Farmasi Klinik

Pendahuluan

Perubahan paradigama farmasi dalam dekade terakhir menuntut adanya kesiapan seorang farmasis dalam menjalankan praktek kefarmasiannya. Paradigma farmasi yang tidak hanya beriorientas kepada produk tetapi juga berorientasi kepada pasien menjadikan sebuah era baru yaitu era patient oriented.

Dalam era patient oriented, muncullah istilah farmasi klinik yang didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang memiliki fokus dalam meningkatkan efikasi dan kerasionalan obat, serta meminimalisir toksisitas obat pada pasien yang berbasiskan pharmacaeutical care. Dalam terminologi patient oriented, peningkatan kualitas hidup pasien menjadi konsen bagi seorang farmasis, untuk itu farmasis dituntut untuk dapat memahami kompleksitas penyakit dan terapinya.

Kemajuan dibidang kedokteran dan farmasi telah banyak mengubah paradigma lama dan juga telah banyak ditemukan inovasi mengenai diagnosis maupun pengobatan terbaru, sehingga banyak ditemukan kompleksitas dalam penangnan pasien. Dibutuhkan up grading keilmuan untuk dapat menjawab kebutuhan serta tuntutan masyarakat terkait dengan pelayanan kefarmasian. Dalam konteks pola pendidikan farmasi klinik, kompetensi farmasis klinik di luar negeri menjadi acuan, dimana tersedianya SDM yang memiliki kemampuan farmasi klinik yang paripurna. Tersedianya SDM farmasi klinik yang paripurna tidak terlepas kepada pola pendidikan farmasi klinik yang di tempuh pada perguruan tinggi farmasi.

Pola pendidikan farmasi klinik idealnya harus mendalami 2 aspek, yaitu aspek knowledge dan aspek clinical experience. Aspek knowledge dalam pendikan tinggi dapat ditempuh memlalui proses perkuliahan dan literature review, sedangkan aspek clinical experience dapat ditempuh memalui penyediaan praktek farmasi klinik yang berkualitas dan berkuantitas.

Atas dasar tersebut fakultas Farmasi UNPAD menyelenggarakan Program Magister farmasi Klinik yang memberikan knowledge dan clinical experience yang baik untuk memberikan bekal kepada mahasiwa dalam melakukan tugasnya sebagai seorang farmasis klinik.

Kompetensi

  1. Memiliki motivasi untuk melakukan dan meningkatkan kemampuan sebagai farmasis berkeaahlian klinik yang mengedepankan nilai-nilai luhur profesi apoteker
  2. Menjunjung tinggi dan melaksanakan kode etik farmasi, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Keyakinan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Memiliki keterampilan dalam  melakukan pelayanan farmasi klinik, meliputi keterampilan informasi obat, mengidentifikasi dan mememcahkan permasalahan-permasalahan terkait dengan pengobatan pasien, terampil dalam melakukan terapi sediaan aseptis dan sitotoksika,  serta terampil dalam melakukan penelitian dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan farmasi klinik
  4. Mampu berpikir secara kritis, analitis dan konseptual yang berorientasi terhadap pemecahan masalah dalam upaya mengimplementasikan dan meningktakan pelayanan farmasi klinik yang paripurna
  5. Memiliki pemahaman dan pengetahuan yang luas sebagai bagaian dari tim kesehatan yang berorientasi kepada peningkatan kualitas hidup pasien

Tujuan

  1. Mencetak lulusan berkeahlian farmasi klinik yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dengan mengedepankan nilai-nilai luhur profesi apoteker
  2. Menciptakan penelitian yang dapat meningktakan kualitas pelayanan farmasi klinik baik dalam skala nasional maupun internasional
  3. Memperluas akses pendidikan yang berbasiskan farmasi klinik
  4. Mencerdaskan kehidupan bangsa

Sasaran

Apoteker yang memiliki minat di pelayanan kefaramasian, farmasi komunitas, farmasi rumah sakit, pemerintahan, tenaga pendidik dan apoteker baru yang memiliki minat di pelayanan kefarmasian

Metode Pembelajaran

Kurikulum dirancang selama 4 semester dengan masa studi 24 bulan, menggunakan metode system blok penyakit. Bentuk Kegiatan Akademik, meliputi:

  1. Metode pembelajaran menggunakan sistem Student Center Learning  dan Program Based Learning termodifikasi. Selain kuliah Proses Belajar Mengajar menggunakan tutorial, diskusi, seminar, kuliah tamu yang derikan oleh akademisi dan praktisi yang ahli di bidangnya masing-masing.
  2. Praktik farmasi klinik meliputi Bedside teaching, case report, presentasi kasus, diskusi pelayanan informasi obat dan journal reading. Praktek farmasi klinik dilakukan di RSHS Bandung dan rumah sakit pendidikan (teaching hospital) UNPAD yang di bimbing oleh apoteker spesialisasi klinis dan dokter spesialisasi. Praktek farmasi klinik dilakukan di unit penyakit dalam, infeksi dan kanker, obgyn, jantung dan pembuluh darah, pediatric, geriatric, saraf, ICU. Durasi praktek farmasi klinik selama 9 bulan, yang dilakukan 3 bulan di tiap semester I, II dan III.

Kurikulum

Semester I 

No  Matakuliah SKS
1 Filsafat Ilmu 2
2 Metodologi Penelitian 2
3 Biostatistika 2
4 Pengantar Farmasi Klinik 2
5 Penatalaksanaan Penyakit I Psikiatri, Gastroentrology, Obgyn, Saraf 3
6 Praktek Farmasi Klinik Penyakit I 3
Jumlah SKS 14

Semester II

No Matakuliah SKS
1 Teknik Aseptis 2
2 Informasi Obat, Konseling, dan EBM 2
3 Penatalaksanaan Penyakit I Endokrin, Jantung, Pembuluh Darah, ginjal 3
4 Praktik Farmasi Klinik Penyakit II 3
5 Toksikologi Klinik 1
6 Farmakokinetika Klinik 3
Jumlah SKS 14

Semester III

No Matakuliah SKS
1 Pilihan 2
2 Penatalaksanaan Penyakit III : Onkologi dan Infeksi 2
3 Penatalaksanaan Penyakit IV : Respiratori  dan Imunologi 2
4 Praktik Farmasi Klinik Penyakit III dan IV 4
5 Seminar Usulan Penelitian 1
Jumlah SKS 11

Semester IV

No Matakuliah SKS
1 Tesis 6
Jumlah SKS 6

Matakuliah Pilihan

No Matakuliah SKS
1 Farmakoepidemiologi dan Farmakoekonomi 2
2 Manajemen Pelayanan Kesehatan 2

Syarat Pendaftaran

Syarat khusus :
Lulusan S-1 farmasi dan Apoteker dari Perguruan Tinggi Farmasi
Syarat umum :
Dapat dilihat di website http://www.smup.unpad.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia Telepon: (022) 7796200 Faksimile: (022) 7796200
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id