Ivan Surya Pradipta, M.Sc., Apt

Ivan

Lihat Direktori Kepakaran  Ivan Surya Pradipta, M.Sc., Apt disini

Ivan Surya Pradipta, M.Sc., Apt, pria kelahiran Yogyakarta, 20 Juni 1983 mengenyam pendidikan formal di SMU N 7 Bandar Lampung. Putra kedua dari pasangan Annukman Sulaiman dan Lilik Sabdaningtyas ini selepas SMU melanjutkan studi ke jenjang sarjana farmasi dan apoteker di Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Hari-hari kampusnya tidak hanya diisi oleh kegiatan perkuliahan saja, namun Ivan aktif di berbagai kegiatan dan organisasi kampus. Delegasi Himpunan Farmasi Unpad pada temu mahasiswa farmasi nasional yang diselenggarakan Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia (ISMAFARSI) pernah beberapa kali dipercayakan kepadanya. Peran aktif yang dilakukannya di ISMAFARSI menyebabkan Ia dipercaya sebagai Kordinator Wilayah ISMAFARSI Wilayah Jawa Barat. Peran dan aktifitasnya dalam mengkordinsasikan Badan Eksekutif Mahasiswa Farmasi se-Jawa Barat yang meliputi UNPAD, ITB, STFB, STFI, UNJANI, dan UNIGA, mendorong dirinya untuk meningkatkan peran apoteker yang modern sebagai salah satu bagian dari tim profesi kesehatan.

Aktifitas kampus membawanya pada keingninan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan pada tahun 2009, Ivan lulus dari Magister Farmasi Klinik, Universitas Gadjah Mada dengan predikat Cumlaude. Disela kesibukannya sebagai mahasiswa S-2, Ivan dipercaya untuk menjadi staf pengajar di Jurusan Farmasi, FMIPA, Universitas Islam Indonesia (UII) pada tahun 2007-2009. Beberapa mata kuliah yang diasuh olehnya antara lain anatomi fisiologi manusia, farmakoterapi sistem kardiovaskuler dan ginjal, farmakoterapi penyakit infeksi, pelayanan informasi obat. Selain itu, beberapa riset mengengai penggunaan obat telah dilakukannya untuk meningkatkan rasionalitas penggunaan obat di Indonesia. Setelah menyelesaikan studi magisternya, Ivan kembali ke almamater Fakultas Farmasi Unpad untuk menjadi staf pengajar tetap di bidang farmasi klinik.

Ketertarikan di bidang farmasi klinik dimulai dengan keinginannya yang kuat dalam mendorong peran apoteker yang paripurna di Indonesia khususnya dibidang pelayanan farmasi. Untuk merealisaikan hal tersebut, peningkatan keilmuan terus dilakukan dari tahun 2007 hingga kini. Beberapa pendidikan informal baik dalam dan luar negeri telah diikuti, diantaranya short course on drug utilization research and infectious disease, workshop on clinical reasoning of pharmacist and individualizing therapy, workshop critical appraisal on literatur and statistical analysis, workshop on advances in cancer supportive care and relevant research updates, workshop on pharmacotherapy review program for advanced clinical pharmacy practice. Sebagai tenaga pendidik di lingkungan Universitas Padjadjaran, kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian menjadi kegiatan rutin yang dilakukannya.

Di bidang pendidikan, Ia dipercaya mengasuh beberapa matakuliah baik program sarjana maupun pascasarjana antara lain anatomi fisiologi manusia, patofisiologi, farmakoterapi, farmakoepidemiologi dan farmasi klinik. Di bidang penelitian, Ia sangat tertarik pada penelitian di bidang farmasi klinis dan farmakoepidemiologi, dengan penekanan minat pada penyakit infeksi dan gangguan ginjal. Publikasi penelitian di forum dan jurnal ilmiah di bidang penggunaan obat dan infeksi, baik  dalam dan luar negeri telah dilakukannya. Penghargaan pertama diperolehnya atas publikasi penelitiannya yang berjudul “Kultur Kuman dari Berbagai Pasien Sepsis” di forum pertemuan ilmiah Kongres Nasional Ikatan Apoteker Indonesia XIX tahun 2011 di Manado. Pada tahun 2012-2013 Ivan dipercaya sebagai bagian dari tim konsultan dan pelaksana proyek penguatan sistem manajemen suplai obat publik di Indonesia, yang dilakukan melalui studi operasional bersama tim dari World Health Organization (WHO), Sekolah Farmasi, ITB dan Kementrian Kesehatan RI dengan pendanaan berasal dari USAID. Proyek tersebut menghasilkan rekomendasi dalam penguatan sistem manajemen suplai obat publik di Indonesia. Formulasi kebijakan, sistem dan optimalisasi penggunaan serta pengendalian resistensi antibiotik menjadi topik utama dalam penelitiannya saat ini. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai peer review Jurnal Farmasi Klinik Indonesia sejak tahun 2012 dan peer review abstrak pada kegiatan International Conference on Pharmacoepidemiology and Therapeutic Risk Management  (ICPE) di Taipe 2014 yang diselenggarakan oleh International Society for Pharmacoepidemiology (ISPE).

 Di bidang pengabdian masyarakt, keinginan untuk mendorong implementasi farmasi klinik yang paripurna dan rasionalitas penggunaan obat di Indonesia dilakukan dalam bentuk partisipasi aktif dalam berbagai kegaiatan sebagai pembicara dan trainer, diantaranya pada workshop peningkatan pemahaman apoteker puskesmas dan apotek dalam penggunaan obat yang rasional yang diselenggarakan Badan Pelatihan Kesehatan Batam, Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2012-2013; peningkatan pemahaman penggunaan obat kader puskemas melalui metode Cara Belajar Ibu Aktif (CBIA) yang diselenggarakan oleh Dinkes Propinsi Jawa Barat; serta stadium general,semiar dan pelatihan dasar kepemimpinan yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa farmasi.

Pria yang beristrikan Dita Fitria Rachmattanti, S.Si., Apt ini tergabung dengan keaggotaan International Society For Pharmacoepidemiology (ISPE) sejak tahun 2012 dan Ikatan Apoteker Indonesia sejak tahun 2007. Meski pernah memperoleh penghargaan The Best Drumer di ajang Festival Musik SMU di Kota Bandar Lampung, jalur musik profesional tidak ia pilih sebagai jalan hidupnya. Musik dan berolahraga cukup menjadi sebuah hobi untuk mengisi hari-harinya dan menjalin pertemenan dengan semua pihak.

scholar_logo_lg_2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia Telepon: (022) 7796200 Faksimile: (022) 7796200
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id