(Bahasa) Getah Pohon Pisang Bisa Suburkan Rambut

RAMBUT indah dan lebat menjadi impian tidak hanya kaum perempuan meski ada ungkapan rambut adalah mahkota wanita. Sebab, kenyataannya, kaum pria saat ini pun takut bila mengalami kebotakan. Jadi, begitu rambut mulai rontok, orang akan panik dan buru-buru mencari sampo atau tonik penguat rambut atau penyubur rambut. Dan kebanyakan penguat rambut yang dijual di pasaran memanfaatkan tanaman lidah buaya dan ginseng karena kedua bahan ini memang sudah dibuktikan bisa mengatasi berbagai masalah pada rambut.

Namun, selain lidah buaya, ada jenis tanaman lain yang mengandung senyawa yang sama dan bisa mencegah kerontokan serta menyuburkan rambut, yakni getah pisang. Ternyata tanaman pisang hampir sama dengan pohon kelapa, mulai buah sampai daunnya mempunyai manfaat yang tak ternilai.

Selain buahnya yang bisa dikonsumsi, daun pisangnya pun sangat bermanfaat untuk berbagai kebutuhan, khususnya olahan makanan sebagai pembungkusnya. Namun siapa yang menyangka bahwa getah pisang yang ditakutkan ibu-ibu bila terkena baju tidak akan hilang nodanya ternyata memiliki manfaat bisa mencegah kerontokan dan menyuburkan rambut.

Adalah mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang berhasil menemukan inovasi ini. Lima mahasiswa itu, yakni Masripah, Elsa Anindhita, Wianti Aisyah V, Imay Adiyati H, dan Yoshiko NS, berhasil menemukan kandungan bermanfaat dari getah pisang ini.

Wianti, salah seorang anggota tim peneliti, menuturkan, kebotakan bisa terjadi pada siapa saja, tapi hampir 90 persen kebotakan dialami oleh kaum pria. Penyebabnya macam-macam, seperti akibat sakit, stres, kurang vitamin, terlalu sering mengonsumsi makanan siap saji, hingga kebiasaan merokok.

Beranjak dari sinilah, tim ingin mencari tahu bahan alami untuk mengatasi masalah rambut rontok tersebut. Dan pada bulan Mei 2010, tim mencoba meneliti beberapa jenis tanaman. Salah satunya adalah pisang. Dari hasil penelitian, pada getah pisang terkandung zat antrakuinon yang bermanfaat dapat mengganti sel-sel kulit kepala yang mati.

“Selain itu, getah pisang secara empirik telah digunakan sebagai pencegah kerontokan dan penyubur rambut,” ujar Wianti saat ditemui di stan Fakultas Farmasi Unpad pada acara Pekan Ilmiah Unpad 2010 di Aula Graha Sanusi, Senin (18/10).

Setelah mengetahui kandungan tersebut, tim melakukan uji coba pada kelinci. Kelinci dipilih, kata Wianti, karena secara struktur bulu-bulu kelinci hampir sama dengan rambut manusia. Dari penelitian itu didapat hasil bahwa pada konsentrasi 2 persen ekstrak getah pisang efektif terhadap uji aktivitas mencegah kerontokan dan menyuburkan rambut dengan sediaan spray getah pisang.

“Kami buat dalam sediaan spray agar tidak lengket dalam penggunaannya. Spray inilah yang kami uji cobakan pada kelinci. Setiap dua kali sehari, kelinci yang botak atau tidak ada bulunya ini kami semprot dengan spray getah pisang. Hasilnya, dalam waktu tiga minggu bulu kelinci tumbuh 1,5 sentimeter,” ujarnya.

Dalam praktik pembuatan getah pisang menjadi spray, tim lebih dulu mengumpulkan bahan. Setelah itu baru memasuki tahap pembuatan ekstrak kering getah pisang yang dilanjutkan dengan tahap formulasi spray getah pisang. Begitu selesai, baru dilakukan uji coba pada kelinci tersebut.

Kini hasil karya tim mahasiswa ini sudah dikemas dengan merek Banhair. Aroma atau bau spray getah pisang ini tidak terlalu menimbulkan bau menyengat, alami, dan warna cairan spray juga bening.

Menurut Wianti, ia dan rekan-rekannya ingin sekali mematenkan produk karya mereka. Namun lagi-lagi masalah uji coba pada manusia masih menjadi kendala.

“Untuk mematenkan tidak terlalu sulit. Namun tahap untuk mematenkan suatu karya harus melalui uji coba pada manusia. Bagian inilah yang sulit karena butuh biaya tidak sedikit, minimal Rp 100 juta. Ini sudah paling murah. Dan kami belum bisa melakukan ini karena memang tidak ada biayanya,” katanya.

Uji coba pada manusia, kata Wianti, membutuhkan tenaga relawan. Biaya relawan inilah yang mahal. Sebab, kata Wianti, seorang relawan harus mendapat semacam garansi dari proses uji coba penelitian atau temuan tersebut.

“Istilahnya kami menggunakan dia (sukarelawan) sebagai media uji coba, pastinya sukarelawan ini harus dibayar untuk makan dia dan sebagainya,” ujarnya.

Meski menghadapi kendala, Wianti dan kawan-kawan tidak lantas putus asa. Mereka masih bersemangat melakukan penelitian lainnya. Termasuk mengembangkan kembali manfaat kandungan pada tanaman-tanaman lainnya. “Negara kita kaya akan flora. Kenapa tidak kita manfaatkan sebaik mungkin anugerah ini?” katanya. (*)

http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/32105/getah-pohon-pisang-bisa-suburkan-rambut

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia Telepon: (022) 7796200 Faksimile: (022) 7796200
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id