Kemahasiswaan dan Alumni

Kemahasiswaan

1. Pola Pengembangan Kemahasiswaan

Tujuan utama pengembangan kemahasiswaan di Program Studi Program Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Unpad adalah mendukung dan berupaya melengkapi kegiatan intrakurikuler dengan kegiatan ko-kurikuler, sehingga lulusannya memiliki nilai tambah berupa pengalaman berorganisasi, aktualisasi dan pengembangan diri, kepekaan terhadap lingkungan sekitar serta menjunjung nilai kebersamaan. Hal ini sejalan dengan tujuan program studi yaitu “Menghasilkan lulusan sarjana farmasi yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat pengguna dan berdaya saing internasional” yang mencapai kompetensi khusus Fakultas Farmasi Unpad yaitu :

  1. Mampu melakukan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset (Transfomative Learning) yang berdasarkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unpad, yaitu Bina Mulia Hukum dan Lingkungan dalam Pembangunan Nasional.
  2. Memiliki karakter Responsible, Excellent, Scientific Rigor, Professional, Encouraging, Creative, dan Trust (RESPECT).
  3. Mampu menjunjung tinggi nilai-nilai adiluhung budaya lokal dan budaya nasional dalam keragaman budaya dunia.

Atas dasar tersebut, Wakil Dekan I bersama Manajer Akademik dan Kemahasiswaan melakukan program pendampingan kegiatan sejak penerimaan mahasiswa baru oleh Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Unpad, masuk Asrama Padjadjaran 3 dan penerimaan anggota baru oleh BEM Kemafar (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Farmasi).

Setiap mahasiswa baru diwajibkan mengikuti kegiatan-kegiatan yang terbagi ke dalam empat sub bidang, yaitu keorganisasian, penalaran, minat dan bakat serta kesejahteraan mahasiswa. Penerimaan anggota  dilaksanakan sepenuhnya oleh BEM Kemafar, dengan pendampingan dari Manajer Akademik dan Kemahasiswaan, yang mengacu pada konsep mendukung kegiatan akademik, tanpa perpeloncoan, namun tetap menegakkan disiplin, rasional dan persuasif, tanpa represif.

Setiap anggota BEM Kemafar dapat mengikuti  kegiatan BEM dan mendapat sertifikat kegiatan. Sertifikat ini  dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sebagai bukti peran aktif lulusan dalam mengembangkan diri yang digunakan sebagai referensi saat mencari pekerjaan.

Berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan terhadap mahasiswa di Fakultas Farmasi, diperoleh 10 butir pembinaan kemahasiswaan di Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Unpad yang bertujuan  mengarahkan mahasiswa untuk memiliki prestasi akademik, memiliki nilai tambah dan lulus tepat waktu. Kesepuluh butir pembinaan kemahasiswaan adalah :

  1. Luruskan niat untuk kuliah di Program Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Unpad untuk mencari ilmu, berprestasi dan tepat waktu.
  2. Bersungguh-sungguh mengikuti kewajiban akademik melalui rencana studi yang telah diambil, memotivasi diri dan menerapkan manajemen belajar yang tepat dan efektif.
  3. Memanfaatkan fasilitas pembimbingan melalui dosen wali, tim bimbingan konseling dan pembimbingan tugas akhir sebagai sarana kesuksesan menyelesaikan studi tepat waktu.
  4. Mengikuti kegiatan ko-kurikuler yang tersedia, mengembangkan diri dalam organisasi serta lingkungan sekitar sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas lulusan.
  5. Tidak mendekati narkoba, menghindari pergaulan negatif dan menghindari kelompok yang membawa dampak negatif dan menghambat proses pembelajaran.
  6. Menjunjung nilai kebersamaan, saling menolong, bersaing secara sehat, tidak mencontek saat ujian, dan menghindari plagiarisme.
  7. Menjaga etika pergaulan kampus, baik terhadap dosen, karyawan maupun sesama mahasiswa.
  8. Menjaga etika berpakaian di kampus, memakai sepatu (tidak memakai sandal), tidak memakai T-shirt, celana jeans sobek, baju gaya ABG dan rok terlalu pendek (untuk wanita). Untuk pria, kemeja dimasukkan ke celana panjang, demi menjaga performa calon profesional.
  9. Tidak merokok di dalam lingkungan maupun gedung Fakultas Farmasi Unpad.
  10. Mematuhi aturan, tata tertib dan etika lain yang dibuat spesifik untuk di ruang kelas, laboratorium, atau tempat lainnya.

2 Kegiatan Penalaran

Dalam rangka pengembangan pendidikan, perguruan tinggi berupaya mengikuti kebutuhan pengguna dan perkembangan dunia kerja. Salah satu diantaranya melalui perubahan kurikulum yang semula berbasis kandungan berdasarkan Keputusan Mendiknas No. 232/U/2000. Perubahan tersebut mengakibatkan perubahan kegiatan kurikuler dan ko-kurikuler. Kurikulum berbasis kompetensi ini memerlukan keterampilan dalam :

  1. Berpikir secara kreatif.
  2. Mengambil keputusan.
  3. Mensolusikan masalah.
  4. Melihat sesuatu dalam bentuk the mind’s eye.
  5. Mengetahui cara belajarnya.
  6. Menyusun alasan.

Kegiatan ko-kurikuler yang mendukung hal-hal tersebut adalah Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) yang diharapkan mampu menampung gagasan kreatif mahasiswa dalam bentuk tulisan ilmiah, yang mengandung unsur penemuan masalah, pensolusian dan upaya transfer gagasan di masyarakat. Kegiatan lain yang mendukung adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas intelektual, karakter serta membuka akses pengembangan minat dan bakat mahasiswa sepanjang masa belajar di perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan seleksi Mahasiswa Berprestasi (MAWAPES) merupakan ajang penalaran yang bergengsi. Panduan kegiatan LKTM, PKM dan MAWAPRES dapat diperoleh di Sub Bagian Kemahasiswaan Fakultas Farmasi.

Prestasi mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi Unpad pada kegiatan PKM di PIMNAS cukup membanggakan. Mahasiswa pernah menjuarai presentasi poster ilmiah di PIMNAS IX Universitas Dipenogoro Semarang (1998), finalis PIMNAS  di STT Telkom, Bandung (2004) dan PIMNAS di UMM, Malang (2006 dan 2009).  Pada kegiatan  LKTI bidang Al Qur’an, para mahasiswa meraih juara II Tingkat Nasional di Lampung pada tahun 2007. Namun, prestasi mahasiswa Fakultas Farmasi pada kegiatan LKTM dan MAWAPRES masih di tingkat Universitas Padjadjaran.

 3  Lembaga Kemahasiswaan

Dekan Fakultas Farmasi dan para stafnya memberikan kebebasan beroganisasi, seperti yang disebutkan dalam SK Dekan No. 155 pasal 3, yaitu bentuk organisasi kemahasiswaan diserahkan pada kesepakatan antara mahasiswa, tetapi tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku. Jenis-jenis organisasi kemahasiswaan di Fakultas Farmasi adalah :

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan berbagai divisi kegiatan.
  2. Badan Pengawas Mahasiswa (BPM).

Organisasi kemahasiswaan intra universiter di Fakultas Farmasi yang diakui adalah BEM Kemafar. Anggota BEM terdiri atas mahasiswa aktif seluruh angkatan dan telah disahkan keanggotaannya sesuai AD/ART yang berlaku.

BEM Kemafari adalah organisasi kemahasiswaan intra kampus non struktural di Fakultas Farmasi Unpad, yang berdiri sejak tahun 2007, setelah Jurusan Farmasi Universitas Padjadjaran berubah statusnya menjadi Fakultas Farmasi. BEM Kemafar bersifat religius, demokratis, kekeluargaan, mandiri dan ilmiah. AD/RT organisasi ini berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Atribut BEM KEMA  terdiri atas lambang, jaket dan lagu.

Tujuan organisasi BEM Kemafar adalah :

  1. Mewujudkan mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Membantu meningkatkan prestasi akademik.
  3. Membantu kelancaran perkuliahan.
  4. Mengusahakan kesejahteraan bersama.
  5. Mengembangkan sifat ilmiah mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, agar kelak dapat membaktikan diri sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembangunan nasional.

BEM Kemafar saat ini memiliki beberapa unit kegiatan yang dapat menampung minat, bakat dan aspirasi mahasiswa Fakultas Farmasi, diantaranya Bengkel Seni Dongkrak yang membidangi seni dan teater, Unit Sepak Bola, Unit Bulutangkis, Unit Basket, Unit Paduan Suara dan Unit Tenis Meja. Semua unit tersebut telah memberikan kontribusi pada prestasi Juara Umum secara berturut-turut pada tahun 2006 dan 2007 di Olimpiade MIPA.

BEM Kemafar mempunyai komisariat berupa organisasi eksternal seperti ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia), JMKI (Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia), IPSF (International Pharmaceutical Students Federation) dan sebagainya. Unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Farmasi BEM terdiri atas 8 divisi yaitu Divisi Pengembangan, Divisi Rohani, Divisi Kesejahteraan Sosial, Divisi Minat Bakat, Divisi Akademik, Divisi Wira Usaha, Divisi Kajian Kefarmasian dan Strategis, Divisi Informasi dan Humas.

Adapun BPM terdiri atas 4 bidang yaitu Bidang Pengawasan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bidang Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Bidang Pengawasan Hubungan Kelembagaan, Bidang Pengawasan Medkominfo, Kesekretariatan dan Keuangan.

4 Fasilitas Kemahasiswaan

A.    Beasiswa dan Bantuan Biaya Kuliah

Setiap mahasiswa berhak untuk untuk memperoleh beasiswa/tunjangan atau fasilitas lain seperti asrama dan sebagainya, bagi yang memenuhi syarat. Jenis-jenis beasiswa/tunjangan dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu :

  1. Beasiswa Pemerintah

Jenis beasiswa ini bersumber dari Badan/Instansi Pemerintahan, dalam hal ini Kemenristekdikti, antara lain  Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM), Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Bantuan Penanggulangan Akibat Kerusuhan (BPAK), Peningkatan Prestasi Akademik-Khusus (PPA-Khusus) untuk mahasiswa tingkat pertama, Bantuan Pendidikan Mahasiswa (BPM) dan Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM). Selain itu, terdapat beasiswa ikatan dinas dari  POLRI, ABRI serta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, berupa beasiswa biaya pendidikan dan bantuan penyelesaian tugas akhir.

  1. Beasiswa Swasta

Jenis beasiswa ini bersumber dari yayasan swasta, antara lain  beasiswa Supersemar dari Yayasan Supersemar, BMU (Beasiswa Masuk UMPTN) dari Yayasan Supersemar, beasiswa Sumitomo dari Bank Sumitomo dan Pertamina dari PT. Pertamina, Tbk. Beasiswa lainnya diberikan oleh Tifico, PT. Toyota Astra International,Tbk., Korindo, PT. Pikiran Rakyat, PT. Pos Indonesia, PT. Smart, PT. Dupont Indonesia, PT. Tempo, PT. Indocement, Tbk., Bandung Giri Gahana Golf, Bank Indonesia, Yayasan Salim, PT. Love PPI Kansai Jepang, Yayasan Ibu Try Sutrisno, PT. Gudang Garam International, Tbk., PT. Unilever Indonesia, Tbk., Aetna Life Indonesia, PT. Sanbe Farma, PT. Djarum, Yampi, Epson dan Mobil Oil. PN Gas Negara (Persero) Tbk., Karya Salemba Empat, Bank Tabungan Negara, Bank Central Asia, Yayasan Ajeng Suharto dan Yayasan Astra Honda Motor.

Prosedur untuk mendapatkan beasiswa kesejahteraan mahasiswa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu :

  1. Pas foto
  2. Fotokopi KTM
  3. Fotokopi Kartu Keluarga
  4. Fotokopi No. Rek BNI Cab Unpad yang masih berlaku.
  5. Fotokopi Transkrip Akademik
  6. Fotokpi Tanda Bukti Pembayaran Rekening Listrik/PBB terbaru.
  7. Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua/Slip Gaji.
  8. Surat Keterangan Belum Menerima Beasiswa dari pihak manapun
  9. Surat Keterangan Tidak Mampu dari Pemerintah setempat
  10. Surat Permohonan Beasiswa
  11. Rekomendasi dari Fakultas Farmasi Unpad.
  12. Surat Pengantar dari Fakultas Farmasi Unpad.

Seluruh persyaratan dibuat dalam tiga (3) rangkap  dan dimasukkan dalam satu map.

Fakultas Farmasi Unpad menyadari bahwa banyak mahasiswa mengalami kesulitan untuk membayar Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP), sehingga Fakultas Farmasi bersama BEM Kemafar, menyusun program Farmasi Peduli. Program ini menghimpun dana, baik dari subsidi silang pengelolaan program, dana alumni maupun upaya lainnya untuk meringankan kesulitan tersebut.

B. Fasilitas Fisik Kemahasiswaan

Untuk  kegiatan kemahasiswaan,  disediakan  Ruang BEM yang dilengkapi dengan komputer, alat-alat olahraga dan sarana penunjang lainnya. Untuk sistem informasi disediakan sambungan internet 24 jam. 

Alumni

Sampai Semester Genap 2015/2016, alumni Fakultas Farmasi Unpad sekitar 4.000 orang, yang tersebar di seluruh Indonesia dan di berbagai negara. Para alumni ini berhimpun dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Komisariat Fakultas Farmasi (Komfak) Farmasi. IKA Komfak Farmasi merupakan bagian dari IKA Universitas Padjadjaran. IKA Komfak Farmasi  memiliki AD/ART, visi, misi dan program kerja yang sejalan dengan visi, misi, tujuan dan sasaran Fakultas Farmasi Unpad. Ikatan alumni ini menjadi salah satu pilar penting dalam kemajuan dan pengembangan Fakultas Farmasi Unpad.

Para alumni berpartisipasi dalam mendukung pengembangan Fakultas Farmasi Unpad dalam bentuk sumbangan pemikiran,  sumbangan dana, sumbangan fasilitas, keterlibatan dalam kegiatan akademik dan non akademik, pengembangan jejaring dan penyediaan fasilitas.

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21,
Jatinangor 45363 - Indonesia
Contact Us:
farmasi@unpad.ac.id