(Bahasa) PENGEMBANGAN POTENSI BAHAN ALAM BAHARI DALAM BIDANG FARMASI

Oleh : Moelyono MW

Pemanfaatan bahan alam untuk obat atau bahan obat bukan lagi sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia. Sejak lama bangsa ini menggunakan bahan alam sebagai obat yang dikenal dengan nama jamu, atau obat tradisional Indonesia. Jamu, obat tradisional Indonesia merupakan bagian dari sosio budaya bangsa, namun eksposing bahan jamu yang digunakan hanya terbatas pada bahan alam terestial, sehingga terendapkan pandangan seakan bahan alam yang mempunyai aktivitas untuk obat hanyalah tumbuhan yang ada di hutan, kebun, atau tumbuyh liar di daratan saja, padahal bahan alam bahari, tumbuhan atau hewan yang hidup di lautan mempunyai potensi dalam pengembangan bidang farmasi. Bahan alam bahari dapat dikembangkan penggunaannya sebagai obat, bahan obat, kosmetika, makanan dan minuman kesehatan. Contoh klasik bahan alam bahari yang telah digunakan dalam bidang farmasi adalah spermaseti, sejenis lemak dari kepala ikan paus Gadus macrocephalus. Spermaseti ini pernah digunakan sebagai bahan pe
mbantu dalam pembuatan sediaan krim. Contoh klasik lain adalah minyak ikan, atau cod liver oil, yang diambil dari hati ikan paus jenis lain. Minyak ikan ini terkenal dan banyak digunakan karena kandungannnya yang terdiri atas mibyak lemak omega-3 dan omega-6, berbagai vitamin, terutama vitamin A yang banyak diperlukan tubuh untuk pemeliharaan kesehatan. Minyak lemak omega-3 kini diketahui banyak berperan dalam sistem biokimiawi tubuh dan mempubnyai banyak kegunaan serta aktivitas farmakologi. Wilayah lautan Indonesia mencapai sekira 60-70% dari luas Indonesia keseluruhan, jadi mengapa potensi bahan alam baharinya tidak kita kembangkan? Selain minyak ikan masih banyak potensi bahan alam bahari yang dapat diekspose bagi kesejahteraan bangsa ini.

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21,
Jatinangor 45363 - Indonesia
Contact Us:
farmasi@unpad.ac.id