[Farmasi.unpad.ac.id – Jatinangor, 22/2/2020] Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran melalui Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi (FTF) bekerjasama dengan Pusdi Penemuan dan Pengembangan Produk Obat pada tahun 2020 ini akan menjalankan program peningkatan kompetensi farmasi industri menggunakan fasilitas lab sentral unpad.

“Peningkatan kompetensi farmasi industri perlu ditingkatkan karena didorong oleh semakin tingginya kebutuhan industri Farmasi akan lulusan apoteker maupun magister yg mampu menyelesaikan berbagai masalah yg dinamis di dunia industri.” Ujar Dr. Sriwidodo, M.Si,.Apt, Kepala Departemen FTF (22/2/2020).

“Kegiatan tersebut dalam bentuk penelitian kerjasama industri, workshop, dan seminar.” Lanjutnya.

Menurutnya, dengan program ini diharapkan kompetensi di bidang RnD, produksi, QA, dan bidang2 lain yg semakin berkembang, akan semakin meningkat, baik untuk mahasiswa maupun praktisi.

Beberapa prinsipal dan vendor bahan baku farmasi dalam dan luar negeri telah menyatakan kesediaannya turut serta membantu program ini melalui kegiatan yang akan dilaksanakan pada tgl 24 Februari 2020 yang berkolaborasi dengan Perusahaan Farmasi ShinEtsu dan Lawsim.

“Workshop dalam bentuk technical seminar terkait polimer untuk formulasi farmasetika akan dilaksanakan di Laboratorium Sentral, Universitas Padjadjaran yang memiliki alat-alat produksi dan evaluasi skala pilot untuk sediaan solid.” Tutur Sriwidodo.

“Dengan kolaborasi ini, diharapkan fakultas farmasi unpad turut berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi farmasi, khususnya di bidang farmasi industri.” Tutupnya.

Beberapa fasilitas produksi di lab sentral

[farmasi.unpad.ac.id] Berbagai perkembangan yang terjadi baik di tingkat nasional, regional maupun global tampak begitu terlihat sangat cepat, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Industri farmasi merupakan salah satu industri yang mengandalkan teknologi dengan terus menerus memperbaharui kemampuan dalam memenuhi regulasi pemerintah dalam hal ini CPOB. Hal ini tentunya sejalan dengan tanggung jawab Apoteker yang merupakan salah satu personil kunci di industri farmasi, senantiasa dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya agar selaras dengan perkembangan teknologi dan regulasi guna menghasilkan produk sediaan farmasi yang aman, bermutu dan berkhasiat.

Tantangan Pendidikan Tinggi Farmasi (PTF) dalam menyiapkan Apoteker yang kompeten, handal dan memiliki performa terbaik dalam pekerjaan kefarmasian sekarang ini, khususnya Farmasi Industri, menjadi semakin besar. Meskipun standar lulusan dan standar kompetensi yang telah disepakati oleh stakeholder (APTFI, IAI dan KFN) dalam bentuk naskah akademik Pendidikan Farmasi, Standar Kompetensi Apoteker Indonesia (SKAI), pada kenyataannya tidak mudah memberikan pengalaman langsung praktek farmasi Industri ke kampus. Terlebih lagi, apoteker di farmasi industri mengembangkan keahliannya tidak hanya pada RnD, produksi, QC dan QA saja, melainkan banyak juga merambah ke bidang registrasi, marketing, rantai pasok, dan lain sebagainya.

Salah satu kata kunci mengejar pesatnya kebutuhan dunia kerja dengan kesiapan lulusan, adalah mempercepat paparan praktek dalam proses pembelajaran mahasiswa. Kompetensi yang meliputi pengetahuan, keahlian, dan sikap perilaku harus sudah dikenalkan kepada mahasiswa semenjak dini, agar calon apoteker memiliki mindset, wawasan, dan orientasi yang tepat dalam menyiapkan karir setelah dilantik menjadi seorang Apoteker.

Berdasarkan masih adanya kesenjangan implementasi teori di kampus dengan praktik farmasi Industri saat ini, Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, bekerjasama dengan Epsilon Sharing Community yang merupakan wadah alumni Farmasi Unpad dan praktisi farmasi industri, berkeinginan untuk berkolaborasi berbagi pengalaman, pengetahuan dan terutama praktek, dengan menyelenggarakan pelatihan kepada calon lulusan perguruan tinggi farmasi dalam hal implementasi pengetahuan yang didapat di kampus agar lulusan siap dalam melakukan praktik kefarmasian khususnya di Industri Farmasi.

Sasaran dan Program Pelatihan

Sasaran dari Program Pelatihan Tematik Farmasi Industri:

  1. Mahasiswa program studi Sarjana Farmasi
  2. Mahasiswa program studi Apoteker
  3. Dosen Perguruan Tinggi Farmasi (PTF)
  4. Lulusan Apoteker baru

Tujuan Pelatihan

Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu dan memahami :

  1. Peran Apoteker di Industri Farmasi
  2. Implementasi CPOB di Industri Farmasi
  3. Basic Tools yang digunakan dalam melakukan pekerjaan kefarmasian dan operasional di Industri Farmasi
  4. Mengembangkan diri dan karir di bidang Farmasi Industri

Metode Pelatihan

Pelatihan ini dilakukan dengan metode eksperiental dan simulasi dengan cara pemaparan materi dan divisualisaikan melalui video-video tutorial berdurasi pendek untuk memberikan gambaran proses dan implementasi di Industri Farmasi serta workshop melalui studi kasus dan implementasi tools yang diberikan.

Program Training Epsilon

Pelatihan ini merupakan In House Training yang kami sebut sebagai program Training on Campus yang bekerjasama dengan Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi / Pusdi Drugs Delivery & Disposition serta Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk menambah pengetahuan dan kemampuan peserta pelatihan. 8 (delapan) topik dasar pada silabus pelatihan adalah pilihan topik yang dapat menjadi acuan dalam menentukan konten pelatihan dan dapat disesuakan dengan kebutuhan perserta.

Fasilitas Pelatihan

Setiap peserta dalam pelatihan ini mendapatkan :

  1. Seminar Kit, Copy Materi bentuk hardcopy dan softcopy dalam format PDF.
  2. Sertificate of Attendace dari Epsilon Sharing Community & Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran.
  3. Konsumsi

Waktu dan Tempat Pelatihan

Tempat Pelatihan          : Gedung 1 Lab. Departemen Farmasetika dan Teknologi

Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363

Waktu Pelatihan            : Disesuaikan dengan kegiatan Kampus dengan target 1 bulan 1 kali pelatihan

Contact Person             : Budi (081220200575)

Link pendaftaran : http://bit.ly/UNPADepsilon2020

[farmasi.unpad.ac.id] Serial Workshop “Single Punch Tableting Machine” pada hari Kamis tanggal 21 November 2019 yang diikuti sebanyak 57 siswa dari SMK Bina Harapan Sumedang berjalan dengan lancar di Laboratorium Farmasetika dan Teknologi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini merupakan program yang digagas oleh Pusat Studi Penghantaran dan Disposisi Obat Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran sebagai wujud pendekatan diri dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dr. Sriwidodo, M. Si., Apt. selaku Kepala Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi Universitas Padjadjaran.

“Fakultas Farmasi, dalam hal ini Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi memiliki komitmen mengembangkan ilmu dan praktek kefarmasian khususnya bidang farmasi industri dan sediaan kosmetik. Workshop yang diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat Studi Penghantaran dan Disposisi Obat FFUP sebagai salah satu wujud pengabdian pada masyarakat, termasuk siswa SMK farmasi yang diharapkan menambah bekal keahlian teknis di bidang pembuatan sediaan farmasi. Siswa SMK mendapat kesempatan mengetahui bagaimana prinsip pembuatan tablet menggunakan mesin tablet single punch, mulai dari penimbangan, pencampuran, pencetakan, dan evaluasi fisik. ” ujar Dr. Sriwidodo, M. Si., Apt. dalam sambutannya.

Materi mengenai tablet diberikan oleh Dr. Yoga W. Wardhana, M. Si., Apt., Kepala Laboratorium Teknologi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Dalam materinya, ia menyampaikan bahwa sediaan tablet adalah bentuk sediaan yang paling populer di pasar sehingga farmasis perlu mengenal lebih baik faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas sediaan tablet tersebut.

Kemudian para siswa diajak untuk melakukan simulasi pembuatan tablet dimulai dari cara pengisian batchsheet, cara perhitungan jumlah tablet, evaluasi masa cetak, pencetakan tablet, sampai dengan evaluasi tablet secara langsung di laboratorium.

“Saya senang bisa mengikuti workshop di Unpad untuk pertama kalinya. Saya juga bisa tahu pembuatan tablet yang nyatanya seperti apa bukan sekedar teoritisnya saja” ujar salah satu siswa mengenai kesan setelah mengikuti workshop ini.

Sriwidodo menambahkan bahwa dengan sharing ilmu dan praktek ini, diharapkan dapat memberikan motivasi tenaga teknis yang terampil dan berwawasan luas sehingga berdampak pada kemajuan dunia farmasi nasional.

Bagi yang berminat untuk mengikuti workshop ini bisa menghubungi CP : 0812 20 200 575 (Budi). Selain workshop terkait Tablet, juga bisa mengikuti serial workshop Kosmetik.

Koresponden : Tazyinul Qoriah