Dr. Moelyono MW, MS, Apt.

Pak MoelLihat Direktori Kepakaran Dr. Moelyono MW, MS, Apt disini!! Sibuk – menghambat berprestasi, kata siapa? Ingin berprestasi? “BE A TRENDSETTER!”  Dr. Moelyono MW, MS, Apt. atau kita kenal dengan pak Moel adalah lektor kepala dan juga dosen Fakultas Farmasi Unpad yang berprestasi dan melahirkan banyak karya dan buku. Beliau aktif semasa kuliah juga selalu berprestasi karena keuletan, kegigihan, dan kedisiplinan. Beberapa karya ilmiahnya antaralain Ekstraksi Tumbuhan Obat, Metode, dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mutu Produknya(media : KARYA CIPTA ILMU DAN TEKNOLOGI TERPOPULER, 2003, ISBN 979-97997-0-8), Penetapan Senyawa Penanda pengendalian Mutu Minyak Atsiri Rimpang Jahe Merah (media : FARMAKA, Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia, Vol.1, No, 1, 2003. ISSN 1693-1424), The Determination of Quercetin in Plectranthus scutellaroides leaves extract and its In Silco Study on Histamine H4 Receptor (media : Majalah Farmasi Indonesia, vol 22 (3), 2011. ISSN 0216-1013), dan masih banyak lagi. Selain itu buku hasil karyanya antaralain Seri Pustaka Tanaman Obat, TEMULAWAK, Farmakope Herbal Indonesia edisi I (Tim Penyusun), Suplemen I Farmakope Herbal Indonesia Edisi I  (Tim Penyusun), dan Suplemen II Farmakope Herbal Indonesia Edisi I (Tim Penyusun). Begitu banyak penghargaan yang beliau raih, tidak hanya dari universitas, tapi juga dari presiden Republik Indonesia. Sungguh membanggakan dan memotivasi karya dan penghargaan yang beliau raih. Pastinya kita generasi penerus, generasi muda, ingin bisa seperti Pak Moel, kalau bisa bahkan melebihi prestasi yang beliau raih. Berangan, berkeinginan, tapi kita sendiri bingung. Bagaimana caranya ya agar bisa berprestasi seperti itu? Berikut merupakan bincang-bincang mengenai akademik, keorganisasian, sampai yang paling ditunggu yaitu rahasia kunci dibalik kesuksesan yang diraih Pak Moel.   Apakah kurikulum di fakultas farmasi ini sudah tersusun baik ? Kurikulum itu ada yang merancang. Ada lokakarya dan sebagainya dalam proses pembuatannya. Secara logika seharusnya tersusun baik, namun perkara tiap tahun berbeda, maka kurikulum juga bisa berubah dan tidak bisa tetap. Kurikulum pasti berubah-ubah sesuai kondisi dan perkembangan zaman. Apa yang harus ditingkatkan agar kualitas fakultas farmasi unpad menjadi lebih baik ? Bagaimana mau maju menjadi lebih baik kalau mahasiswa, pegawai, dosen tidak disiplin. Kuncinya agar kualitas menjadi baik adalah ‘disiplin’. Bicara tentang UAS, biasanya rintangan dan tantangan apa aja yang biasanya dihadapi saat UAS untuk para mahasiswa ? Tantangan yang harus dihadapi adalah cara untuk jujur. Kebanyakan mahasiswa tidak disiplin, korupsinya gede (mencontek). Persiapan seharusnya ada pada waktu-waktu sebelum ujian, bukan dadakan. Hambatan dari mahasiswanya ya malas, karena malas jadi tidak percaya diri, karena tidak percaya diri jadi tidak yakin pada jawaban sendiri dan mencontek. Pikirkanlah baik-baik ‘mengapa saya harus berbuat jujur?’, berpikirlah jangan mau menjadi follower, tetapi menjadi trendsetter. Kalau orang lain mencontek, kita jangan ikuti. Apa saja poin penting dalam belajar di farmasi ? Dalam belajar harus mengerti apa yang dihadapi, mengerti apa yang dicapai, dipahami, bukan menghapal. Hal yang harus ditanam untuk seorang trendsetter adalah pemahaman dan percayalah ‘tidak ada masalah yang tidak ada jawabannya’ Cara untuk mudah mengerti bagaimana pak? Berlatihlah setiap hari. Bagaimana mau berlatih kalau tujuannya mencontek. Waktu untuk belajar itu selalu ada, dan anda lah yang menciptakan waktu tersebut, bukan waktu mengatur anda. Jadilah trendsetter.

DSC_4508

Saya dengar bapak banyak mendapatkan penghargaan nasional. Untuk berbagi informasi, bagaimana cara agar kami mahasiswa bisa berprestasi seperti bapak ? Konsisten dan percaya diri bahwa yang saya lakukan itu benar dan jujur, tidak pernah berpikir untuk berleha-leha. Penghargaan yang saya dapat dari Unpad yaitu karya satya kelas II dan I, juga karya satya pendidikan. Dari presiden ada 2 satya lencana yaitu satya lencana kelas II dan kelas I, perak dan emas. Jadi total penghargaan yang saya dapat ada 5. Untuk penghargaan non formal tidak pernah saya hitung.  

“Budi pekerti harus diasah, apakah sukses orang yang IPKnya tinggi? Belum tentu. Otak kiri yang terus digunakan tidak diimbangi dengan otak kanan. Makanya kiri dan kanan harus dikembangkan, berkegiatanlah.

Saya ikut teater, untuk menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan, tampil dalam pentas seni keliling jawa barat dan memimpin pementasan unpad. Ingat batin juga harus terpuaskan. Kalian kebanyakan hanya memuaskan otak saja, tapi batin tidak terpuaskan.” Ada pembentukan pribadi seorang farmasi tidak hanya dari akademik. Ilmu masyarakat bisa dipelajari dari seni dan olahraga.   Apa perbedaan farmasi dari masa ke masa, dari himafar pada masa bapak kuliah hingga kemafar saat ini ? Kalau dulu, kita berorganisasi untuk mencari pengalaman. Sekarang kalau saya lihat kok rasanya ada unsur-unsur politik. Kalau dulu pemikirannya tu “mari berjuang sama-sama”, kalau sekarang kayak ada kepentingan tertentu. Apa yang harus ditingkatkan dari kemafar (mahasiswa) dalam kinerjanya, terkhusus untuk organisasi seperti BEM dan BPM agar jadi lebih baik dan membantu dalam pembangunan fakultas farmasi yang baik ? Pikirannya jernihkan bahwa saya ikut organisasi ini sebagai sarana pembentuk pribadi saya, bukan untuk kepentingan organisasi lain. Toh pada akhirnya itu hasilya buat pribadi masing-masing lagi. Itu softskill yang akan kamu dapatkan, IPK itu nomor 17, nomor 1 adalah kejujuran, latih kejujuran dan disiplin sejak awal, saya terbiasa disiplin karena dosen saya orang belanda yang selalu menekankan kedisiplinan. ‘Mari kita maju sama-sama’ Bagaimana cara mengatasi dan membagi waktu dalam berorganisasi dan kuliah ? Manusia merugi jika diatur waktu, manusia harus bisa mengatur waktu. Bagaimana jadi trendsetter? Bukan saat mau ujian saja saya baca buku, jadi saat ujian pun saya tidak terlalu berat. Apapun bisa, tidak ada kalimat tidak bisa. Buang kata malas dalam hidupmu, kita yang mengatur waktu.   Apa arti dan pentingnya keluarga bagi perjalanan hidup bapak ? Keluarga itu bagian dari kita. Saya demokratis dalam berkeluarga, saya bebaskan kepada anak-anak saya ketika lulus SMA ingin masuk mana, yang terpenting itu adalah punya etika dan bertanggungjawab. Selain itu selalu memecahkan masalah bersama-sama.   Apa ada pesan atau quote bapak untuk akhir sesi wawancara ini untuk mahasiswa farmasi kita? Be a trendsetter, not be a follower   Itu semua adalah pesan dari Pak Moel, mudah-mudahan membuka mata dan inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berprestasi, juga bermanfaat. Mahasiswa generasi penerus, jangan mau kalah sama pendahulu kita, ayo kita pacu semangat untuk lebih berprestasi. Kita sendirilah yang menentukan, menjadi lebih baik atau memperburuk keadaan. Karena yang buruk belum tentu baik, dan yang baik pasti baik. Akhir kata BE A TRENDSETTER! FARMASI BISA! MAHASISWA BISA! Oleh : Dhiya ul Haqqi (BPM Kemafar Unpad) M. Luthfi Nugraga (Kemafar Unpad) Sumber: Kemafar Unpad

scholar_logo_lg_2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia Telepon: (022) 7796200 Faksimile: (022) 7796200
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id