Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran utama lulusan apoteker sesuai capaian pembelajaran (CP) dari Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dan Standar Kompetensi Apoteker Indonesia dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang tertuang dalam SK IAI-APTFI No. PO.004/PP.IAI/1418/IX/2016 terdiri dari  :

Kemampuan Bidang Kerja :

  1. Mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah terkait obat menggunakan pendekatan berbasis bukti dalam perancangan, pembuatan/penyiapan, termasuk pengendalian mutu, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian, pengelolaan bahan baku, sediaan farmasi dan alat kesehatan dan/atau pelayanan farmasi klinik untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi.
  2. Mampu menelusur, menganalisis secara kritis, dan mengorganisasikan informasi tentang sediaan farmasi, mengkomunikasikan dan mendiseminasikannya secara efektif untuk menjamin ketepatgunaan sediaan farmasi pada individu, masyarakat awam dan profesi kesehatan.
  3. Mampu melakukan praktik kefarmasian secara profesional dan bertanggungjawab sesuai ketentuan perundang-undangan dan kode etik apoteker.
  4. Mampu melaksanakan pelayanan pemberian konseling, menyusun informasi/ide/ pemikiran dan mengkomunikasikan dalam berbagai bentuk media, kepada profesi kesehatan lain dan atau masyarakat umum secara efektif.
  5. Mampu mengevaluasi diri dan mengelola pembelajaran diri sendiri dalam upaya meningkatkan kemampuan praktik profesi apoteker.

Kemampuan Manajerial :

  1. Mampu mengambil keputusan dalam hal-hal strategis di bidang kefarmasian pada pekerjaan profesionalnya secara mandiri, memimpin dan mengelola pekerjaan kelompok, serta bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok.
  2. Mampu mengidentifikasi, memahami, menganalisis dan mencari solusi untuk konflik dengan metode yang sesuai.
  3. Mampu berkomunikasi, mengembangkan jejaring dan kerja sama dengan tim, tenaga kesehatan lain dan klien dalam rangka memberikan pelayanan pasien yang optimal.
  4. Mampu mengevaluasi secara kritis masalah pekerjaan kefarmasian dan mampu memberikan solusi yang tepat.
  5. Mampu mengevaluasi diri dan mengelola pembelajaran diri sendiri dalam upaya meningkatkan kemampuan praktik profesi apoteker.

Penguasaan Pengetahuan/Keilmuan :

  1. Mampu mengimplementasikan ilmu kefarmasian, metode dan teknologi farmasi, meliputi kemampuan untuk merancang, membuat dan menjamin mutu sediaan farmasi dengan memperhatikan aturan perundang-undangan.
  2. Mampu mengaplikasikan konsep farmakoterapi, pharmaceutical care, pharmacy practice, serta prinsip epidemiologi, pengobatan berbasis bukti, pharmacovigillance dan farmakoekonomi, untuk menjamin mutu pelayanan dan keamanan pasien.
  3. Mampu mengaplikasikan pengetahuan manajemen farmasi, sosio-farmasi, hukum dan etik farmasi, teknik komunikasi, serta keselamatan kerja secara komprehensif.

Capaian pembelajaran pendukung lulusan apoteker  berdasarkan ketrampilan umum profesi yang tercantum dalam Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang SNPT, yaitu :

  1. Mampu bekerja di bidang farmasi dan memiliki kompetensi kerja minimal setara dengan Standar Kompetensi Apoteker Indonesia (SKAI).
  2. Mampu membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan keprofesiannya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif.
  3. Mampu menyusun laporan atau kertas kerja berdasarkan kaidah rancangan dan prosedur baku, serta kode etik profesi apoteker, yang dapat diakses oleh masyarakat akademik.
  4. Mampu mengkomunikasikan pemikiran/argumen atau karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi apoteker dan kewirausahaan, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat terutama masyarakat profesi apoteker.
  5. Mampu meningkatkan keahlian profesi apoteker melalui pelatihan dan pengalaman kerja.
  6. Mampu bertanggungjawab atas pekerjaan keprofesiannya sesuai dengan kode etik profesi apoteker.
  7. Mampu melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil kerja dan keputusan yang dibuat dalam melaksanakan pekerjaan kefarmasian oleh dirinya sendiri dan oleh sejawat.
  8. Mampu memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan masalah di bidang farmasi.
  9. Mampu bekerja sama dengan profesi kesehatan lain dalam menyelesaikan masalah pekerjaan profesi apoteker.
  10. Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi apoteker dan kliennya.
  11. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data dan informasi untuk keperluan pengembangan hasil kerja profesi apoteker.
  12. Mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara

Capaian pembelajaran lain-lain yang merupakan ciri khas lulusan apoteker dari Program Studi Profesi Apotekeri Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran adalah :

  1. Mampu mengaplikasikan pengetahuan di bidang farmasi berbasis riset yang didasarkan pada Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unpad, yaitu Bina Mulia Hukum dan Lingkungan dalam Pembangunan Nasional.
  2. Memiliki karakter Responsible, Excellent, Scientific Rigor, Professional, Encouraging, Creative, dan Trust (RESPECT).

Mampu menjunjung tinggi nilai-nilai adiluhung budaya lokal dan budaya nasional dalam keragaman budaya dunia.

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21,
Jatinangor 45363 - Indonesia
Contact Us:
farmasi@unpad.ac.id