besar bagi yang membutuhkan.

Kegiatan Pengobatan gratis berlangsung dari jam 08.30 WIB sampai jam 12.00 WIB dan kegiatan donor darah berlangsung dari jam 10.00 WIB sampai jam 13.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri sekitar 180 peserta. 150 diantaranya adalah warga desa cimekar dan kurang lebih 30 diantaranya dari mahasiswa farmasi Unpad.Berdasarkan data yang diperoleh,  dokter gigi terdapat 26 pasien, dokter umum terdapat 100 pasien, dan donor darah terdapat 54 pendonor. Dan kurang lebih 30 diantaranya berasal dari mahasiswa Farmasi Unpad sebagai pendonor. Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana tanda ada kendala.

“Harapannya kegiatan PKM ini bisa bermanfaat kepada masyarakat terutama dalam hal masalah kesehatan semoga cukup terobati, dan kegiatan ini harapannya bukan hanya sekedar wujud pelaksanaan sebuah kewajiban dari Tri Dharma perguruan tinggi di Indonesia yang  ditakutkan akan luntur rasa kepeduliannya setelah kewajiban tertunaikan. Namun lebih dari itu, selepas dari kegiatan ini diharapkan dari mahasiswa farmasi Unpad meningkat rasa kepedulian sosial terhadap sesama dan rasa itu melekat didalam jiwanya. Ini bukanlah akhir untuk berhenti belajar menjadi pribadi bermanfaat, ini merupakan awal bagi kita untuk belajar menebar kebermanfaatan lebih luas,” Ujar Achmad Al Baihaqi ketua pelaksana PKM (Macciato) 2019.

[Jatinangor, 31/7/2019] Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah mengumumkan Penetapan Peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 Tahun 2019. Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil meloloskan 4 Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan 2 diantaranya adalah dari Fakultas Farmasi.

2 tim tersebut adalah :

  1. PKM-Penelitian (PKM-PE) yaitu “Validasi Metode Pemisahan Teknesium-99m-Alfa mangostin dan Iodium-131-Alfa mangostin sebagai Pendeteksi Kanker Payudara Baru menggunakan HPLC Gamma-Counter” dengan ketua tim Luthfi Utami Setyawati (260110150013) dan dosen pembimbing Prof. Muchtaridi, Ph.D., Apt.
  2. PKM-Kewirausahaan (PKM-K) dengan judul “PLESETAN (Plester Penutup Luka Turbinaria ornata): Inovasi Penutup Luka Alami Hasil Pemanfaatan Bahan Bahari” dengan ketua tim Dede Jihan Oktaviani (260110160044 ) dengan dosen pembimbing Dr. Ade Zuhrotun, M.Si, Apt.

Prestasi ini melanjutkan tradisi lolos ke PIMNAS setiap tahunnya, dan membuka peluang untuk melanjutkan tradisi meraih medali di PIMNAS tiap tahunnya.

PIMNAS ke 32 akan diselenggarakan pada tanggal 27 – 31 Agustus 2019 di Universitas Udayana Jl. Raya Kampus UNUD, Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Jimbaran, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali.

Pimpinan Fakultas Farmasi mengucapkan selamat atas lolosnya 2 tim PKM ke PIMNAS dan semoga bisa meraih medali Emas di PIMNAS ke 32 nanti. Selain itu, prestasi ini diharapkan diikuti oleh adik-adik kelasnya.

[Jatinangor, 25/3/19] 2 Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berhasil di danai Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) tahun 2019. 2 Proposal ini merupakan bagian dari total 13 proposal PKM dari Universitas Padjadjaran yang didanai.

Judul proposal yang didanai untuk kategori PKM-Penelitian (PKM-PE) yaitu “Validasi Metode Pemisahan Teknesium-99m-Alfa mangostin dan Iodium-131-Alfa mangostin sebagai Pendeteksi Kanker Payudara Baru menggunakan HPLC Gamma-Counter” dengan ketua tim Luthfi Utami Setyawati (260110150013) dan dosen pembimbing Prof. Muchtaridi, Ph.D., Apt..

Proposal yang kedua untuk kategori PKM-Kewirausahaan (PKM-K) dengan judul “PLESETAN (Plester Penutup Luka Turbinaria ornata): Inovasi Penutup Luka Alami Hasil Pemanfaatan Bahan Bahari” dengan ketua tim Dede Jihan Oktaviani (260110160044 ) dengan dosen pembimbing Dr. Ade Zuhrotun, M.Si, Apt.

Analisis sediaan radiofarmaka perlu divalidasi

Luthfi Utami Setyawati menjelaskan bahwa PKM PE yang akan didanai ini berisi tentang validasi metode analisis sediaan radiofarmaka. Menurutnya, sediaan radiofarmaka merupakan gabungan dari pengobatan konvensional dari obat sintesis maupun bahan alam dan teknologi nuklir.

“Saat ini radiofarmaka tengah mengalami perkembangan di Indonesia. Kebetulan salah satu dosen FFUP telah berhasil membuat sediaan radiofarmaka, namun masih banyak langkah yang harus ditempuh sebelum sediaan radiofarmaka tersebut bisa dipatenkan, salah satunya yaitu kita harus memastikan bahwa sediaan yang diinginkan telah berhasil terbentuk karena proses pembuatan sediaan radiofarmaka bisa dibilang berbeda dengan pembuatan obat konvensional.” ujar Luthfi.

“Salah satu cara yang bisa menganalisis keberhasilan sintesis radiofarmaka yaitu dengan analisis menggunakan HPLC gamma counter. Metode analisis harus divalidasi untuk menjamin bahwa metode yang digunakan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan.” tambahnya.

PLESETAN (Plester Penutup Luka Turbinaria ornata) muncul dari potensi Indonesia

Sementara itu, Dede Jihan Oktaviani menjelaskan bahwa Ide PKM Plesetan ini muncul karena melihat potensi Indonesia dari segi bahari yang sampai saat ini pemanfaatannya belum maksimal.

“Pada PKM ini produk yang dihasilkan berupa plester yang mengandung bahan alami dari alga Turbinia ornata yang digunakan sebagai penutup luka.” Ujar Dede Jihan.

“Rencananya kita juga ingin bekerja sama dengan petani alga di daerah Pameungpeuk Garut untuk membentuk suatu PIRT sehingga meningkatkan perekonomian disana disamping memanfaatkan kekayaan laut Indonesia untuk dijadikan suatu produk yang bermanfaat.” lanjutnya.

Dede Jihan juga berpesan kepada adik kelas di Fakultas Farmasi agar bisa mengikuti jejaknya dikemudian hari.

“Untuk teman-teman jangan takut untuk ikut PKM, kalian bisa tuangkan ide-ide kalian melalui PKM. Jangan pernah berpikir tidak bisa sebelum melakukannya. Semangat terus untuk berkarya” tutupnya.

Daftar PKM Universitas Padjadjaran yang didanai Tahun 2019

No. Pengusul Judul Skim
1 Dinta Eka Putri Ardiyani
140210150090
S1 Kimia
PAK RAHMAN (PEMANFATAN EKSTRAK ALGA MERAH (Eucheuma cottonii) SEBAGAI SUMBER FITOHORMON UNTUK PERTUMBUHAN KEDELAI (Glycine max L.)) PKM-PE
2 EMILIA VIVI ARSITA
140410150097
S1 Biologi
EKS-PACTOR : Ekspresi Gen Apoptosis MCF-7 Sel Kanker Payudara Terhadap Ekstrak Cladosporium PKM-PE
3 Geofanny Sarah
140210160005
S1 Kimia
KOMPOR LANSIA (Komposit Hidroksiapatit-Lantanum Oksida) dari Cangkang Telur Ayam dengan Metode Hidrotermal PKM-PE
4 Hadist Hasanah
140210150072
S1 Kimia
Ekstrak Erythrina subumbrans sebagai Bahan Obat Baru untuk Radang Paru-paru (Klibsella pneumoniae) PKM-PE
5 Hendri Setiawan
140210150005
S1 Kimia
Komposit Biomaterial Hidroksiapatit Biochar dari Cangkang Telur Ayam dan Sekam Padi sebagai Adsorben Limbah Cair PKM-PE
6 Luthfi Utami Setyawati 
260110150013 
S1 Farmasi
Validasi Metode Pemisahan Teknesium-99m-Alfa mangostin dan Iodium-131-Alfa mangostin sebagai Pendeteksi Kanker Payudara Baru menggunakan HPLC Gamma-Counter PKM-PE
7 Mita Ayu Destriana
140410150029
S1 Biologi
PENGARUH INDUKSI SPEKTRUM CAHAYA LED TERHADAP PRODUKSI BIOPIGMEN Arthrospira sp. PKM-PE
8 Santanu Nugraha
140210150049
S1 Kimia
“AA ERIS PP” AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BATANG Erythrina subumbrans (Fabaceae) SEBAGAI PENCEGAH PENUAAN PKM-PE
9 Try Hutomo Putra
140310150028
S1 Fisika
PENDINGIN GELEMBUNG NANO UNTUK MENGATASI KEGAGALAN SISTEM PENDINGIN AKTIF REAKTOR NUKLIR PKM-PE
10 Wahyu Syahrul Ramadhan
130110170109
S1 Kedokteran
EKSPLOR (Ekstrak Spons Laut Aaptos suberitoides): Pemanfaatan Kekayaan Maritim Indonesia sebagai Inovasi Pengembangan Pengobatan Kanker berdasarkan Parameter Kematian dan Migrasi Sel Kanker Kolon Caco2 dan HCT 116 PKM-PE
11 Wanda Destiarani
140210150076
S1 Kimia
BIOSMS : BIOGEOGRAFI DAN STUDI MIGRASI SUKU SUNDA MENGGUNAKAN ANALISIS FILOGENETIK DNA MITOKONDRIA PKM-PE
12 Dede Jihan Oktaviani
260110160044 
S1 Farmasi
PLESETAN (Plester Penutup Luka Turbinaria ornata): Inovasi Penutup Luka Alami Hasil Pemanfaatan Bahan Baharj PKM-K
13 Muhamad Imam Muhajir
140210160017
S1 Kimia
Jemukti (Jentik Nyamuk Mati) Pembasmi Jentik Nyamuk dari Limbah Kulit Jeruk Nipis untuk Mengurangi Penyebaran Penyakit Demam Berdarah PKM-K

[Bandung, 15/03/19] Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka Dies Natalis ke-60 Farmasi Unpad di pelataran Trans Studio Mall, 15 Maret 2019.

Target kegiatan PKM kali ini adalah masyarakat yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit sindroma metabolik, yaitu komunitas masyarakat menengah ke atas yg seringkali menghabiskan weekend di mall untuk berbagai aktivitas termasuk kuliner. Untuk ini dilakukan layanan pengecekan kesehatan, pemeriksaan laboratorium, konsultasi kesehatan, edukasi gaya hidup sehat yang dilakukan oleh Tim PKM yang terdiri dari apoteker, dokter dan perawat. Selain pengunjung mall, PKM dihadiri pula oleh alumni dan mahasiswa Farmasi Unpad.

“Pengabdian kepada Masyarakat kali ini diadakan di Mall, sebagai upaya untuk mengingatkan pentingnya hidup sehat bagi para pengunjung Mall.

Aktivitas PKM yg lain adalah mini talkshow terkait penyakit pencegahan penyakit influenza yang dibawakan oleh Dr. Erwin Setiawan dari Bagian Pelayanan Unit Klinik dan Imunisasi PT Biofarma. Penyakit yang sangat mudah ditularkan ini akhir-akhir ini meningkat prevalensinya akibat cuaca yang kurang bersahabat sehingga sangat penting dilakukan pencegahannya terutama bila kita sering beraktivitas di area terbuka dan melibatkan banyak orang

Acara berlangsung sukses yang ditandai dengan penuhnya stand yang telah disediakan, juga antusiasnya para pengunjung Mall.

“Ucapan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada para sponsor yang mendukung acara ini yakni, PT. Cendo Pharmaceutical Industries, PT. Biofarma, dan PT. Kimia Farma.” tutup Prof. Ajeng.

Berikut galeri foto kegiatan PKM

[Jatinangor, 9/8/2018] Universitas Padjadjaran berhasil mengirimkan 3 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 di Universitas Negri Yogyakarta pada 28 Agustus – 3 September 2018 mendatang. Salah satu timnya adalah “Neng Daysi”, PKM-Kewirausahaan yang diketuai oleh Mahasiswa Farmasi, Novi Dwi Apriliani dengan dosen pembimbing Dr. Ade Zuhrotun, M.Si, Apt.

Berikut adalah kisah pengalaman tim “Neng Daysi” yang diungkapkan Novi di sela-sela kesibukan kegiatan akademiknya.

Perjalanan menuju pimnas

Setelah serangkaian seleksi proposal di Universitas, akhirnya proposal kami dapat lanjut untuk seleksi pendanaan dari Kemenristekdikti. Kami mengunggah proposal di hari terakhir dengan berbagai trouble didalam sistemnya.

Berhasil didanai Kemenristekdikti

Setelah sekian lama, ketika rasanya hampir lupa pernah mengajukan proposal PKM, tiba-tiba saya dikabari oleh BEM Kemafar bahwa proposal tim saya lulus didanai, kami menjadi salah satu dari 55 proposal terpilih dalam pendanaan.

Sehari setelah pengumuman pendanaan, saya dan tim memulai kembali koordinasi. Tim saya adalah tim yang sangat lengkap, kami semua berbeda jurusan dan ada juga yang berbeda angkatan. Tim kami terdiri dari Prodi Farmasi, Administrasi Pemerintahan, Administrasi Publik, Matematika dan Agribisnis. Saya adalah orang terakhir yang bergabung kedalam tim tersebut, dan diamanahi menjadi ketua tim untuk kegiatan ini.

Pengalaman berharga dalam membentuk tim

Kesempatan berada dalam tim ini adalah salah satu kesempatan yang sangat menarik, saya belajar banyak hal dalam memimpin dan berkoordinasi, mulai dari bagaimana menyatukan berbagai karakter dan idealisme dari masing masing anggota, bagaimana mengenali potensi, mengelola energi dalam tim, segalahal tentang produksi dan tentunya tentang menjaga kekompakan meski terdapat berbagai perbedaan dalam pembawaan masing-masing. Tak dipungkiri, kami pernah beberapa kali menghadapi masalah-masalah internal dalam tim, tapi itu semua adalah pembelajaran berharga untuk kami.

Alami kegagalan dengan kerugian dana besar

Bila dihitung sejak pengumuman pendanaan, kurang lebih 3 bulan masa efektif kegiatan PKM ini sejak April hingga Juni 2018. Pada awalnya membuat produk nasi herbal instan ini kami mengalami kegagalan hingga menghabiskan biaya yang cukup besar dalam Riset dan Pengembangannya, kami telah melakukan 3 kali perubahan metode produksi, hingga akhirnya didapat metode terbaik meski dengan alat produksi yg seadanya.

Selama 3 bulan ini kami melakukan berbagai publikasi, dan pengembangan usaha catering.

Persiapan singkat menghadapi Monev Ristekdikti

Setelah serangkaian monev internal, tiba saatnya monev dikti. Persiapan monev dikti ini sangat singkat hanya sekitar 4 hari karena sebelumnya kami masih pekan UAS dan monev ini maju 10 hari dari perkiraan.

Dalam 4 hari ini kami harus menyelesaikan laporan, rekap keuangan, poster, ppt, logbook dan latihan presentasi. Dengan persiapan seadanya dan semampunya monev Dikti ini dapat kami lewati.

Pengumuman terpilih Pimnas ibarat mimpi

3 minggu kemudian, tibalah hari pengumuman pimnas, tiba-tiba grup PKM yang sepi karena liburan jadi ramai karena chat dari dosen pembimbing kami ibu Ade Zuhrotun yg mengabarkan bahwa kami masuk pimnas.

Rasanya seperti mimpi dan tidak menyangka, kami terpilih menjadi satu dari 3 kelompok yang mewakili Unpad di ajang Pimnas 31 di UNY. Syukur tak henti terucap, dan tentunya terimakasih kami kepada seluruh temen-temen dan civitas akademik Unpad yang senantisa membantu dan mendukung kami.

Mohon doanya agar bisa meraih medali emas

Mohon doanya semoga kami bisa melakukan yang terbaik di ajang Pimnas tahun ini dengan meraih medali Emas, dan produk Neng Daysi ini dapat senantiasa berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.

[Cirebon, 7/8/18] Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Herbal untuk Mengatasi Gangguan Ginjal” di Aula Pemda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dihadiri sekitar 180 anggota Dharma Wanita dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, pada Rabu, 7 Agustus 2018.

Ketua Panitia Dharma Wanita, Kabupaten Cirebon, Ellin Herlina Bambang Sumardi, S.PSi. mengundang Tim Penyuluh Herbal Fakultas Farmasi Unpad untuk memberikan materi pemanfaatan herbal pada kegiatan rutin pertemuan Dharma Wanita.

Kegiatan ini, merupakan lanjutan dari penyuluhan sebelumnya, yaitu pada September 2017 di RS. Arjawinangun. Pada waktu itu mengangkat tema “Herbal untuk Penanganan Penyakit Kanker: Filosofi dan Saintifikasi Jamu”.

Kegiatan penyuluhan kali ini, dipimpin oleh Prof. Dr. Moelyono MW. sebagai Ketua Tim, beserta angggota tim yang terdiri dari: Dr. Yasmiwar Susilawati, MSi., Dr. Ade Zuhrotun, MSi., Ami Tjitraresmi MSi, Ferry Ferdiansyah, MSi., Dra. Rr. Sulistiyaningsih, M.Kes. Dr. Aliya Nur Hasanah, M.Si dan Dr. Rini Hendriani, M.Si.

Pemateri pada kegiatan ini adalah : 1. Dr. Rini Hendriani, Dosen dan Peneliti Bidang Farmakologi, 2.Prof. Dr. Moelyono, Guru Besar Etnofarmasi, 3. Fery Ferdiansyah, Dosen dan Peneliti Bidang Farmasi Bahan Alam.

Dr. Rini Hendriani menyampaikan materi tentang fungsi organ ginjal pada tubuh, patologi penyakit gangguan ginjal dan cara sehat memelihara fungsi ginjal. Penggunaan obat-obatan kimia yang tidak terkontrol dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.

 

Untuk itu, cara terbaik memelihara ginjal adalah dengan menjaga asupan air yang cukup yaitu 2 liter air atau 8 gelas per hari dan jangan menahan buang air kecil.

Prof. Moelyono menyampaikan filosofi pengobatan herbal. Tubuh manusia adalah suatu sistem yang hidup, demikian pula dengan herbal, sama-sama sistem yang hidup, karena itu pengobatan dengan herbal akan cocok dan sesuai untuk pengobatan karena berasal dari alam.

Metabolit sekunder dalam tumbuhan tidak hanya satu macam, tetapi terdiri dari berbagai macam kandungan kimia yang akan bekerja sinergis untuk menangani penyakit. Apabila diumpamakan enzim dalam tubuh itu adalah kunci dan metabolit sekunder itu adalah anak kunci, maka anak kunci yang banyak ini akan dapat menemukan lubang kunci yang tepat dan mengklik-kan kunci tersebut sehingga dapat menimbulkan efek farmakologis tertentu.

Sehingga dengan demikian, bukan hal yang tidak mungkin satu tumbuhan obat dapat menimbulkan efek yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan dalam masyarakat, seringkali ada istilah “obat dewa” karena kemampuan herbal yang sama, namun mampu mengobati banyak jenis penyakit. Prof. Moelyono juga mengajak peserta untuk menjaga tiga pola hidup sehat, yaitu pola makan, pola tidur dan pola pikir.

Sedangkan Feri Ferdiansyah, menambahkan tentang informasi herbal yang digunakan dalam penanganan gangguan ginjal seperti: herba Meniran, daun Tempuyung, Daun Sukun, Rambut Jagung, Daun Sendok, Daun Kejibeling, dan Herba Seledri. Masyarakat perlu mengetahui pula interaksi obat herbal dengan obat kimia, seperti dengan obat antidiabetes, antihipertensi dan kortikosteroid.

Masyarakat juga diajak untuk cerdas dalam memilih obat herbal yang beredar dipasaran dengan memperhatikan kandungan herbal, dosis, aturan pakai, indikasi, kontra indikasi dan nomor izin edar yang dapat dilihat di situs resmi cek klik BPOM.

“Kegiatan sosialisasi penggunaan herbal ini akan diteruskan ke daerah-daerah lainnya untuk terus meningkatkan pemanfaatan herbal dalam upaya preventif, promotif dan kuratif suatu penyakit,” kata Dr. Yasmiwar Susilawati, M.Si., Dosen dan Peneliti Herbal, Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi UNPAD.

Sumber : herbaindonesia.com

[Bekasi-14/08/17] Fakultas Farmasi ikut meramaikan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan Penelitian “Supercamp 2017” di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat yang merupakan hasil kerjasama antara Universitas Padjadjaran, Pemda Kabupaten Bekasi, dan Pemprov Jawa Barat.

Muara Gembong merupakan sebuah Kecamatan yang terletak di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Muara Gembong terletak di wilayah Kabupaten Bekasi bagian Utara, paling utara dari 5 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, berbatasan dengan teluk sekitar Tanjung Priuk Jakarta.

Pada Kecamatan Muara Gembong ini terdapat 6 (enam) Kelurahan/Desa, yatu sebagai berikut: Jayasakti, Pantai Harapanjaya, Pantai Sederhana, Pantai Bahagia, Pantai Bakti dan Pantai Mekar. 

Tim Supercamp Fakultas Farmasi terdiri dari 45 personel Dosen dan Mahasiswa yang dibagi menjadi 2 cluster dan terdiri dari 8 kegiatan dengan topik “Pemanfaatan Potensi Desa di Kecamatan Muara Gembong Berbasis Produk dan Layanan Kefarmasian” , yaitu :

No Judul Jumlah Personel Target Sasaran Tanggal kegiatan
Dosen Mahasiswa
A.    Cluster Ekonomi Kerakyatan
1 Pembuatan PIRT (sabun cair antiseptik) sebagai upaya peningkatan keterampilan ibu PKK Desa Pantai Bakti 5 Ibu pkk, ds Desa Pantai Bakti 15/8
2 Pemanfaatan Tanaman Obat berbasis Minyak Atsiri dan Virgin Coconut Oil sebagai Produk Antinyamuk Alami untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Pantai Jaya Sakti 6 Ibu pkk, ds Jaya Sakti 15/8
3 Pemanfaatan tanaman mangrove sebagai jamu kesehatan di Desa Pantai Mekar 4 Balai Pengobatan, ds Pantai Mekar 15/8
4 Pemanfaatan rumput laut di Desa Pantai Bakti –Bekasi dalam Pembuatan Sediaan Sabun Cuci Tangan 4 Ibu pkk, ds Pantai Bakti 15/8
5 Pemanfaatan rumput laut karagenan sebagai penstabil makanan di Pantai Bakti 3 3 Ibu pkk, ds Pantai Bakti 15/8
6 Pembinaan Produksi Soyghurt Warga Desa Jaya Sakti Kecamatan Muara Gembong Untuk Meningkatkan Tambahan Ekonomi Masyarakat 7 Ibu pkk, ds Jaya Sakti 15/8
7 Pembuatan TOGA untuk penyakit ISPA dan DIare di Desa Harapan Jaya 4 Majlis taklim, Ds Harapan Jaya 14/8
B.    Cluster Kesehatan
8 Pemberian Informasi Obat dan Riset mengenai Pengembangan Pelayanan Kefarmasian di Desa Pantai Mekar 5 4 Balai Pengobatan, ds Pantai Mekar 14-15/8
Total 38 7

Kegiatan “Supercamp Unpad 2017” ini dilaksanakan pada:

Hari                 : Minggu – Selasa
Tanggal           : 13 – 15 Agustus 2017

Khususnya untuk Fakultas Farmasi dilaksanakan pada tanggal 14-15 Agustus 2017. Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatannya :

Pemberian Informasi Obat dan Riset mengenai Pengembangan Pelayanan Kefarmasian di Desa Pantai Mekar

Pembuatan TOGA untuk penyakit ISPA dan Diare di Desa Harapan Jaya

Pembuatan TOGA untuk penyakit ISPA dan DIare di Desa Harapan Jaya

Pelayanan Informasi Obat

Pembinaan Produksi Soyghurt Warga Desa Jaya Sakti Kecamatan Muara Gembong Untuk Meningkatkan Tambahan Ekonomi Masyarakat

Pembuatan PIRT (sabun cair antiseptik) sebagai upaya peningkatan keterampilan ibu PKK Desa Pantai Bakti

Pemanfaatan rumput laut karagenan sebagai penstabil makanan di Pantai Bakti

Pemanfaatan Tanaman Obat berbasis Minyak Atsiri dan Virgin Coconut Oil sebagai Produk Antinyamuk Alami untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Pantai Jaya Sakti

Pemanfaatan rumput laut di Desa Pantai Bakti –Bekasi dalam Pembuatan Sediaan Sabun Cuci Tangan

Dalam rangka pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang pendanaan tahun 2016, telah dilaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) eksternal pada Senin (27/06/16) hingga Rabu (29/06/16). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bale Rancage, gedung Rektorat lantai IV Universitas Padjajaran. Tujuan dilaksanakan monev adalah untuk pemantauan pelaksanaan PKM, memberikan penilaian monev dan laporan kemajuan terhadap tim, monitoring dan evaluasi hasil pengajuan proposal, dan penentuan keikutsertaan tim PKM yang akan diundang ke PIMNAS di Institut Pertanian Bogor. Reviewer yang menilai dari Ristek DIKTI.

Peserta dari Fakultas Farmasi yang mengikuti monev eksternal ini berjumlah 12 orang. Terdapat 7 tim PKM penelitian, dengan nama ketua kelompok diantaranya: Ratna Mutia Kharisma, Deby Tantina, Nadiya Nurul Afifah, Annisa Eka Fitrianti, Hanifa Nuraini, Yuliani Septiani, dan Dewi Lutfiani; 4 tim PKM kewirausahaan, dengan nama ketua kelompok diantaranya: Vania Putri, Desy Rohadatul Aisy, dan Resa Handayani, Dhita Dwi Pricillia; dan 1 tim PKM pengabdian dengan nama ketua kelompok: Astri Sherly Inggriani.

Monev

MONEV ini dilaksanakan dengan presentasi 10 menit dan diskusi dengan reviewer 10 menit. Monev PKM ini bukan merupakan hasil akhir kegiatan PKM, namun merupakan proses. Dalam monev ini terdapat pertanggungjawaban dana hibah dan yang tak kalah penting adalah penilaian terhadap kekompakkan tim dan peran dosen pembimbing. Karena DIKTI tidak memantau di lapangan, maka ditampilkan dokumentasi kegiatan dan produk yang dihasilkan (untuk PKM-K). MONEV ini terlaksana dengan lancar karena peserta monev sudah terjadwal sehingga dapat diantisipasi sebelumnya.

Monev PKM merupakan kegiatan bergengsi tingkat Nasional, maka dari itu kami mengucapkan selamat kepada teman-teman yang telah mengikuti MONEV PKM ini dengan baik. Semoga mendapat hasil terbaik untuk dapat lolos ke PIMNAS.