Alumni 98 Berbagi Pengalaman Sukses di Dunia Kerja Bersama Mahasiswa PSPA

[Jatinangor 2-3/2/2018] Dalam rangka mempersiapkan lulusan apoteker yang berkualitas dan siap memasuki dunia kerja, Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran mengadakan workshop Career Development Center (CDC) dimana acara tersebut diisi oleh alumni farmasi UNPAD angkatan 1998. Banyak hal yang disampaikan oleh para alumni diantaranya yaitu tinjauan singkat tentang ranah kerja dan prospek karir seorang apoteker, bagaimana mempersiapkan diri sebagai lulusan baru dalam menghadapi dunia kerja, dan banyak hal yang dibahas bersama mengenai sektor kerja farmasi seperti pemerintahan, industri, clinical laboratory, clinical research, dan ada satu sektor baru yang dibahas yaitu agency. Agency ini merupakan perpanjangan tangan dari industri misalnya dalam hal periklanan atau uji klinik. Apoteker merupakan profesi yang memiliki kemampuan yang sangat luas, artinya kemampuan seorang apoteker tidak hanya sebatas klinik, produksi atau quality control seperti yang telah kita ketahui sejauh ini. Banyak sektor kerja yang dapat ditempati seorang apoteker, seperti halnya di inudstri farmasi apoteker dapat berperan dalam sektor supply chain, marketing atau sales. Untuk industri sendiri terbagi menjadi dua bagian besar yaitu bagian plant dan commercial. Bagian plant terdiri dari supply chain, produksi, pemastian mutu, pengawasan mutu, packaging, warehousing dan lain sebagainya. Sedangkan bagain commercial terdiri dari marketing, sales, research, medical, regulatory, market research, dan clinical research. Dua hal yang mungkin masih belum umum dimasuki oleh farmasis yaitu sales dan marketing. Dua hal ini seringkali dianggap sama namun kenyataanya berbeda/ peran marketing lebih dititikberatkan pada research, strategy, advertising, promoting, dan branding. Sedangkan sales lebih ke penjualannya secara langsung. Selain itu apoteker juga dapat melanjutkan pendidikannya dan bekerja sebagai dosen. Untuk bidang pemerintahan seperti BPOM atau Kemenkes apoteker dapat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang lebih berperan dalam hal membuat kebijakan atau regulasi, monitoring, dan evaluasi. Menjadi seorang PNS harus siap ditempatkan dimanapun dan di bagian apapun. Akan tetapi banyak keuntungan dari menjadi seorang PNS diantaranya yaitu dengan menjadi seorang PNS kita bisa langsung turun tangan dan mengubah keadaan apabila dirasakan regulasi yang ada kurang memberikan manfaat bagi masyarakat, bisa membuka kesempatan yang lebih luas untuk studi ke luar negeri, karir tidak terpengaruh oleh kondisi pasar, gaji tidak sebesar di sektor swasta namun tunjangan cukup untuk bekal berwirausaha dan banyak lagi keuntungan menjadi PNS. Selain itu apoteker juga dapat bekerja di bidang clinical laboratory atau clinical research. Untuk clinical laboratory itu berkaitan dengan pemeriksaan sampel biologis baik darah, urin, jaringan atau DNA untuk kepentingan diagnosis atau kontrol kesehatan. Sedangkan clinical research itu berkaitan dengan uji klinis. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya apoteker juga dapat bekerja sebagai dosen. Menjadi dosen tidak hanya memberi kuliah di kelas, memberi tugas/ujian sampai menjadi penguji sidang saja. Dosen juga dapat menjadi resercher atau peneliti dan dapat berperan juga dalam community development atau lebih dikenal dengan pengabdian ke masyarakat. Dengan sekian banyak sektor dunia kerja yang dapat dimasuki oleh seorang apoteker, semuanya akan sangat sulit kita masuki sebagai lulusan baru jika tidak mempersiapkan diri sebelumnya. Langkah pertama dalam mempersiapkan diri untuk masuk dunia keja kita harus melakukan mapping & research, disini kita harus petakan passion kita dimana, ingin bekerja di bidang apa, sektor apa, bahkan kita harus punya target perusahaannya apa. Setelah itu build your brand. Disini kita harus menggali kemampuan kita, kelebihan kita dibanding yang lain untuk dapat bekerja di bidang atau perusahaan yang diinginkan. Selain itu ada langkah awal yang sangat penting dalam hal mendapat pekerjaan yaitu CV/resume. CV/resume ini diibaratkan sebagai langkah awal dalam mengetuk pintu perusahaan yang kita inginkan. CV yang dibuat oleh seorang apoteker harus formal, singkat padat dan jelas. Selain itu mempersiapkan diri sebelum interview merupakan hal yang penting, salah satunya yaitu sebelum interview dan bahkan sebelum kita memutuskan untuk melamar di perusahaan tersebut kita harus tahu secara garis besarnya tentang perusahaan tersebut. Acara CDC hari ke-2 banyak membahas lebih detail tentang sektor kerja dunia farmasi diantaranya yaitu tentang apotek, supply chain, lecturer, industri bagian produksi, quality, Apotek merupakan suatu tempat kerjaseorang farmasis atau apoteker, karena orang awam pun jika mendengan apoteker hal pertama yang terlintas dipikirannya yaitu orang yang bekerja di apotek. Apotek sendiri terdapat dua macam yaitu apotek swasta/mandiri dan apotek waralaba. Pada dasarnya pekerjaan kefarmasian di apotek baik itu apotek mandir maupun waralaba juga terbagi menjadi dua yaitu manajerial dan farmasi klinis. Namun disini yang membedakannya yaitu masalah permodalan. Untuk pekerjaan kefarmasian di apotek sendiri disesuaikan dengan Permenkes RI No. 73 tahun 2016. Supply chain merupakan sektor kerja yang masih terbilang asing untuk apoteker, karena selama ini yang diketahui banyak orang sektor kerja apoteker di industri hanya di bagian produksi, QC, dan QA. Supply chain pada intinya yaitu serangkaian proses, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian persediaan untuk memenuhi keinginan customer dengan cara yang efisien. Supply chain berperan dari hulu sampai ke hilir, dari produk sebelum di produksi sampai di pasarkan. Supply chain mencakup suplier, manufacturer, dan customer.

Manufacturer membutuhkan bahan untuk proses produksi, suplier memasok bahan untuk keperluan proses produksi manufacturer, dan setelah proses produksi dilakukan, dihasilkan produknya kemudian didistribusikan sampai di tangan customer. Tujuan dari supply chain yaitu untuk memehuhi kebutuhan customer secara efisien, artinya jangan sampai persediaan produk mengalami stock out atau over stock. Produk harus dipastikan ada pada waktu dan jumlah yang dibutuhkan. Terdapat beberapa kekuatan apoteker dalam supply chai diantaranya yaitu pengetahuan tentang GMP (Good Manufacturing Practice), GDP (Good Distribution Practice), proses manufaktur, sifat fisiko kimia material, cara penanganan material dan produk. Namun disamping itu terdapat beberapa kelemahannya yaitu kurangnya pengetahuan tentang ERP (Enterprise Research Planning) dan IT, logistik dan kemampuan negosiasi. Berkarir menjadi lecturer/reseracher bukan hanya mengajar atau kuliah di kelas namun selain itu seorang dosen juga bisa banyak melakukan penelitian atau menjadi researcher, dan bagi yang senang dengan pengabdian juga bisa berperan dalam community development. Untuk tingkatan karir seorang dosen terdiri dari junior lecturer, senior lecturer, associate professor, dan professor. Bagi yang senang dan berminat berkarir di bidang manufaktur, perlu diketahui bahwa manufaktur itu bukanlah sekedar membuat melainkan menambah nilai suatu produk. Terdapat critical point di pharma manufactur diantaranya yaitu input, proses, dan output. Input disini yaitu berkaitan dengan production order. Proses terdiri dari dispensing,processing, packaging, quality testing dan realising. Posisi yang harus berada dibawah tanggung jawab langsung seorang apoteker yaitu produksi, QC, dan QA. Untuk output disini yaitu produk jadi yang dihasilkan dan siap dipasarkan. Selain itu terdapat tiga hal yang penting dalam industri farmasi yaitu manusia, proses, dan mesin. Orang yang bekerja di industri farmasi harus memiliki kemampuan leadership, operasional, teknik, serta mengerti akan regulasi yang berlaku.

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id