Pelatihan dan Kuliah Umum Manajemen Kewirausahaan

Figure 1. Pembicara dan MC
Figure 1. Pembicara dan MC

Manajemen kewirausahaan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan terhadap upaya–upaya yang dilakukan anggota organisasi dan penggunaan segala macam sumber daya organisasi untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan (peluang) bisnis serta kemampuan mengoptimalisasikan sumber daya dan mengambil tindakan serta bermotivasi tinggi dalam mengambil resiko dalam rangka mensukseskan bisnisnya. Manajemen kewirausahaan merupakan salah satu mata kuliah wajib yang diberikan pada mahasiswa/i semester tujuh di Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Tujuan dari pemberian mata kuliah ini adalah untuk mengetahui pentingnya ilmu manajemen, tingkatan manajemen, fungsi manajemen, organisasi dan struktur organisasi, tipe organisasi, prinsip organisasi, planning and decision making, manajemen kualitas serta manajemen produktivitas. Berkenaan dengan tujuan dari mata kuliah tersebut, maka diadakanlah “Seminar Manajemen Kewirausahaan” yang dilaksanakan pada hari Jumat, 30 September 2016 di Auditorium Gedung Dekanat Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran dengan pembicara Raden Annisa (Founder of Raden Annisa Bride dan Galeni Decoration) dan Dimas Ginanjar alias Bob Merdeka (Founder of Maicih).

Figure 2. Manajer Kemahasiswaan, Arif Budiman dan Pembicara, Raden Annisa.
Figure 2. Manajer Kemahasiswaan, Arif Budiman dan Pembicara, Raden Annisa.

Raden Annisa atau yang biasa disapa Teh Ica, merupakan lulusan dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran yang menekuni bisnis bridal dan wedding design. Sejak duduk di bangku kuliah, Teh Nisa sangat tertarik pada dunia kecantikan. “Dulu, saya sangat ingin kuliah farmasi karena melihat ada mata kuliah kosmetika. Saya jadi ingin bikin make –up. Saya juga suka men-design baju”, ujar Teh Nisa. Teman-teman seperkuliahan Teh Nisa pun sering meminta bantuan Teh Nisa untuk merancang outfit untuk wisuda dan acara-acara lainnya. Saat ditanya bagaimana cara untuk memulai suatu bisnis yang bertentangan dengan latar belakang pendidikannya, Teh Nisa pun menjabarkan 8 hal berikut ini:

  1. Make meaning
  2. Make mantra
  3. Get going
  4. Understand your customer
  5. Understand financial statements
  6. Having a good team
  7. Membuat sistem sehingga bisnis bisa berjalan sendiri
  8. Membuat business plan (BP)

Menurut Teh Nisa, pembuatan BP sebaiknya dilakukan di akhir karena  jika dilakukan di awal, seorang entrepeneur tidak dapat memprediksi kondisi di lapangan. Hal ini cenderung membuat para pemula bisnis menjadi takut dan enggan untuk menjalankan bisnisnya.

Figure 3. Koordinator Mata Kuliah Manajemen dan Kewirausahaan, Auliya Suwantika dan Pembicara yang juga Pemilik Paten Maicih, Bob Merdeka.
Figure 3. Koordinator Mata Kuliah Manajemen dan Kewirausahaan, Auliya Suwantika dan Pembicara yang juga Pemilik Paten Maicih, Bob Merdeka.

Pembicara kedua dalam seminar ini adalah Bob Merdeka atau sapaan akrabnya Kang Bob, seorang pendiri Keripik Maicih. Keadaan ekonomi memaksa Kang Bob untuk memulai bisnisnya sejak bangku kuliah. Dengan modal usaha awal sebesar Rp 50.000,- usaha keripik Kang Bob pun dimulai pada tahun 2010 melalui media sosial Twitter. Para pengguna Twitter, terutama anak-anak muda, dibuat “kepo” dengan sosok Maicih tersebut. Hal ini merupakan strategi penjualan Kang Bob dalam membangun opini publik atau branding.

Meskipun pada masa awal penjualannya keripik Maicih masih belum memiliki logo dan menggunakan kemasan yang seadanya, namun peminat Maicih terbilang cukup banyak. Seiring dengan berkembangnya bisnis tersebut, keripik Maicih akhirnya memiliki logo. Logo tersebut  dimodifikasi selama beberapa kali, hingga terbentuklah logo yang sekarang ini beredar di pasaran. Kang Bob dengan sangat baik memanfaatkan eksistensi yang dimiliki oleh keripik Maicih, sehingga Ia mengekspansi penjualannya pada batagor kuah kemasan, bakso dan basreng (bakso goreng). Menurut Kang Bob, hal terpenting dalam memulai suatu usaha adalah bagaimana kita, para entrepeneur muda, mampu membangun opini publik dan memanfaatkan seluruh peluang yang ada. Seperti halnya Kang Bob yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana penjualan produknya.

Figure 4. manajer Kemahasiswaan, Arif Budiman dan Peserta PIMNAS 2016, Devi Meilani.
Figure 4. manajer Kemahasiswaan, Arif Budiman dan Peserta PIMNAS 2016, Devi Meilani.

Pada kesempatan ini juga diberikan Bantuan Pinjaman Modal Usaha secara simbolis dari Manajer Kemahasiswaan kepada salah satu Peserta PKM di Pimnas 2016 di IPB untuk semua kelompok BP dan PKM-K sebesar Rp. 500.000 dari kerja sama Prodi Sarjana dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi UNPAD. Ini merupakan metode terbaru yang diterapkan dalam mata kuliah Manajemen dan Kewirausahaan yang berkolaborasi dengan Bidang Kemahasiswaan dengan outcome target proposal PKM Kewirausahaan 2017 yang terkirim ke Dikti sebanyak lebih dari 25 proposal.

Figure 5. Peserta Pelatihan dan Kuliah Umum Manajemen dan Kewirausahaan.
Figure 5. Peserta Pelatihan dan Kuliah Umum Manajemen dan Kewirausahaan.

Author:

Batari Aning Larasati              260110130047

Grace Monica                          260110130050

Angga Prawira Kautsar

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia Telepon: (022) 7796200 Faksimile: (022) 7796200
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id