Bilqis “Jilbabku Cantik”Beauty With Jilbab and Cosmetic

Peredaran kosmetik dan obat-obat kecantikan harus dijaga dan diawasi secara ketat oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal tersebut berkaitan dengan maraknya peredaran kosmetik  dengan kandungan bahan berbahaya serta zat warna yang dilarang digunakan dalam kosmetik karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kosmetik yang mengandung zat-zat palsu dan berbahaya tidak boleh ada yang lolos dari pengawasan, harus dijaga secara ketat. Dinkes maupun BPOM harus terus melakukan sweeping untuk mencegah peredaran kosmetik berbahaya,” tegas Staf Pengajar Fakultas Farmasi Unpad, Dra. Emma Surachman, M.S., saat mengisi acara seminar bertajuk “Bilqis, Jilbabku Cantikku”, di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) Kampus Fakultas Sastra Unpad, Jatinangor, Sabtu, (11/12). Acara ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi.

Emma menjelaskan beberapa kandungan obat dan zat berbahaya yang biasanya terkandung dalam kosmetik. Bahan berbahaya tersebut adalah mercuri (Hg) atau air raksa yang biasanya ada dalam krim pemutih,hidroquinon atau bahan perwarna, serta Rhodamin B yang biasanya digunakan untuk zat warna pada kertas atau tekstil.

Mercuri itu termasuk dalam logam berat yang berbahaya, biasanya digunakan untuk menghilangkan bintik hitam pada kulit, efek sampingnya luar biasa bisa mengalami kanker kulit. Sementara itu penggunaan hidroquinon dan rhodamin bisa menimbulkan iritasi kulit serta alergi pada kulit,” jelas Emma.

Dengan maraknya peredaran kosmetik dengan bahan obat dan zat berbahaya, Emma mengatakan bahwa masyarakakat harus benar-benar hati-hati dalam memilih dan menggunakan kosmetik dan obat-obat kecantikan dengan mengenali bahan-bahan serta kandungan dari kosmetik, apakah mengandung obat atau zat berbahaya.

“Semua produk kosmetika yang berbentuk obat dengan kadar yang besar, itu harus dokter kulit yang mengeluarkannya, bukan dari salon. Masyarakat harus berhati-hati dan memilih jalan aman dengan mendapatkan kosmetik dari dokter kulit,” tekan Emma.

Dilihat dari bidang farmasi, Emma juga menjelaskan bahwa kosmetik aman itu yang bentuk dan bahan serta ukuran partikel-partikelnya seragam dan seimbang, kekentalan dan juga kestabilannya tidak berubah warna.

“Sekarang itu jangan memakai kosmetik dengan prinsip tong saukur geulis wae. Pilih  kosmetik yang aman sesuai dengan peraturan perundang-undangan, tidak mengandung bahan yang berbahaya, tidak menimbulkan efek samping, serta aman untuk digunakan. Serta semua bentuk-bentuk sediaan farmasinya juga sudah diperiksa dan lolos uji oleh BPOM,” tutur Emma.

Dalam menjaga kecantikan, Emma juga mengatakan bahwa untuk menjadi cantik itu tidak harus selalu dengan perawatan intensif dan dengan menggunakan obat-obatan serta kosmetik yang mahal. Untuk menjaga kecantikan juga bisa dengan menjaga pola makan, olah raga, dan istirahat. Selain itu konsumsi sayur dan buah-buahan secara rutin dan cukup.

Untuk menjaga kesehatan kulit, bisa juga dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung suplement, buah buahan yang mengandung vitamin A, C, dan E atau makanan yang mengandung antioxidant.

“Kalupun memang harus menggunakan kosmetik, pilih kosmetika yang sesuai dengan jenis kulit anda, dengan menghubungi dan bertanya kepada dokter anda,” himbau Emma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia Telepon: (022) 7796200 Faksimile: (022) 7796200
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id