Dra. Emma Surahman M.Si., “Tampil Cantik Bisa Dengan Meracik Sendiri Bahan Alami”Dra. Emma Surahman M.Si., “Shown Beautiful by mixing With Their Own Natural Ingredients”

Dikutip dari situs http://www.unpad.ac.id/archives/51423, tidak ada wanita yang tidak ingin tampil cantik, bersih dan menarik.  Masalahnya, untuk tampil cantik dan bersih, kadang-kadang para wanita harus mengeluarkan uang untuk membeli produk kosmetik dalam merawat kulit, rambut atau sekedar merias wajah.  Padahal, untuk menjadi cantik, bersih dan menarik itu tidak harus selalu dengan perawatan intensif dan dengan menggunakan obat-obatan serta kosmetik yang mahal.

“Untuk tampil cantik dan bersih tidak harus dengan kosmetik yang mahal. Para wanita bisa tampil cantik dengan meracik sendiri ramuan dengan menggunakan bahan alam baik dari buah-buahan ataupun sayuran,” ujar Dra. Emma Surachman M.Si., dosen Fakultas Farmasi Unpad yang sejak tahun 1980 mengeluti dunia farmasetika dengan mengunakan bahan-bahan herbal. Farmasetika adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan obat, termasuk  seni peracikan obat.

Dra. Emma saat ditemui di ruang kerjanya di Fakultas Farmasi Lantai 3 kampus Unpad Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor, Kamis (26/01) lalu mengatakan, di sekitar rumah kita sering kita jumpai buah-buahan atau sayuran seperti  tomat, kentang, wortel, mentimun, lidah buaya, dan pepaya ternyata banyak mengandung zat-zat berkhasiat. Berdasarkan penelitian dan pustaka, bahan alami itu memiliki kandungan zat berkhasiat tersebut seperti anti oksidan, anti aging, pemutih yang dapat kita pergunakan langsung untuk mempercantik diri kita sendiri.

“Kalau di rumah sebagai ibu rumah tangga, untuk mempertahankan kecantikan, kita dapat mengunakan langsung buah-buahan atau sayuran tersebut misalnya untuk masker,  itu lebih bagus dari pada kita mengunakan masker yang sudah menjadi formula. Apabila sudah menjadi formula, sudah ada bahan aktif, bahan sintetik, bahan kimia,” ujar Emma.

Dosen Farmasetika Dasar ini mengungkapkan, sayangnya bahan-bahan herbal yang langsung itu tidak stabil, seperti apabila kita mengupas kentang, beberapa saat kemudian warna kentang tersebut akan berubah warna menjadi menghitam. Untuk menjaga ksetabilan itu, maka bahan-bahan herbal tersebut perlu di ekstrak.

Bersama mahasiswa dan teman-teman dosennya dari Laboratorium Farmasetika Fakultas Farmasi Unpad, Emma mengekstraksi bahan herbal tersebut menjadi sediaan farmasetika. Lidah buaya misalnya, dapat menciptakan berbagai produk kosmetik seperti krim pelembab, facial wash, lipstik dan lain sebagainya. Dan bersama mahasiswa bimbingannya, Emma mematenkan penumbuh rambut dari  getah pisang. Bukan itu saja, saat ini dia sedang mengembangkan sediaan farmasetika dari mentimun dan kedelai.

Konsultan Farmasi Rumah Sakit Rajawali Bandung ini sudah puluhan tahun bersama teman-teman dan mahasiswanya mengembangkan dan meneliti bahan-bahan herbal untuk dijadikan kosmetik. Sudah banyak publikasi ilmiah, presentasi ilmiah dan berbagai pameran-pameran farmasi telah ia ikuti, hal tersebut membuat ia banyak diundang sebagai narasumber di berbagai seminar.

Ketika ditanya mengenai peredaran kosmetik dan obat-obat kecantikan sekarang ini, Emma menuturkan bahwa masyarakakat harus sangat hati-hati dalam memilih dan menggunakan kosmetik serta obat kecantikan. Alangkah baiknya pengguna mengenali bahan-bahan serta kandungan dari kosmetik sebelum digunakan. Teliti apakah kosmetika itu mengandung obat atau zat berbahaya.

“Jangan hanya karena produk tersebut sudah dikenal dan banyak digunakan, lalu berasumsi aman. Pilih kosmetik yang aman, yang bentuk dan bahan serta ukuran partikel-partikelnya seragam dan seimbang, kekentalan dan juga kestabilannya tidak berubah warna. Jangan sampai dengan mengunakan kosmetik tersebut justru akan merugikan. Untuk itu, peredaran kosmetik dan obat-obat kecantikan harus dijaga dan diawasi secara ketat oleh Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” jelas Emma.

Ibu dua anak ini begitu antusias ketika berbicara tentang sediaan kosmetika herbal. Ia begitu semangat dan memiliki kemauan yang besar pada hal-hal baru tentang kandungan bahan-bahan herbal farmasetika. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Emma masih terlihat cantik dan berseri.

Menurut Kepala Laboratorium Farmasetika Fakultas Farmasi Unpad, Soraya Ratnawulan S.Si., M.Si., Apt, Emma orangnya selalu ingin belajar, banyak ide dengan penuh semangat meskipun umur tidak muda lagi. “ Ibu sangat ingin mengembangkan ilmunya karena ibu sangat interest dengan kosmetik. Dalam hal penelitian, ibu tidak membeda-bedakan antara senior dan yunior,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Unpad, Sriwidodo B., S.Si., M.Si., Ia mengatakan, Emma sering membimbing dan suka melibatkannya dalam berbagai proyek. “Ibu Emma tidak membeda-bedakan, ia selalu melibatkan yuniornya untuk sama-sama mencari hal-hal baru,” jelasnya.

Dari berbagai Keberhasilannya tersebut, Dra. Emma masih menyimpan berbagai harapan. Ia menginginkan para lulusan farmasi Unpad dapat mandiri dengan menciptakan produk-produk sendiri.

“Lulusan Apoteker Unpad saya harap, dapat menciptakan produk-produk sendiri tanpa harus menjadi apoteker di suatu apotik. Dengan begitu, setidak-tidaknya mereka bisa berdiri dengan kakinya sendiri,” pungkasnya. *

Laporan oleh: Purnomo Sidik | | | eh*

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia Telepon: (022) 7796200 Faksimile: (022) 7796200
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id