Program Magister

VISI

Menjadi  Program Studi Magister yang terkemuka dan unggul di bidang farmasi yang diakui secara nasional atau pun internasional pada tahun 2020.

 MISI 

  1. Menyelenggarakan pengelolaan Program Studi Magister Ilmu Farmasi secara  profesional dan akuntabel.
  2. Menyelenggarakan pendidikan Program Studi Magister Ilmu Farmasi dengan kurikulum berbasis kompetensi dan berstandar internasional yang fleksibel sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Menyelenggarakan penelitian dasar atau pun terapan yang berorientasi kepada  kepentingan akademik, masyarakat, dan dunia kerja.

Tujuan

  1. Membangun sistem pengelolaan Program Studi Magister IlmuFarmasi yang efisien, efektif, dan akuntabel sehingga dapat meningkatkan pencitraan publik.
  2. Menghasilkan lulusan Magister yang berkualitas dan kompeten di bidangnya.
  3. Menghasilkan produk penelitian yang berkualitas berupa publikasiilmiah, paten atau produk komersial dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

Sasaran

  1. Ditunjang IT, SDM Pendidik dan tenaga kependidikan kompeten, fasilitas (sarana dan prasarana) yang memadai
  2. IPK > 3,25 ,   mahasiswa yang lulus  tepat waktu  > 30 %
  3. Publikasi di jurnal nasional  100 %, publikasi di jurnal  internasional  > 1 satu judul

Strategi Pencapaian

  1. Pelatihan (IT danadministrasi), penambahan tenaga kependidikan, monitoring dan evaluasi sistem
  2. Memperhatikan komponen penilaian, tutorial, dosen tamu (updating  material)
  3. Pendampingan penulisan materi di jurnal, biostatistik

Pengelola Program Studi

Ketua Program Studi : Prof. Dr. Moelyono MW, MS, Apt
Sekretaris : Dr. Marline Abdassah, MS, Apt
 

Download Buku Panduan Program Studi Magister Farmasi: pdf

Download Leaflet/Brosur:

1. Bidang Kajian Utama Sain dan Teknologi

  • Farmakologi-Toksikologi: pdf
  • Herbal Medik: pdf
  • Teknologi Farmasi & Kosmetik: pdf
  • Pengawasan Mutu: pdf
  • Radiofarmasi: pdf

2. Bidang Kajian Farmasi Klinik dan Komunitas

  • Farmasi Klinik: pdf
  • Farmasi Rumah Sakit: pdf

Program Magister Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran dibuka berdasarkan izin Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional, nomor : 09/D/O/2010, tanggal 10 Januari  2011. Tahun akademik 2011/2012 merupakan tahun akademik pertama dibukanya Program Magister Ilmu Farmasi yang terdiri atas 7 konsentrasi, yaitu konsentrasi Teknologi Farmasi dan Kosmetika, Farmasi Klinik, Herbal Medik, Farmakologi dan Toksikologi, Radiofarmasi,  Pengawasan Mutu, dan Farmasi Rumah Sakit.

VISI

Berkomitmen menjadi institusi pendidikian pascasarjana farmasi yang unggul dan sejajar dengan perguruan tinggi bertaraf internasional, serta professional dalam pengembangan ilmu dan teknologi.

MISI

Menyelenggarakan pendidikan pasca sarjana farmasi untuk menghasiilkan lulusan magister ilmu farmasi yang kompeten dalam ilmunya, dan mampu menghasilkan karya ilmiah melalui penelitian terpadu.

Magister Ilmu Farmasi Konsentrasi :

Tahun 2011, Kementrian Pendidikan Indonesia mengijinkan Fakultas Farmasi untuk membuka program Magister Farmasi dengan 7 Konsentrasi yaitu :

1. Herbal Medik

Konsentrasi herbal medik bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkemampuan akademik handal, mempunyai visi terdepan dalam pengembangan dan penggunaan obat herbal yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan wawasan herbal medik dan ketajaman berpikir analisis tentang permasalahan  kesehatan yang dihadapi, diharapkan lulusannya  terampil dalam menerapkan konsep herbal medik untuk menanggulangi masalah kesehatan, serta mampu merancang dan melaksanakan penelitian, mengolah dan mempublikasikannya.

Kurikulum Program Magister Farmasi konsentrasi herbal medik terdiri atas mata kuliah umum, mata kuliah keahlian herbal medik, seminar, dan penelitian (tugas akhir),

2. Farmasi Klinik

“The key point about clinical pharmacy: it  suggests what is right about therapy – it moves beyond our knowledge of facts about  medicines into the arena of how we should use that knowledge” (Barber, 2006). Dengan demikian kompetensi farmasi klinik adalah mampu berpikir secara kritis, analitis dan konseptual, terhadap pemecahan masalah dalam upaya mengimplementasikan  pelayanan farmasi klinik yang paripurna, sebagai bagian dari tim kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien (patient care). Kompetensi ini meliputi keterampilan informasi dan konseling obat, mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan terkait dengan pengobatan pasien (DRP),  terampil dalam melakukan  penyiapan terapi sediaan aseptis dan penanganan sitotoksik,  serta terampil dalam melakukan penelitian dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan farmasi klinik.

Sejalan dengan perkembangan pelayanan kesehatan yang komprehensif dewasa ini, kebutuhan akan magister farmasi klinik semakin dirasakan baik di RS maupun komunitas untuk memenuhi tuntutan good pharmaceutical practice(GPP) dalam pelayanan kefarmasian.

Kurikulum magister farmasi klinik terdiri atas perkuliahan, seminar dan tugas akhir. Pada perkuliahan dilengkapi dengan praktek farmasi klinik di rumah sakit sejak semester pertama sampai semester 3, untuk lebih memperkuat kompetensi peserta didik terhadap kasus-kasus klinik yang dikupas berdasarkan metode blok penyakit dan pengobatannya, serta mengintegrasikan keahlian farmasi klinik dalam tim kesehatan.

3. Pengawasan Mutu

Pengawasan mutu merupakan salah satu bagian terpenting bagi industri, baik obat, kosmetik, maupun makanan, bagian ini terkait dengan kualitas produk. Ilmu pengawasan mutu meliputi pengetahuan terkini tentang berbagai metode analisis berikut cara memvalidasi metode analisis tersebut, pengetahuan tentang berbagai instrumen yang digunakan dalam analisis, pengetahuan tentang penanganan obat mulai dari bahan baku hingga pemantauan produk obat setelah obat tersebut diedarkan di masyarakat. Oleh karena itu untuk mendapatkan obat yang memenuhi kriteria aman-berkhasiat-berkualitas tentunya sangat dibutuhkan seseorang dengan kompetensi penguasaan pengawasan mutu.

Kurikulum Program Magister Farmasi konsentrasi Pengawasan Mutu terdiri atas mata kuliah umum, mata kuliah keahlian pengawasan mutu, seminar, dan penelitian (tugas akhir), bertujuan untuk menghasilkan lulusan Magister yang handal di bidang pengawasan  mutu yang dapat berkiprah di perguruan tinggi, di industri farmasi-kosmetik dan makanan, di bidang pengawasan obat dan makanan, maupun  bidang lainnya yang terkait.

4. Farmasetika-Kosmetika

Konsentrasi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang ilmu Teknologi Farmasi dan kosmetika yang meliputi pemeriksaan bahan, perancangan bentuk sediaan, pembuatan bentuk sediaan dan evaluasi sediaan. Mampu menganalisis permasalahan dan mencari solusinya baik untuk bahan obat sintetik maupun bahan alam berdasarkan keilmuan farmasi fisik,    biofarmasi, farmakokinetik dan teknologi farmasi baik sediaan obat dan kosmetika. Lulusannya diharapkan dapat bekerja sebagai Tenaga Pengajar, peneliti dan praktisi farmasi industri obat dan kosmetik.

Kurikulum Program Magister Farmasi konsentrasi farmasetika-kosmetika terdiri atas mata kuliah umum, mata kuliah keahlian farmasetika-kosmetika, seminar, dan penelitian (tugas akhir),

5. Farmakologi – Toksikologi

Konsentrasi ini bertujuan Menghasilkan lulusan S2 ilmu farmasi bidang farmakologi-toksikologi yang berkualitas dan kompeten  melalukan evaluasi khasiat dan keamanan sediaan obat dan bahan alam secara praklinik, berkontribusi dalam  uji klnik dalam rangka pencarian dan pengembangan obat baru, monitoring keamanan penggunaan obat, sehingga menghasilkan produk penelitian yang berkualitas di bidang farmakologi-toksikologi, baik yang berupa produk paten, produk komersial, maupun publikasi ilmiah yang bermanfaat bagi kepentingan pembangunan kesehatan  masyarakat terutama yang berkaitan dengan masalah penggunaan obat.

Kurikulum Program Magister Farmasi konsentrasi farmakologi-toksikologi terdiri atas mata kuliah umum, mata kuliah keahlian pengawasan mutu, seminar, dan penelitian (tugas akhir),

6. Radiofarmasi

Radiofarmasi merupakan salah satu bidang ilmu farmasi yang melibatkan aspek-aspek radiokimia (radiochemistry) untuk menyiapkan radiofarmaka (radiopharmaceuticals) yang selanjutnya digunakan oleh bidang kedokteran nuklir bagi keperluan diagnosis ataupun terapi penyakit. Kemajuan dan peningkatan pelayanan kedokteran nuklir sangat bergantung pada tingkat kemampuan penyediaan radiofarmaka baru. Radiofarmaka dewasa ini digunakan juga untuk pengembangan obat (drug development) ataupun untuk pencarian obat baru (drug discovery), sehingga dapat dikatakan bahwa keahlian radiofarmasi sangat dibutuhkan

Tenaga magister di bidang radiofarmasi sangat dibutuhkan di industri farmasi, rumah sakit, dan lembaga penelitian (pemerintah dan swasta).Kurikulum program studi S2 Radiofarmasi yang terdiri atas mata kuliah keahlian, mata kuliah pilihan, seminar, dan penelitian (tugas akhir).

7. Magister Ilmu Farmasi Konsentrasi Farmasi Rumah Sakit
Instalasi farmasi rumah sakit (IFRS) merupakan suatu unit atau bagian yang menyelenggarakan kegiatan kefarmasian di rumah sakit yang dipimpin dan dimotori oleh farmasis. IFRS merupakan organisasi yang memberikan layanan produksi, pengembangan dan jasa kefarmasian.
Hal tersebut menuntut adanya upgrade ilmu pengetahuan bagi tenaga farmasi di Indonesia yang ingin melakukan kegiatan pelayanan kefarmasian, maka Fakultas Farmasi membuka Program Magister Ilmu Farmasi konsentrasi Farmasi Rumah Sakit.
Kurikulum dengan beban 45 SKS dilaksanakan selama 18 bulan. Kegiatan perkuliahan dilaksanankan pada hari Jum’at dan sabtu, kegiatan mandiri dan lapangan dilaksanakan dari hari Senin – Kamis. Mahasiswa yang dinyatakan lulus berhak menyandang gelar Magister Kesehatan Masyarakat (MKM )

leaflet program magister ilmu farmasi

pedoman akademik program magister ilmu farmasi

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21,
Jatinangor 45363 - Indonesia
Contact Us:
farmasi@unpad.ac.id