Padjadjaran Drug Information

Home / ADME / Mengapa Tidak Boleh Mengkonsumsi Obat dengan Susu?

Mengapa Tidak Boleh Mengkonsumsi Obat dengan Susu?

Oleh : Marina Marfiyanti

Jangan meminum obat dengan susu. Hal ini sering sekali diucapkan oleh masyarakat. Tetapi sampai saat ini masih banyak orang yang acuh tak acuh akan kalimat itu sehingga mereka tetap mengkonsumsi obat dengan susu atau meminum susu selang beberapa menit setelah mengkonsumsi obat. Bahkan mengkonsumsi obat dengan susu sudah menjadi kebiasaan bagi segelintir orang tanpa mengetahui efeknya.

Padahal saat kita mengkonsumsi obat dengan susu, kemungkinan besar obat yang diminum tidak akan bereaksi karena terhambat oleh susu, sehingga sakit yang diderita justru terasa lebih lama. Mengkonsumsi susu setengah liter saja bahkan bisa menurunkan efektifitas obat hingga 80 persen. Kalsium yang terdapat dalam susu juga mengganggu penyerapan obat osteoporosis.

Ini disebabkan karena kalsium yang dikandung dalam susu biasa membentuk ikatan dengan zat-zat dalam bebebrapa obat dan menghalangi penyerapan oleh lambung. Contohnya adalah tetrasiklin, zat yang biasa ada dalam antibiotik untuk obat flu.

Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap obat dengan baik, termasuk keasaman relatif di perut, ada atau tidaknya nutrisi lemak atau nutrisi lainnya, serta apakah ada unsur-unsur tertentu dalam tubuh seperti kalsium yang dapat menghambat penyerapan obat dengan baik.

Air putih memang paling netral untuk mengantarkan obat-obatan kedalam tubuh kita agar memperoleh manfaatnya karena air putih tidak mengandung senyawa-senyawa yang dapat menghambat penyerapan obat oleh tubuh. Jika ingin minum susu, tunggu setidaknya satu jam setelah minum obat. Semoga bermanfaat !

* Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

* Radar News, Minggu, 31 Juli 2011

Leave a Reply