Kurikulum dan Metode Pembelajaran

Kurikulum yang diterapkan di Program Studi Profesi Apoteker  mengikuti standar kurikulum Perguruan Tinggi dan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi (APTFI), ditambah beberapa mata kuliah muatan lokal. Kurikulum ini secara berkala diubah setiap 5 (lima) tahun dalam suatu lokakarya perubahan kurikulum dan dievaluasi setiap tahun. Pendidikan di Program Studi Sarjana Farmasi terdiri dari 2 semester dengan beban studi minimum 36 SKS.

Semester 1

Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Bobot sks
(1) (2) (3)
MATA KULIAH WAJIB
P12A.0101 Farmakoterapi Terapan 2
P12A.0102 Farmasi Rumah Sakit 2
P12A.0103 Compounding and Dispensing 2
P12A.0104 Manajemen Farmasi 2
P12A.0105 Biofarmasetika Terapan dan Farmakokinetika Klinik 2
P12A.0106 Komunikasi dan Konseling 2
P12A.0107 Farmasi Industri 2
P12A.0108 Pemastian Mutu 2
P12A.0109 Ilmu Kesehatan Masyarakat 2
P12A.0110 Fitoterapi Terapan 2
P12A.0111 Pelayanan Kefarmasian 2
Jumlah 22

Semester 2

Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Bobot sks
(1) (2) (3)
MATA KULIAH WAJIB
P12A.0201 PKPA Apotek 4
P12A.0205 Ujian 2
MATA KULIAH PILIHAN (2 Pilihan) 8
P12A.0202 PKPA Industri

 

4
P12A.0203 PKPA Rumah Sakit

 

4
P12A.0204 PKPA Pemerintahan 4
P12A.0205 PKPA Distribusi 4
Jumlah 14

Metode, Bentuk dan Program Pembelajaran

Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Program Pembelajaran Metode

Pembelajar-

an

Bentuk Pembelaar-an Dosen
P12A.0101 Farmakoterapi Terapan  Konsep penyakit gangguan gangguan Kardiovaskular , pernapasan , saraf- psikiatri / Saluran Cerna , Saluran Kemih dan Ginekologi , Endokrin ,Mata, Hidung, Telinga dan Tenggorokan , Darah-, Imunologi ,Tulang dan Sendi ,Kulit ,Penyakit Infeksi ,Onkologi ,Ginjal , Nutrisi dan Gawat Darurat dan pengobatannya, Pembahasan tentang pengobatan farmakologi dimulai dari pengenalan obat yang berkaitan dengan sifat kimia, aspek farmakokinetik, aspek farmakodinamik (mekanisme kerja, efek farmakologi, efek samping atau efek toksik), kontraindikasi, dan interaksi obat, hingga penggunaan terapeutiknya. Studi kasus Kuliah 1.  Prof. Dr. Anas Subarnas, MSc, Apt.

2. Prof. Dr. Ahmad Muhtadi, MS, Apt.

3. dr. Budi Prihartanto, SpPd.

P12A.0102 Farmasi Rumah Sakit Sistem pelayanan di RS, Standar praktik pelayanan kefarmasian di RS, Manajemen Logistik, Patient safety,  Mutu FRS, Manajemen operasional, Peran dan fungsi apoteker, Handling cytotoxic,

Produksi dan pengemasan ulang

Diskusi kelompok Kuliah 1. Angga Prawira Kautsar, MARS, Apt.

2. Dra. Emma Surahman, M.Si., Apt.

3. Insan  Sunan K., M.KM., Apt

4 . Dra. Pratiwi, MFar, Apt.

P12A.0103 Compounding and Dispensing Aspek aspek dalam penyiapan/peracikan sediaan farmasi sesuai standar mutu.  Materi yang diberikan terdiri dari : Ketentuan, persyaratan mutu dan penetapan kualifikasi sediaan farmasi non-steril dan steril,  peracikan (compounding) sediaan farmasi non-steril, steril dan sitoksik. Simulasi Kuliah 1. Dr. Marline Abdassah B.,MS., Apt.

2. Soraya Ratnawulan Mita, M.Si, Apt.

3. R. Chandra Haribowo, S.Si., MM., Apt.

P12A.0104 Manajemen Farmasi Pendahuluan, Fungsi Manajemen, Struktur Manajemen, Syarat Manajemen, Blue and Red Ocean Principle,  Value Management, Management Skills for Pharmacist, Penyusunan Cash Flow Budget, Kegunaan Cash Flow dan Studi Kasus, Akuntansi Keuangan Dilihat dari Sudut Pandang Manajerial. Penggunaan Rasio dalam Analisis Laporan Keuangan, Manajemen Persediaan dan Studi Kasus, Studi Kelayakan Pendirian Apotek, Kolaboratif Kuliah 1. Auliya A. Suwantika, S.Si, Ph.D, Apt.

2. Dr. Mas Rahman Rustan, MM, Apt

P12A.0105 Biofarmasetika Terapan dan Farmakokinetika Klinik Fase Biofarmasetik obat (Pelepasan, Disolusi dan Absorpsi) sebagai salah satu fase perjalanan obat di dalam tubuh menuju ke tempat aksinya, Faktor-faktor yang berpengaruh dalam tiap fase yang terkait dengan aspek sifat fisika kimia obat, faktor formulasi dan teknologi, bentuk sediaan, rute pemberian dan faktor fisiologis yang berperan dalam bioavailabilitas obat. Juga akan mengkaji pengklasifikasian obat ditinjau dari sifat biofarmasetiknya (sistem BCS), Korealasi In Vitro In Vivo dan Uji Bioavailabilitas-Bioekuivalensi. Praktisi akan menyampaikan aspek-aspek terkait upaya pengembangan obat yang bermasalah dalam kelarutan dan bioavailablitasnya. Praktisi klinisi akan menyampaikan aspek terkait TDM, Penyesuaian Dosis terkait pediatrik, geriatrik, penyakit hati, ginjal dan penyakit-penyakit lain.

 

Studi Kasus Kuliah 1. Taofik Rusdiana, PhD, M.Si., Apt.

2. Dra. Ni Nyoman Wiwik, MSi, Apt.

 

P12A.0106 Komunikasi dan Konseling Komunikasi interpersonal/konseling  kepada individu, keluarga dan masyarakat dengan pokok-pokok bahasan : dasar komunikasi, komunikasi efektif, prinsip hubungan antar manusia, komunikasi interpersonal, keterampilan inti konseling apoteker, penerapan komunikasi interpersonal / konseling apoteker, dan keterampilan komunikasi dalam kegiatan kelompok Studi kasus Kuliah 1. Dr. Keri Lestari, M.Si, Apt.

2. Sriwidodo, M.Si., Apt.

3. Drs. Sohadi Warya, M.Si., Apt.

 

P12A.0107 Farmasi Industri Pengembangan produk/ Product development, Pengawasan Mutu (QC), Scale up, Pengolahan/ Mesin dan Peralatan, Pengadaan dan Pengendalian Persediaan (PPIC), Registrasi Produk , cGMP , CPOB Indonesia, Peraturan & perundangan lain yang terkait, Safety, Health, Enviroment Management dan pengolahan limbah. Simulasi Kuliah 1.  Dr. rer.nat Anis Yohana Ch., M.Si., Apt..

2.  Nasrul Wathoni, M.Si.,Ph.D.,  Apt.

 

P12A.0108 Pemastian Mutu Konsep Mutu, Pemastian Mutu, Manajemen Mutu, Pelatihan Personil, Dokumentasi, Pengambilan contoh (sampling) , Validasi, Penyelidikan Kegagalan/Penyimpangan batch,  Inspeksi diri (self inspection), Penanganan Keluhan, Penarikan Obat Jadi dan Obat Kembalian, Penilaian Pemasok (Vendor Evaluation), Manjemen Resiko, Pengendalian Perubahan, Cara Penyimpanan dan Pengiriman Obat yang baik,Tinjauan Manajemen., Globalization and health, Sistem kesehatan Indonesia Diskusi kelompok Kuliah 1. Muchtaridi, Ph.D, M.Si.,Apt.

2. Drs. Dradjad Priambodo, Apt.

3.  Drs. Basuki Hadi, MM, Apt.

P12A.0109 Ilmu Kesehatan Masyarakat Pengantar ilmu kesehatan masyarakat, Public Health Pharmacy, Konsep dan teori sehat dan sakit, Derajat kesehatan masyarakat, Riset dalam kesehatan masyarakat, Epidemiologi penyakit menular dan tidak menular, Kesehatan lingkungan, Kesehatan kerja, Konsep pencegahan penyakit, Konsep dan teori perubahan perilaku kesehatan, Pengaruh budaya dalam promosi kesehatan, Konsep promosi kesehatan masyarakat, Seminar Kuliah 1.  Dra. Rr. Sulistianingsih, M.Kes., Apt.

2.  Dra. Wiwiek Indriyati., M.Si., Apt.

3.  Rizky Abdulah, Ph.D., Apt.

P12A.0110 Fitoterapi Terapan Perbedaan antara fitoterapi dengan farmakoterapi,  Sistem teraputik herbal yang meliputi konsep Hipocrates, konsep Galenus, konsep Ibnu Sina, konsep Yin-Yang, dan konsep Ayurveda, bentuk sediaan fitoterapi, filosofi aksi terapeutik fitoterapi, konsep farmakologi herbal, bentuk sediaan fitoterapi, konsep pengobatan hebal, interaksi dalam fitoterapi, fitoterapi antiinflamasi, fitoterapi antioksidan, fitoterapi system imun, fitoterapi system pencernaan, fitoterapi system peredaran darah, fitoterapi antiinfeksi, dan fitoterapi gangguan metabolik Diskusi Kelompok Kuliah 1.  Prof. Dr. Moelyono Muktiwardojo, MS, Apt.

2.  Dr. Yoppi Iskandar, M.Si., Apt..

3. Ferry Ferdiansyah S., M.Si., Apt

P12A.0111 Pelayanan Kefarmasian  

Praktek Apoteker dengan paradigm baru, definisi dan ruang lingkup, kompetensi apoteker praktek paradigm baru, definisi dan ruang lingkup pelayanan kefarmasian, kompetensi apoteker praktek. , Langkah-langkah menerapkan pelayanan kefarmasian, kunci kebutuhan pasien akan terapi obat, kategori problema terapi obat dan penyebabnya, metode-metode pengatasan problema terapi obat secara sistematik, peraturan tentang pelayanan

kefarmasian, standar pelayanan di apotek dan rumah sakit, pedoman pelayanan di puskesmas, cara praktek farmasi yang baik, evidence Based medicine, penggunaan obat yang rasional, pelayanan swamedikasi, Pelayanan resep berdasarkan prinsip pharmaceutical care, monitoring terapi obat, evaluasi penggunaan obat, kasus-kasus klinis dengan pendekatan SOAP. PWDT cara pengatasanny secara sistematik.

Studi Kasus Kuliah 1. Dr. Sri Adi Sumiwi, MS., Apt..

2. Dika Pramita Destiani, M.Farm., Apt.

3. Rina Winarni, M.Farm., Apt.

4. Cherry Rahayu, M.KM., Apt

P12A.0201 PKPA Apotek Aspek Administrasi dan Perundang-undangan : aspek legal pendirian apotek dan praktik kefarmasian

Studi kelayakan pendirian apotek

Aspek pelayanan: alur, model, sistem control pelayanan.

Asuhan kefarmasian: KIE dan promosi kesehatan, swamedikasi dan pelayanan residensial.

Aspek Manajerial

a.  Perbekalan farmasi: perencanaan, seleksi, pemesanan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pengontrolan dan pelaporan.

b.  Pengelolaan obat rusak, pemusnahan obat narkotika dan psikotropika dan kadaluarsa.

c.  Pengelolaan sumber daya.

Aspek Pekerjaan Kefarmasian

a.  Obat resep : skrining (admistratif, farmasetik, dan klinis), peracikan, penyiapan obat, dan etiket/aturan pakai, dan penyerahan disertai informasi obat.

b.  Obat non resep : penggalian informasi, penyiapan OTR, OWA, penyerahan disertai informasi obat.

c.  Pengarsipan dan dokumentasi (misalnya : resep, pencatatan PMR (Patient Medication Record), laporan-laporan, dsb).

d. Monitoring penggunaan obat PMR (Patient Medication Record))

Aspek Bisnis

a.  Permodalan

b.  Analisis keuangan

c.  Perpajakan

Pembelajaran kooperatif Praktek Lapangan Dosen dari Fakultas Farmasi yang apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan preseptor di Apotek
P12A.0202 PKPA Industri

 

1.  Organisasi :

Struktur organisasi industri yang efektif dan efisien.

2.  GMP

Seluruh aspek produksi dan pengawasan mutu terutama kualifikasi dan pengembangan personalia.

3.  Sarana dan prasarana

Mencakup bangunan, mesin dan peralatan dan fasilitas produksi lainnya termasuk sistem pengendalian udara (AHU), pengolahan air, dan prengolahan limbah padat maupun cair (BOD, COD, TSS, pH).

4.  Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan pengembangan produk, pengembangan metode analisis, uji stabilitas, validasi, metode analisis, validasi proses, dan pengembangan kemasan (komposisi dan desain kemasan).

5.  PPIC (Production Planning and Inventory Control) = Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan) Perencanaan produksi, permintaan pengadaan (purchasing request), pengendalian persediaan (inventory control) dan evaluasi produksi.

6.  Pengadaan

Pengadaan bahan baku, bahan pengemas, peralatan produksi dan kebutuhan industri lainnya.

7.  Pengawasan mutu (Quality Control)

Pengujian mutu bahan baku, bahan pengemas, produk antara (intermediate product) produk ruwahan (bulk product) dan produk jadi, termasuk IPC (in process control).

8.  Produksi

Proses penerimaan bahan awal, pengolahan (penimbangan, milling, pengayakan, pencampuran, pengeringan, granulasi, pencetakan, pengisian), pengemasan (pengemasan primer, sekunder, dan tersier) dan pengawasan dalam proses (IPC).

9.  Pergudangan

Jenis-jenis gudang termasuk pembagian area/ruangan (gudan : bahan baku, bahan pengemas, produk ruwahan, produk jadi, pelarut, psikotropik, label barang reject dan produk kembalian; area karantina, ruang sampling, ruang pendingin, penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dengan sistem FEFO/FIFO, pendistribusian dan penghitungan barang.

10. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Sistem pemadam kebakaran, alat pelindung kebisingan, fasilitas kerja.

11. Peningkatan mutu secara berkelanjutan

Pembelajaran kooperatif Praktek Lapangan Dosen dari Fakultas Farmasi yang apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan preseptor di Industri Farmasi
P12A.0203 PKPA Rumah Sakit

 

1.  Organisasi Rumah Sakit dan Farmasi Rumah Sakit : Klasifikasi RS, Struktur organisasi RS, Panitia Farmasi dan Terapi/Komisi Farmasi dan Terapi, Struktur Organisasi Farmasi RS, Standar Pelayanan FRS, Akreditasi RS.

2.  Pengelolaan Perbekalan Farmasi di RS :

a.  1Perencanaan dan seleksi : anggaran obat, sistem perencanaan, pemilihan supplier

b.  Pengadaan : prioritas dan metode pengadaan

c.  Penyimpanan : tata-letak sistem pergudangan dan sistem penyimpanan

d.  Distribusi : sistem dan pengendalian distribusi

3.  Sistem pengendalian mutu (audit internal) pada instalasi Farmasi Rumah Sakit

4.  Model sistem pengendalian dan pelaksanaan pengendalian di IFRS

5.  Peran Fungsional Apoteker :

a. Pelayanan informasi obat dan konseling

b. Panitia Formularium dan Terapi

c. TDM (Therapeutic Drug Monitoring) MESO, interaksi obat dan patient safety (medication error)

d. Penanganan obat-obat cytotoxic

e. TPN (Total Parenteral Nutrition) dan IV-admixture

f.  DUE (Drug Utility Evaluation) dan RDU (Rational Drug Use)

g. Produksi dan kontrol kualitas

h. Farmakoekonomi

i.  Pelayanan farmasi rawat inap dan rawat jalan

j.  Pengendalian infeksi (misalnya, infeksi nosokomial)

k. Pelayanan farmasi klinik lainnya

l.  CSSD (Pusat Sterilisasi Perlengkapan Medik=PSPM) : ruang lingkup CSSD dan jenis sterilisasi

m Penanganan Limbah Rumah Sakit: penanganan limbah cytotoxic dan limbah IFRS yang lain

Pembelajaran kooperatif Praktek Lapangan Dosen dari Fakultas Farmasi yang apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan preseptor di Rumah sakit
P12A.0204 PKPA Pemerintahan 1. Organisasi Puskesmas

2. Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Puskesmas

3.   Peran FUngsional Apoteker :

a. Pelayanan informasi obat dan konseling

b.  Farmakoekonomi

c. Pelayanan farmasi rawat jalan dan rawat inap

d.Edukasi kepada masyarakat sekitar melalui penyuluhan dan poster

Pembelajaran kooperatif Praktek Lapangan Dosen dari Fakultas Farmasi yang apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan preseptor di Pemerintahan
P12A.0205 PKPA Distribusi 1.    Pemilihan obat/bahan baku obat yang memenuhi persyaratan Quality, Cost, Delivery (QCD).

2.    Pemilihan pemasok dalam menjamin safety dan efficacy obat/bahan obat yang diterima.

3.    Pemilihan prosedur dan administrasi pembelian sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

4.    Pemilih personil pembelian yang memenuhi persyaratan 3B.

5.    Membuat perencaan kebutuhan berdasarkan berbagai pendekatan Pola Penyakit/Pareto/Preferensi Konsumen.

6.    Kompetensi Bidang Penyimpanan

7.    Menjalankan prinsip FIFO dan FEFO dalam pergudangan.,

8.    Administrasi gudang yang memungkinkan kecepatan dan ketepatan pelaksanaan recall.

9.    Mengembangkan administrasi obat/bahan baku obat yang menjamin keamanan dan kualitas.

10.  Stok obat/bahan baku obat yang aman dengan memperhatikan lead time dan konsumsi.

11.  Kompetensi Bidang Distribusi

12.  Delivery Order, faktur dan faktur pajak.

13.  Megadministrasikan piutang dan melaksanakan efektifitas penagihan.

14.  Merencanakan distribusi obat kepada unit pelayanan dengan memperhitungkan kebutuhan unit pelayanan

Pembelajaran kooperatif Praktek Lapangan Dosen dari Fakultas Farmasi yang apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi dan preseptor di bidang Distribusi Obat
Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia Telepon: (022) 7796200 Faksimile: (022) 7796200
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id