3 Proposal PKM Kewirausahaan dari Fakultas Farmasi Didanai Ristekdikti Tahun 2018

[Jatinangor, 18/04/2018] Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran berhasil meloloskan 3 tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) untuk didanai Ristekdikti tahun pelaksanaan 2018. 3 tim ini berpeluang meraih medali pada kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXI 2018 yang akan dilaksanakan di salah satu Universitas di Pulau Jawa.

Berikut adalah Judul dan Tim PKM-K yang didanai :

No Judul PKM Nama Ketua PKM NPM Nama Pembimbing
1 TAPELLON : MINUMAN JELLY EKSTRAK DAUN HANTAP DAN BUAH LEMON SEBAGAI PENCEGAH PANAS DALAM Mila Tri Cahyani 260110140088 Ami Tjitraresmi, M.Si., Apt.
2 “CILUKBA : Cilembu Flake Banyak Rasa sebagai Solusi Sarapan Rendah Kalori dan Optimasi Pemanfaatan Bahan Baku Lokal” Zakiatun Azma Amani 260110150142 Iyan Sopyan, M.Si, Apt
3 NENG DAYSI (NASI HERBAL BAWANG DAYAK SIAP SAJI) SEBAGAI INOVASI PANGAN FUNGSIONAL KAYA MANFAAT Novi Dwi Apriliani 260110150089 Ade Zuhrotun M.Si, Apt

TAPELLON : MINUMAN JELLY EKSTRAK DAUN HANTAP DAN BUAH LEMON SEBAGAI PENCEGAH PANAS DALAM

Kabupaten Ciamis merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki berbagai macam tumbuhan yang memiliki khasiat untuk mengobati penyakit, salah satunya yaitu tumbuhan hantap. Tumbuhan hantap memiliki khasiat mengobati penyakit panas dalam dengan memanfaatkan bagian daunnya. Daun hantap biasanya di konsumsi dengan terlebih dahulu ditumbuk dan direndam di dalam air lalu airnya disaring dan diminum. Saat ini, pemanfaatan daun hantap berkurang karena adanya perkembangan inovasi dan teknologi tentang obat-obatan yang lebih mudah untuk dikonsumsi.

Tanaman ini juga tidak memiliki rasa, sehingga tidak semua kalangan tertarik dalam mengkonsumsi daun hantap. Untuk mengolah daun hantap menjadi minuman olahan yang bermanfaat dan dapat dinikmati lagi oleh berbagai kalangan masyarakat, kami melakukan penambahan perisa alami berupa sari buah lemon untuk memberikan rasa pada daun hantap yang tidak memiliki rasa. Minuman tersebut berupa minuman jelly yang disebut sebagai Tapellon. Hal tersebut ditujukan untuk memanfaatkan daun hantap secara optimal dan dapat menarik semua kalangan. Sehingga, konsumen daun hantap tidak memerlukan waktu untuk mengkonsumsi daun hantap melalui pengolahan secara langsung karena daun hantap sudah tersedia dalam bentuk minuman jelly.

“CILUKBA : Cilembu Flake Banyak Rasa sebagai Solusi Sarapan Rendah Kalori dan Optimasi Pemanfaatan Bahan Baku Lokal”

Sarapan pagi merupakan makanan yang dimakan di pagi hari dan sangat penting dilakukan sebelum melakukan suatu aktivitas pada setiap harinya. Menu sarapan pagi ini seharusnya mengikuti pola gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Sarapan pagi yang itu-itu saja terkadang membuat beberapa orang menjadi malas untuk sarapan.

Salah satu bahan pangan yang tinggi kandungan karbohidrat adalah ubi cilembu. Ubi cilembu merupakan ubi ras lokal yang berasal dari Kecamatan Pamulihan, Sumedang, Jawa Barat. Ubi cilembu mengandung karbohidrat yang
tinggi diikuti dengan protein, lemak, dan beta karoten. Dengan memanfaatkan keunikan dan kepopuleran ubi cilembu di masyarakat dan sebagai wujud kreativitas kewirausahaan mahasiswa, menu sarapan pagi bisa dibuat dari olahan ubi cilembu dengan menjadikan ubi cilembu sebagai bahan dasar pembuatan sereal Flake. Produk kewirausahaan sereal sarapan ini kami namakan “CILUKBA” (Cilembu Flake Banyak Rasa sebagai Solusi Sarapan Rendah Kalori dan Optimasi Pemanfaatan Bahan Baku Lokal). “CILUKBA” memiliki berbagai varian rasa, diantaranya adalah vanilla, coklat, dan pisang dan sudah dilengkapi dengan susu bubuk dalam satu kemasan
sehingga praktis dalam penggunaannya. Rasa manis khas ubi cilembu akan menambah rasa nikmat dan mempengaruhi penggunaan gula yang digunakan, sehingga cocok digunakan untuk orang yang sedang menjalani program diet. “CILUKBA” juga difortunifikasi oleh tepung kedelai yang tinggi akan kadar proteinnya sehingga memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh.

Kegiatan kewirausahaan ini memiliki kegunaan dan manfaat yang didapatkan yaitu dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam berwirausaha, mengembangkan kemampuan dalam mendesain formula yang bisa
diterima di masyarakat juga dapat menambah nilai jual ubi cilembu sebagai bahan baku lokal khas Sumedang sehingga bisa mengembangkan usaha petani ubi Cilembu dan menjadi awal wirausaha yang baru dalam usaha pengembangan usaha produk ubi cilembu.

NENG DAYSI (NASI HERBAL BAWANG DAYAK SIAP SAJI) SEBAGAI INOVASI PANGAN FUNGSIONAL KAYA MANFAAT

Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi beras tertinggi di Asia Tenggara. Pengolahan beras di Indonesia pada umumnya masih menggunakan cara konvensional, dimana diperlukan waktu yang lama dalam mengolahnya, sehingga dibutuhkan sebuah inovasi dalam pengolahan beras yaitu dengan pembuatan Nasi Instan. Pada umumnya nasi dapat diolah dengan penambahan rempah, namun cara ini tentunya menambah waktu dalam mengolah nasi, agar dapat mengefisiensikan waktu dibuatlah Pouch Herbal yaitu pouch berisi keringan rempah piihan yang mudah diolah dan praktis dalam penggunaannya. Bawang dayak merupakan tanaman khas

Kalimantan Tengah, yang secara empiris memiliki potensi dalam pencegahan dan mengobati berbagai jenis penyakit seperti kanker payudara, Hipertensi, kencing manis, menurunkan kolesterol, bisul, kanker usus dan mencegah stroke. Kegunaann bawang dayak ini masih jarang diketahui oleh masyarakat. Maka dari itu, dibuatlah “Neng Daysi” (Nasi Herbal Bawang Dayak Siap Saji) sebagai upaya memperkenalkan komoditas bawang dayak dan modernisasi makanan pokok masyarakat.

“Neng Daysi” merupakan produk inovasi pangan dalam bentuk cup yang disertai pouch berisi bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dan kombinasi rempah yaitu salam (Syzygium polyanthum), sereh (Cymbopogon citratus), dan daun jeruk purut (Citrus hystrix). “Neng Daysi” ini merupakan nasi berwarna kemerahan dengan aroma rempah yang sangat khas sehingga mengundang selera makan. Produk ini diharapkan dapat menjawab masalah kebutuhan pangan yang sehat dan praktis, dimana penyajian produk ini hanya memerlukan waktu penyeduhnya selama 5 menit. Produk ini dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama sekitar tiga bulan meski tanpa bahan tambahan pengawet.

Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 - Indonesia, Telp : 84288888 Ext. 3510
Contact Us: farmasi@unpad.ac.id