Prof. Dr. Sidik, Apt.

Prof.-Sidik-100x100Sebagian besar hidup Prof. Dr. Sidik boleh jadi dihabiskan di ruang laboratorium. Namun begitu, dari penelitian yang dilakukannya, terutama dalam meneliti tanaman obat yang ada di Indonesia, telah menghasilkan berbagai jenis tanaman yang berhasil diekstrak untuk kepentingan peningkatan kesehatan masyarakat banyak. Diusianya yang tergolong tidak muda lagi, yakni 76 tahun, namun semangat pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 20 September 1936, ini untuk terus meneliti berbagai tumbuhan berkhasiat yang ada di Indonesia terus berkobar. Sehingga, masyarakat sadar dan mau menggunakan herbal untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit yang dialaminya. Itu sebabnya, Prof DR Sidik mengajak semua rekan-rekan peneliti untuk terus meneliti mengingat sebagai negara yang memiliki hutan tropis dan subur, cukup banyak tumbuh berbagai jenis tanaman yang belum teruji secara klinis, meskipun secara turun temurun telah digunakan masyarakat. Ayah empat orang anak buah cintanya dengan Dra Ny Hudajani Djajaprawira, yang apoteker ini mengaku, terjun sebagai farmakolog meneliti tanaman obat, merupakan cita-citanya sejak kecil. Semua berawal ketika kecil senang menonton tukang obat tradisional pinggir jalan yang mempromosikan dagangannya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Rasa ingin tahunya yang besar tentang obat tradisional inilah mendorong dirinya selepas SMA mengambil kuliah di jurusan Farmasi dan Apoteker Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketika kuliah mulailah ia melakukan berbagai uji coba, terutama mengekstrak berbagai jenis obat. “Bahkan ketika selesai sarjana muda saya diangkat sebagai asisten dosen di ITB, sampai saya dapat menyelesaikan sarjana penuh dibidang farmasi dan apoteker,” ucap Prof DR Sidik. Dan akhirnya diangkat sebagai dosen di kampus almamaternya. Sebagai seorang dosen pada waktu itu memang penghasilannya masih pas-pasan. Sambil berkelakar ia mengistilahkan: “Dosen itu ndoso sesen, atau nyari uang sesen.” Karena itu banyak juga gadis yang coba didekati langsung ditolak oleh orang tua si gadis. Keinginannya yang kuat untuk lebih mendalami obat herbal, mengharuskannya untuk kuliah ke tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan di ITB, menurutnya, peluang sangat tipis untuk mendapat beasiswa kuliah S2 ke luar negeri. Karenanya ia langsung pindah ke Universitas Pajajaran (Unpad). Melalui Unpad peluangnya terbuka untuk melanjutkan kuliah di Leiden University (Belanda), setelah selesai melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ke Natural Product Reseach Institute Seoul (Korea), Philips Unversitadt Marburg (Jerman), kembali ke Leiden University (The Nedherlands) dan Post Doct Researsh, Antwerpen University (Belgium). Pria humoris ini dalam menjalani kehidupan sangat bersahaja, bahkan ia lebih suka hidup pas-pasan, yaitu pas butuh sesuatu ada saja yang bersedia untuk membantu menyelesaikan. Termasuk ketika ingin belajar keluar negeri pas ada yang membiayai, pas ingin ke Jakarta ada yang bayari, begitu seterusnya. Pendidikan anak Dalam mendidik anak, Prof DR Sidik menerapkan disiplin yang ketat namun menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis. Anak-anaknya bebas untuk memilih sekolah dan karier yang sesuai dengan bakat dan keinginannya. “Sebagai orang tua saya hanya mengarahkan agar mereka bisa menempuh jenjang pendidikan dan karier dengan sukses,” ucapnya sunguh-sungguh. “Alhamdulillah, keempat anak saya kini telah menyelesaikan S1-nya, dan ada yang sedang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi. Selain harus membiayai anak kandung saya juga sedang membiayai anak asuh yang jumlahnya dua belas orang yang saya biayai sekolahnya sejak mereka kelas 4 SD dan sekarang sudah duduk di perguruan Tinggi,” kata Prof Dr Sidik semangat. Kalau hanya mengandalkan gaji sebagai dosen, menurutnya tentunya tidak cukup. Karena itu, untuk mencukupinya, ia ambilkan dari royalti hasil penelitian yang pernah ia lakukan dan sudah dipatenkan. Itulah salah satu balasan kenapa ia selalu mempatenkan hasil penelitiannya. RIS Riwayat Hidup I. Nama : Prof Dr Sidik, Apoteker II. Tempat, TgL Lahir : Bandung, 20 September 1936 III. Nama Isteri : Dra Ny Hudajani Djajaprawira, Apoteker IV. Anak : 4 orang: 2 putra, 2 putri Pendidikan: 1962 : Sarjana Farmasi dan Apoteker, ITB, 1963 1983 : Doktor Dalam Ilmu Bahan Obat Alam (Farmakogriosi) Universitas Padjadjaran, Leiden The Netherlands Studi Pasca Sarjarna 1968 -1970 : L eiden University. The Netherlands 1978 – 1979 : Natural Products Research Institute Seoul, Korea 1979 : Philips Universitact Marburg, Germany 1983 : Leiden University The Netherlands 1984 : Post Doct Research Antwerpen University, Belgium Penghargaan: 1. Presiden RI (1990): Tanda Kehormatan Peneliti Utama 2. Presiden RI (1992): Tanda Kehormatan SATYA LANG AN A KARYA SATYA 3. Yayasan Phytomedica.( 1992). PKYTO MEDICA AWARD, ITB. 4. Rektor UNPAD.(1999) Karya Bhakti Utama 5. Menteri Negara Ristek. Diserahkan oleh Presiden R.I(2004). Kalyanakretya Utama 6. Kepala BPOM Depkes RI .20 Sept 2006.Tokoh Pengembang Obat Asli Indonesia 7. Depdiknas,26 Desember 2006.”Anugerah Sewaka Winayaroha” Hasil penelitian yang sudah diproduksi (PATEN): 1. Cursil (Fitofarmaka;. Obat penyakit liver. Diproduksi oleh Phyto Chemo Agung (Jakarta) – Astamedica (Germany) – sejak 1992. Dipatenkan sejak 1996 2. Kiranti (Jamu-rasional), jamu telat datang bulaa Diproduksi oleh Orang Tua Grup. Surabaya, sejak 1994. 3. Natura platelet, sediaan herbal untuk mencegah stroke. Diproduksi oleh PT. Brataco, Jakarta (2004). 4. Polyric (obat piray, gout). Sedang diregistrasi C2004) Buku: 1. Sidik, Moelyono, dan A. Muhtadi 1990. Botam. Kimia dan Farmakologi temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Yayasan Phyto Medica (seoang di reedit) 2. Sidik et al. (1992) Penapisan Farmakologi, pengujian Fitokimia dan Pengujian Klinik Yayasan Phyto medic a 3 Sidik, dkk. Buku Matena Medika Indonesia Jilid I (19771. Jilid II (1978), Jilid III (1979), Jilid IV (1980) 4. Sidik, dkk. (1977). Farmakope Indonesia I 5. Sidik (1993). Botany, Chemistry and Pharmacology of Piper betle Linn 6. Sidik dankawan-kawan (1999). Pedom?” Uji Klinik Seeaan Herbal 7. Sidik dan kawan-kawan COOO). Sediaari Herbal. Dep.Kes. RI 8. Sidik, ckk. Parameter Standar Umum Ekstral; Tumbuhan Obat. Dep. Kes. R.I 9. Kontributor dalam buku FJTOKIM1A, karangan Prof.Dr. M.Sirait (2004) 10. Sidik dan kawan-kawan (2005). Acuan Sediaan Herbal. Dep.Kes. RI

Sumber: Majalah Gemari

LIHAT DIREKTORI KEPAKARAN Prof. Sidik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia Telepon: (022) 7796200 Faksimile: (022) 7796200
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id